JEDDAH, KOMPAS.com - "Labbaikallahumma labbaik... Labbaika laa syarika laka labbaik.."
Suara talbiyah menggema saat para petugas haji memasuki kabin pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (18/4/2026).
Satu-persatu petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah berbaris memasuki kabin. Saya sendiri duduk di deretan kursi nomor 60.
Tak dipungkiri, ada rasa haru saat kru mengumumkan pesawat akan lepas landas menuju ke Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, tempat di mana para petugas memulai misi melayani jemaah haji Indonesia. Untuk menuju ke Bandara Jeddah, setidaknya kami harus menempuh 9 jam lebih perjalanan.
Saya duduk di bangku bagian tengah. Diapit oleh tiga petugas haji dari Tusi (tugas fungsi) kesehatan. Saya sendiri bertugas di Tusi Media Center Haji (MCH).
Baca juga: 423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
Tak butuh waktu lama bagi kami untuk mengobrol akrab lantaran petugas haji memang dituntut untuk bisa bekerja sama dan berkoordinasi lintas-tusi. Pesawat pun lepas landas membawa para petugas haji menuju Jeddah.
Beberapa petugas haji tak mampu membendung air mata saat kru kabin mengumumkan kedatangan pesawat, "Kita telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Waktu saat ini menunjukkan pukul 22.23 Waktu Arab Saudi atau lebih lambat empat jam dibandingkan waktu Jakarta."
Haru pun semakin menyeruak saat kaki kami menginjak tanah Jeddah. Salah satu petugas Media Center Haji (MCH) Lukman Abdul Razaq (48) mengungkapkan, air matanya mengalir beberapa menit sebelum landing.
Perasaan bahagia dan syukur berpadu menjadi satu lantaran ini kali pertama Lukman bertugas menjadi petugas haji Indonesia.
"Saya sempat menangis di pesawat saat melafalkan talbiyah. Begitu juga ketika tiba di Jeddah," kata dia kepada Kompas.com, Minggu (18/4/2026).
Menurutnya, tugas kali pertama melayani jemaah Indonesia membawa rasa haru yang tak terkira. "Saya baru pertama kali ini menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)," ujarnya.
Lukman menambahkan haru tersebut bercampur rindu setelah 10 tahun lalu dia menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. "Rasa rindunya itu ada. Rindu Baitullah, rindu Baginda Rasulullah," papar dia.
Hal yang sama dialami oleh Lily Banonah (45) petugas haji dari Tusi Kesehatan. "Waktu shalat setibanya di Jeddah, saya benar-benar menangis," kata dia.
Meski bukan pengalaman pertama sebagai petugas haji Indonesia namun tetap saja ada rasa haru yang membuncah saat menginjakkan kaki di Jeddah, medan juang para petugas haji.
"Enggak nyangka bisa bertugas lagi (melayani jemaah haji Indonesia)," katanya.
Lily pernah bertugas pada tahun 2013. Saat itu dia menjadi dokter kloter. Sedangkan pada 2026, Lily bertugas di KKHI Madinah.
"Tentu saja tantangannya berbeda. Dahulu yang saya layani jemaah kloter, 400-an orang. Saat ini harus bisa melayani semua jemaah Indonesia, yang jumlahnya 221.000 orang," kata dia seraya mengucap harapan agar haji 2026 berjalan lancar.
Tahun 2026, akan ada 221.000 jemaah haji Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sekitar 1.600 petugas haji dari berbagai tugas dan fungsi (tusi) disiagakan demi misi suci melayani jemaah haji.
Saat melepas keberangkatan gelombang pertama petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menitipkan sejumlah pesan bagi para petugas pengemban amanat negara.
Tak hanya melayani sepenuh hati, Dahnil meminta petugas menjaga fisik dan mental lantaran mereka akan bertugas dalam waktu yang tak singkat. Daker Bandara dan Madinah misalnya, harus siap bertugas selama 77 hari di Tanah Suci.
"Kami yakin karena para petugas haji sudah lebih dari satu bulan digembleng dalam diklat (offline dan daring)," kata dia pada Jumat (17/4/2026) saat melepas keberangkatan petugas haji.
Baca juga: Wamenhaj: 30 Persen Jemaah Haji Reguler 2026 Berprofesi Sebagai Petani
Dahnil juga selalu menekankan bahwa petugas haji adalah representasi negara. Baik buruknya wajah perhajian Indonesia salah satunya terlihat dari kinerja para petugas hajinya.
Tinggal menghitung hari jemaah haji Indonesia akan diterbangkan ke Tanah Suci mulai 22 April 2026. Kini, para petugas haji Indonesia pun mulai menempati pos-pos tugas masing-masing dan bersiap menyambut tamu-tamu Allah.
Labbaikallahumma labbaik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang