Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Haru Petugas Haji Pertama Injakkan Kaki di Tanah Suci, Siap Layani Jemaah

Kompas.com, 20 April 2026, 08:34 WIB
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com - "Labbaikallahumma labbaik... Labbaika laa syarika laka labbaik.."

Suara talbiyah menggema saat para petugas haji memasuki kabin pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (18/4/2026).

Satu-persatu petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah berbaris memasuki kabin. Saya sendiri duduk di deretan kursi nomor 60.

Tak dipungkiri, ada rasa haru saat kru mengumumkan pesawat akan lepas landas menuju ke Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, tempat di mana para petugas memulai misi melayani jemaah haji Indonesia. Untuk menuju ke Bandara Jeddah, setidaknya kami harus menempuh 9 jam lebih perjalanan.

Saya duduk di bangku bagian tengah. Diapit oleh tiga petugas haji dari Tusi (tugas fungsi) kesehatan. Saya sendiri bertugas di Tusi Media Center Haji (MCH).

Baca juga: 423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026

Tak butuh waktu lama bagi kami untuk mengobrol akrab lantaran petugas haji memang dituntut untuk bisa bekerja sama dan berkoordinasi lintas-tusi. Pesawat pun lepas landas membawa para petugas haji menuju Jeddah.

Tangis Saat Injakkan Kaki di Medan Juang

Beberapa petugas haji tak mampu membendung air mata saat kru kabin mengumumkan kedatangan pesawat, "Kita telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Waktu saat ini menunjukkan pukul 22.23 Waktu Arab Saudi atau lebih lambat empat jam dibandingkan waktu Jakarta."

Haru pun semakin menyeruak saat kaki kami menginjak tanah Jeddah. Salah satu petugas Media Center Haji (MCH) Lukman Abdul Razaq (48) mengungkapkan, air matanya mengalir beberapa menit sebelum landing.

Perasaan bahagia dan syukur berpadu menjadi satu lantaran ini kali pertama Lukman bertugas menjadi petugas haji Indonesia.

"Saya sempat menangis di pesawat saat melafalkan talbiyah. Begitu juga ketika tiba di Jeddah," kata dia kepada Kompas.com, Minggu (18/4/2026).

Menurutnya, tugas kali pertama melayani jemaah Indonesia membawa rasa haru yang tak terkira. "Saya baru pertama kali ini menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)," ujarnya.

Lukman menambahkan haru tersebut bercampur rindu setelah 10 tahun lalu dia menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. "Rasa rindunya itu ada. Rindu Baitullah, rindu Baginda Rasulullah," papar dia.

Hal yang sama dialami oleh Lily Banonah (45) petugas haji dari Tusi Kesehatan. "Waktu shalat setibanya di Jeddah, saya benar-benar menangis," kata dia.

Meski bukan pengalaman pertama sebagai petugas haji Indonesia namun tetap saja ada rasa haru yang membuncah saat menginjakkan kaki di Jeddah, medan juang para petugas haji.

"Enggak nyangka bisa bertugas lagi (melayani jemaah haji Indonesia)," katanya.

Lily pernah bertugas pada tahun 2013. Saat itu dia menjadi dokter kloter. Sedangkan pada 2026, Lily bertugas di KKHI Madinah.

"Tentu saja tantangannya berbeda. Dahulu yang saya layani jemaah kloter, 400-an orang. Saat ini harus bisa melayani semua jemaah Indonesia, yang jumlahnya 221.000 orang," kata dia seraya mengucap harapan agar haji 2026 berjalan lancar.

Misi Suci Petugas Haji

Tahun 2026, akan ada 221.000 jemaah haji Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sekitar 1.600 petugas haji dari berbagai tugas dan fungsi (tusi) disiagakan demi misi suci melayani jemaah haji.

Saat melepas keberangkatan gelombang pertama petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menitipkan sejumlah pesan bagi para petugas pengemban amanat negara.

Tak hanya melayani sepenuh hati, Dahnil meminta petugas menjaga fisik dan mental lantaran mereka akan bertugas dalam waktu yang tak singkat. Daker Bandara dan Madinah misalnya, harus siap bertugas selama 77 hari di Tanah Suci.

"Kami yakin karena para petugas haji sudah lebih dari satu bulan digembleng dalam diklat (offline dan daring)," kata dia pada Jumat (17/4/2026) saat melepas keberangkatan petugas haji.

Baca juga: Wamenhaj: 30 Persen Jemaah Haji Reguler 2026 Berprofesi Sebagai Petani

Dahnil juga selalu menekankan bahwa petugas haji adalah representasi negara. Baik buruknya wajah perhajian Indonesia salah satunya terlihat dari kinerja para petugas hajinya.

Tinggal menghitung hari jemaah haji Indonesia akan diterbangkan ke Tanah Suci mulai 22 April 2026. Kini, para petugas haji Indonesia pun mulai menempati pos-pos tugas masing-masing dan bersiap menyambut tamu-tamu Allah.

Labbaikallahumma labbaik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar