KOMPAS.com – Menjelang ujian seperti UTBK, banyak pelajar fokus pada strategi belajar, try out, hingga manajemen waktu.
Namun ada satu aspek yang sering dianggap sederhana, padahal memiliki pengaruh besar terhadap kualitas belajar: doa sebelum dan sesudah belajar.
Dalam perspektif Islam, belajar bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga ibadah yang melibatkan dimensi spiritual.
Di sinilah doa berperan menjadi jembatan antara usaha manusia dan pertolongan Allah SWT. Bagi peserta UTBK yang dituntut memahami materi kompleks dalam waktu terbatas, doa bukan hanya pelengkap, melainkan penguat daya serap, fokus, dan ingatan.
Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Turunnya Wahyu Pertama menegaskan pentingnya membaca dan belajar.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Rabbi zidni ‘ilma” (Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmuku), QS. Surah Taha:114
Ayat ini menjadi dasar utama doa belajar yang paling sering diamalkan. Menurut M. Quraish Shihab dalam tafsirnya, permohonan ilmu dalam ayat tersebut tidak hanya berarti kuantitas pengetahuan, tetapi juga kedalaman pemahaman dan kebijaksanaan dalam mengamalkannya.
Baca juga: Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Belajar untuk UTBK membutuhkan tiga hal utama: pemahaman konsep, konsentrasi tinggi, dan daya ingat kuat.
Secara psikologis, doa membantu menenangkan pikiran, sementara secara spiritual, doa diyakini membuka kemudahan dari Allah.
Dalam buku Psikologi Pendidikan Islam karya Ramayulis dijelaskan bahwa pendekatan spiritual seperti doa dapat meningkatkan kesiapan mental dan mengurangi kecemasan akademik. Hal ini relevan bagi peserta UTBK yang sering mengalami tekanan tinggi.
Berikut beberapa doa yang dianjurkan sebelum belajar:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا
Robbi zidnii ‘ilman warzuqnii fahman
Artinya:”Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku pemahaman”.
Doa ini sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: permohonan agar ilmu terus bertambah sekaligus menjadi berkah.
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ
Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin
Artinya:”Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku, berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang saleh”.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, doa ini termasuk bagian dari adab menuntut ilmu yang dianjurkan.
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا
Rodhitu billahi robba, wabil islaamidiina, wabimuhammadin nabiyya warasuula. Robbi zidnii ‘ilman warzuqnii fahman
Artinya: “Aku ridha Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasulku. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pemahaman yang baik”.
Tidak hanya menegaskan identitas keimanan, tetapi juga memperkuat motivasi belajar sebagai ibadah, bukan sekadar mengejar nilai UTBK.
Baca juga: 5 Doa Sebelum TKA agar Ujian Lancar dan Mudah Mengingat Materi
Setelah belajar, doa memiliki fungsi penting: menjaga ilmu agar tidak mudah hilang.
اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتُهُ فَرْدُدُهُ لِي عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Allaahumma innii istauda’tuka maa ‘allamtuhuu faardud-hu lii ‘indaa haajatii ilaihi yaa rabbal ‘aalamiin
Artinya: “Ya Allah, aku titipkan kepada-Mu apa yang telah aku pelajari, maka aku mohon kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya, wahai Tuhan semesta alam”.
Maknanya adalah “menitipkan” ilmu kepada Allah. Dalam konteks UTBK, ini sangat relevan karena membantu menjaga memori jangka panjang.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَنَا مَا جَهِلْنَا وَفَهَّمَنَا مَا كُنَّا نَسْتَفْتِحُ
Alhamdulillahil-ladzii ‘allamanaa maa jahilnaa wa fahhamanaa maa kunnaa nastaftih
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan kepada kami apa yang belum kami ketahui, dan telah memberikan pemahaman terhadap apa yang sebelumnya belum kami mengerti”.
Mengucapkan Alhamdulillah setelah belajar bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk pengakuan bahwa pemahaman adalah karunia.
Dalam buku Ta’lim al-Muta’allim karya Az-Zarnuji, disebutkan bahwa rasa syukur merupakan salah satu kunci bertambahnya ilmu.
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tiba’ah wa arinal batila batila warzuqaj tinabah
Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya”.
Mengandalkan doa saja tanpa usaha jelas tidak cukup. Namun mengandalkan usaha tanpa doa juga membuat proses belajar terasa berat. Keduanya harus berjalan seimbang.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan:
Menurut penelitian dalam Educational Psychology Review, kondisi mental yang tenang terbukti meningkatkan retensi memori. Doa berfungsi sebagai “reset mental” yang membuat otak lebih siap menerima informasi.
Baca juga: 7 Doa Sebelum Ujian agar Lancar, Mudah Ingat, dan Hasil Terbaik
Ilmu yang hanya dihafal cenderung mudah hilang setelah ujian. Namun ilmu yang dipahami dengan hati dan disertai doa memiliki daya tahan lebih lama.
Dalam pandangan ulama klasik seperti Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, ilmu yang berkah adalah ilmu yang memberi manfaat dan membentuk karakter, bukan hanya lulus ujian.
Ini menjadi refleksi penting bagi peserta UTBK: tujuan akhir bukan sekadar lolos seleksi, tetapi menjadi pribadi berilmu yang utuh.
UTBK sering dipandang sebagai penentu masa depan. Namun dalam perspektif Islam, ia juga bisa menjadi ladang ibadah jika dijalani dengan niat yang benar.
Doa sebelum dan sesudah belajar adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ia menenangkan pikiran, menguatkan ingatan, dan menghadirkan keberkahan dalam setiap proses belajar.
Di tengah persaingan ketat UTBK, mungkin yang membedakan bukan hanya siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling siap, secara ilmu, mental, dan spiritual.
Karena pada akhirnya, bukan hanya soal yang harus dijawab, tetapi juga bagaimana ilmu itu menetap dan memberi makna dalam hidup.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang