KOMPAS.com – Harapan memiliki anak yang sehat, saleh, dan berparas rupawan menjadi doa yang hampir selalu dipanjatkan oleh setiap orang tua.
Dalam tradisi umat Islam, salah satu amalan yang kerap dikaitkan dengan harapan tersebut adalah membaca doa Nabi Yusuf AS, sosok yang dikenal memiliki ketampanan luar biasa sekaligus akhlak yang mulia.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa amalan ini lebih bersifat ikhtiar spiritual, bukan tuntunan wajib dalam syariat. Lalu, bagaimana cara mengamalkannya agar tetap sesuai adab Islam dan bernilai ibadah?
Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Yusuf AS diabadikan secara khusus dalam Surah Yusuf. Kisah ini tidak hanya berbicara tentang ketampanan fisik, tetapi juga menggambarkan kesabaran, keteguhan iman, dan kemuliaan akhlak.
Dalam buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa sebagian masyarakat mengamalkan pembacaan Surah Yusuf sebagai bentuk doa agar dikaruniai anak yang rupawan dan saleh. Namun, praktik ini tidak memiliki dalil khusus yang secara eksplisit memerintahkannya.
Artinya, amalan ini boleh dilakukan selama tidak diyakini sebagai kewajiban, melainkan sebagai bentuk doa dan harapan kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa Cepat Hamil dan Memiliki Keturunan: Arab, Latin, dan Artinya
Agar amalan ini tetap berada dalam koridor adab Islam, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca Surah Yusuf.
Membaca Al-Qur’an dianjurkan dalam keadaan suci, baik dengan wudhu maupun mandi besar jika diperlukan. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kitab suci.
Membaca Al-Qur’an tidak sekadar melafalkan ayat, tetapi juga menjaga adab seperti membaca dengan tartil, tidak terburu-buru, serta menghadirkan hati.
Dalam buku Ulumul Qur’an karya Manna Khalil al-Qattan disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan menjadi kunci agar ayat-ayatnya memberi dampak spiritual.
Lingkungan yang bersih dan tenang membantu seseorang lebih fokus dalam berdoa dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Menghadap kiblat bukan syarat wajib, tetapi dianjurkan sebagai bentuk kesempurnaan adab dalam berdoa.
Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil dan Diberikan Keturunan Lengkap dengan Artinya
Setelah memahami persiapannya, berikut beberapa cara mengamalkan doa Nabi Yusuf AS yang sering dilakukan di masyarakat:
Amalan yang umum dilakukan adalah membaca Surah Yusuf secara rutin, terutama bagi pasangan yang sedang menantikan keturunan.
Pembacaan dilakukan dengan tartil, tidak tergesa-gesa, serta disertai pemahaman makna.
Waktu malam, khususnya sepertiga terakhir, sering disebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Dalam banyak hadis, waktu ini menjadi momen ketika doa lebih mudah dikabulkan.
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa waktu malam memiliki keutamaan besar dalam bermunajat kepada Allah.
Niat dalam Islam menjadi inti dari setiap ibadah. Membaca Surah Yusuf hendaknya disertai niat memohon keturunan yang tidak hanya tampan atau cantik, tetapi juga saleh dan berakhlak mulia.
Keyakinan penting dalam amalan ini adalah bahwa ayat Al-Qur’an menjadi wasilah (perantara), sementara yang menentukan hasil tetap Allah SWT.
Setelah berusaha dan berdoa, langkah terakhir adalah bertawakal. Menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah merupakan bagian dari keimanan.
Menariknya, dalam perspektif Islam, ketampanan tidak hanya diukur dari fisik. Nabi Yusuf AS memang dikenal sangat rupawan, tetapi kemuliaannya justru terletak pada akhlak dan kesabaran.
Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali dijelaskan bahwa keindahan sejati manusia terletak pada hati dan akhlaknya, bukan semata pada rupa.
Karena itu, doa yang dipanjatkan sebaiknya tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tetapi juga mencakup kebaikan iman, akhlak, dan kecerdasan.
Baca juga: Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Amalan membaca Surah Yusuf untuk mendapatkan anak tampan merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Muslim.
Selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau bagian dari syariat yang baku, praktik ini tetap diperbolehkan sebagai bentuk doa.
Yang terpenting adalah menjaga niat, tidak berlebihan dalam keyakinan, serta tetap berpegang pada ajaran Islam yang utama.
Pada akhirnya, setiap doa orang tua adalah bentuk cinta dan harapan terbaik bagi anaknya. Membaca Surah Yusuf bisa menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus memohon keturunan yang baik lahir dan batin.
Lebih dari sekadar tampan atau cantik, anak yang diharapkan dalam Islam adalah mereka yang membawa kebaikan, menjadi penyejuk hati, dan kelak menjadi amal jariyah bagi orang tuanya.
Di situlah makna sesungguhnya dari doa, bukan hanya tentang rupa, tetapi tentang cahaya iman yang terpancar dalam kehidupan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang