Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat & Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji

Kompas.com, 2 Juni 2026, 08:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepulangan dari Tanah Suci menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi jemaah haji.

Setelah menempuh perjalanan panjang dan menjalani berbagai rangkaian ibadah di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, para jemaah akhirnya kembali ke tanah air dengan harapan membawa pulang predikat haji mabrur.

Namun, perjalanan spiritual seorang Muslim sejatinya tidak berakhir ketika pesawat mendarat di kampung halaman.

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga semangat ibadah setelah pulang haji justru menjadi tantangan yang tidak kalah besar dibandingkan pelaksanaan haji itu sendiri.

Baca juga: Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat

Karena itulah, Islam mengajarkan sejumlah amalan yang dianjurkan dilakukan setelah kembali dari perjalanan haji.

Salah satu amalan yang sering kali luput dari perhatian adalah menunaikan salat sunah dua rakaat ketika tiba dari safar atau perjalanan jauh, termasuk setelah pulang dari Tanah Suci.

Amalan ini bukan sekadar bentuk rasa syukur atas keselamatan selama perjalanan, tetapi juga menjadi simbol bahwa seorang Muslim ingin menjaga kedekatan dengan Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah haji.

Tradisi Rasulullah SAW Saat Pulang dari Perjalanan

Anjuran melaksanakan salat sunah setelah pulang dari safar memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari NU Online, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mendatangi masjid terlebih dahulu ketika tiba dari sebuah perjalanan, kemudian menunaikan salat dua rakaat.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ka'ab bin Malik RA disebutkan:

"Menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, apabila beliau pulang dari safar, beliau mulai dengan mendatangi masjid lalu melakukan salat dua rakaat." (HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama menyebut ibadah ini sebagai salat sunah qudum, yaitu salat yang dilakukan ketika seseorang datang atau kembali dari perjalanan.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan kesunahan mendahulukan singgah ke masjid dan melaksanakan salat sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT setelah memperoleh keselamatan dalam perjalanan.

Baca juga: Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air

Mengapa Salat Sunah Setelah Haji Penting?

Ibadah haji merupakan perjalanan yang sarat dengan pelajaran spiritual. Selama berada di Tanah Suci, jemaah terbiasa memperbanyak zikir, membaca Al Quran, melaksanakan salat berjamaah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ketika kembali ke rumah, semangat ibadah tersebut perlu dijaga agar tidak memudar. Salat sunah dua rakaat setelah pulang haji dapat menjadi salah satu cara untuk mengawali fase baru kehidupan setelah berhaji.

Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa hakikat haji bukan hanya menyelesaikan rangkaian ritual, tetapi membawa perubahan hati yang terus berlanjut setelah kembali ke tengah masyarakat.

Oleh karena itu, salat sunah setelah pulang haji dapat dimaknai sebagai bentuk syukur sekaligus komitmen untuk mempertahankan kualitas ibadah yang telah dibangun selama berada di Tanah Suci.

Tata Cara Salat Sunah Setelah Pulang Haji

Secara umum, tata cara pelaksanaan salat sunah setelah pulang haji tidak berbeda dengan salat sunah dua rakaat lainnya.

Jemaah dapat melaksanakannya di masjid terdekat sesaat setelah tiba di kampung halaman atau ketika memiliki kesempatan untuk mendatangi masjid.

Adapun tata caranya sebagai berikut:

  1. Berniat melaksanakan salat sunah qudum dua rakaat karena Allah SWT.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek.
  4. Rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
  5. Berdiri untuk rakaat kedua.
  6. Menyempurnakan rakaat kedua hingga salam.

Tidak terdapat bacaan khusus yang diwajibkan dalam salat ini sehingga tata caranya sama seperti salat sunah pada umumnya.

Baca juga: Penyebab Haji Tertolak, Jemaah Perlu Perhatikan 4 Hal Ini

Doa Setelah Pulang Haji

Setelah menunaikan salat sunah dua rakaat, jemaah dianjurkan memperbanyak doa dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang sering dibaca setelah pulang haji adalah:

Alhamdulillahilladzi nasarani biqadha'i nusuki wa hafadzani min wa'ta'is safari hatta a'udzu ila ahliy. Allahumma barik fi hayati ba'dal hajji waj'alni minas shalihin.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dalam melaksanakan ibadah haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan perjalanan hingga aku dapat kembali kepada keluargaku. Ya Allah, berkatilah kehidupanku setelah berhaji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang saleh."

Doa tersebut berisi ungkapan syukur sekaligus harapan agar nilai-nilai haji tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Doa yang Dianjurkan Selama Perjalanan Pulang

Selain doa setelah tiba di rumah, terdapat pula doa yang dianjurkan dibaca ketika dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci.

Doa tersebut berbunyi:

Ayibuna, ta'ibuna, 'abiduna, sajiduna li rabbina hamidun.

Artinya: "Kami pulang, kami bertaubat, kami beribadah, kami bersujud, dan kami memuji Tuhan kami."

Doa ini mencerminkan rasa syukur seorang Muslim atas kesempatan beribadah sekaligus tekad untuk mempertahankan ketakwaan setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

Doa Ketika Memasuki Kampung Halaman

Sesampainya di daerah tempat tinggal, jemaah juga dianjurkan membaca doa ketika memasuki kampung halaman.

Doa tersebut berbunyi:

Bismillah allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ahliha wa khaira ma fiha wa a'udzubika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri ma fiha.

Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, aku memohon kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan penduduknya, dan keburukan segala sesuatu yang ada di dalamnya."

Doa ini mengajarkan seorang Muslim untuk selalu memohon perlindungan dan keberkahan saat kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga: 4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat

Amalan Sunah Lain Setelah Pulang Haji

Selain salat sunah dua rakaat, para ulama menjelaskan terdapat beberapa amalan yang juga dianjurkan dilakukan setelah pulang haji.

1. Membawa Oleh-oleh untuk Keluarga

Dalam kitab Hasyiyatul Qalyubi wa Umairah disebutkan bahwa orang yang kembali dari perjalanan disunahkan membawa buah tangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tradisi membawa oleh-oleh bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kebahagiaan bagi keluarga yang menunggu kepulangan.

2. Memberi Kabar Sebelum Tiba

Ulama juga menganjurkan seseorang memberi kabar kepada keluarga ketika perjalanan pulang sudah mendekati rumah.

Anjuran ini bertujuan agar keluarga dapat mempersiapkan penyambutan dan tidak terkejut dengan kedatangan yang tiba-tiba.

3. Menjaga Akhlak dan Perilaku

Inilah amalan terpenting setelah haji. Dalam buku Buku Pintar dan Praktis Haji dan Umrah Lengkap Sesuai Sunnah karya Ratih Puspitawati dijelaskan bahwa salah satu tanda kemabruran haji adalah adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Semakin rajin beribadah, menjaga lisan, memperbanyak sedekah, dan menjauhi kemaksiatan menjadi indikator bahwa nilai-nilai haji benar-benar hidup dalam diri seseorang.

Haji Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan Spiritual

Banyak orang menganggap ibadah haji berakhir ketika jemaah tiba kembali di tanah air. Padahal, para ulama justru menilai fase setelah haji merupakan ujian yang sesungguhnya.

Apakah seseorang mampu mempertahankan kebiasaan baik yang dibangun selama berada di Tanah Suci atau justru kembali pada kebiasaan lama.

Oleh karena itu, salat sunah setelah pulang haji menjadi simbol penting bahwa perjalanan spiritual belum selesai.

Amalan sederhana tersebut mengajarkan rasa syukur, kerendahan hati, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.

Dengan menunaikan salat sunah dua rakaat, memperbanyak doa, serta menjaga akhlak dan ketakwaan, seorang Muslim diharapkan mampu mempertahankan semangat haji dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, kemabruran haji tidak hanya terlihat saat berada di Makkah, tetapi juga dari perubahan positif yang terus terjaga setelah kembali ke tengah masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Niat & Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji
Niat & Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji
Doa dan Niat
35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
Aktual
Mengenal Perjanjian Aqabah, Titik Balik Dakwah Islam Saat Musim Haji
Mengenal Perjanjian Aqabah, Titik Balik Dakwah Islam Saat Musim Haji
Aktual
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Aktual
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Aktual
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
Aktual
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Aktual
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Aktual
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Aktual
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com