KOMPAS.com – Kepulangan jemaah haji selalu menjadi momen yang penuh haru dan kebahagiaan.
Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Tanah Suci dan menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga maupun emosi, para tamu Allah akhirnya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Di berbagai daerah di Indonesia, kepulangan jemaah haji kerap disambut dengan doa, silaturahmi, hingga syukuran sederhana.
Baca juga: 7 Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji agar Kemabruran Tetap Terjaga
Kerabat dan tetangga datang untuk mengucapkan selamat sekaligus berharap memperoleh keberkahan dari mereka yang baru saja menyelesaikan rukun Islam kelima.
Menariknya, tradisi menyambut jemaah haji bukan hanya budaya yang berkembang di masyarakat.
Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah anjuran untuk menghormati orang yang baru pulang dari ibadah haji serta memohon doa kepada mereka.
Lalu, bagaimana bacaan doa yang dianjurkan saat menyambut jemaah haji? Apa keutamaan mendoakan mereka? Dan mengapa orang yang baru pulang haji memiliki kedudukan istimewa dalam Islam?
Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan sangat besar. Seorang Muslim yang mampu menunaikannya telah memenuhi panggilan Allah SWT untuk datang ke Baitullah dan menjalankan berbagai ritual yang diwariskan sejak Nabi Ibrahim AS.
Dalam kitab Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa haji termasuk ibadah yang menggabungkan pengorbanan fisik, harta, kesabaran, dan ketundukan total kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, orang yang kembali dari haji dipandang telah melewati perjalanan spiritual yang luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa menunaikan haji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa seorang haji yang menjalankan ibadah dengan baik memperoleh ampunan dosa yang sangat besar.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan mendoakan mereka dan berharap memperoleh keberkahan dari doa yang dipanjatkan oleh para jamaah haji.
Baca juga: Doa-doa Haji dan Umrah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Panduan Penting untuk Jamaah
Dalam sejumlah riwayat, orang yang berhaji disebut sebagai tamu Allah (wafdullah). Dikutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, jamaah haji termasuk golongan yang mendapat kemuliaan khusus karena memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah.
Bahkan dalam riwayat yang disebutkan Imam Al-Bazzar dari Abu Musa Al-Asy'ari RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berhaji dapat memberikan syafaat kepada ratusan anggota keluarganya dan kembali dalam keadaan bersih dari dosa sebagaimana saat dilahirkan oleh ibunya.
Karena itulah, masyarakat Muslim sejak dahulu memiliki kebiasaan menyambut kepulangan jemaah haji dengan penuh penghormatan dan doa.
Salah satu doa yang banyak dibaca ketika menyambut kepulangan jemaah haji terdapat dalam buku Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah karya Dra. Neni Nuraeni.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallāhut taqwā wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira haitsu mā kunta.
Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkan segala kebaikan bagimu di mana pun engkau berada."
Doa ini mengandung harapan agar keberkahan haji tidak berhenti setelah seseorang kembali ke rumah, tetapi terus melekat dalam kehidupannya sehari-hari.
Doa berikut juga sangat populer di tengah masyarakat Indonesia ketika menyambut kepulangan jamaah haji.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Allahummaj'alhu hajjan mabrūran wa dzanban maghfūran.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosa-dosanya diampuni."
Doa ini sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Sebab tujuan terbesar seorang Muslim setelah berhaji bukanlah memperoleh gelar sosial, melainkan mendapatkan predikat haji mabrur di sisi Allah SWT.
Baca juga: Doa Orang Pulang Haji Diyakini Makbul, Sampai Kapan Keutamaannya?
Banyak masyarakat yang datang bersilaturahmi kepada jemaah haji sambil meminta didoakan. Ternyata kebiasaan ini memiliki dasar dalam literatur Islam.
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan:
"Apabila engkau bertemu dengan orang yang telah berhaji, maka ucapkan salam kepadanya, berjabat tanganlah dengannya, dan mintalah agar ia memohonkan ampunan untukmu sebelum ia memasuki rumahnya karena sesungguhnya ia telah diampuni dosanya."
Para ulama mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa meminta doa kepada orang yang baru pulang haji hukumnya sunnah.
Syekh Sulaiman Al-Bujairami dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami 'ala Al-Khatib menerangkan bahwa seorang haji dianjurkan mendoakan kaum Muslimin dan masyarakat juga dianjurkan meminta doa darinya.
Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang dianjurkan ketika menyambut kepulangan jamaah haji.
Umat Islam dianjurkan menyampaikan ucapan yang baik serta mendoakan agar ibadah hajinya diterima Allah SWT.
Dalam buku Bimbingan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama, dijelaskan bahwa penyambutan jemaah haji hendaknya dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan sehingga tidak menghilangkan nilai ibadah serta rasa syukur.
Momentum kepulangan haji dapat menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Para ulama mengingatkan agar penghormatan kepada jemaah haji tetap dalam batas yang wajar dan tidak mengarah pada sikap berlebihan.
Baca juga: Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air
Istilah haji mabrur sering kali terdengar setiap musim haji. Namun, apa sebenarnya makna haji mabrur?
Dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa para ulama memiliki beragam definisi mengenai haji mabrur.
Menurut Imam An-Nawawi, haji mabrur adalah haji yang tidak dicampuri oleh perbuatan dosa. Sementara Ibnu Khalawaih sebagaimana dikutip dalam kitab Naylul Authar karya Imam Asy-Syaukani menjelaskan bahwa haji mabrur berarti haji yang diterima Allah SWT.
Adapun dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Al-Hakim dari Jabir RA, Rasulullah SAW menjelaskan:
"Haji mabrur adalah memberi makan dan menyebarkan kedamaian."
Penjelasan ini menunjukkan bahwa kemabruran haji tidak hanya terlihat saat berada di Makkah, tetapi juga tampak dari perubahan akhlak setelah seseorang kembali ke lingkungan masyarakat.
Para ulama menyebut beberapa indikator yang menunjukkan kemabruran haji seseorang, antara lain:
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya sebuah ibadah adalah munculnya amal saleh setelah ibadah tersebut dilakukan.
Karena itulah, kemabruran haji sesungguhnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah seseorang kembali dari Tanah Suci.
Keutamaan haji mabrur disebutkan secara tegas dalam hadis Rasulullah SAW:
"Tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi terbesar bagi setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji.
Oleh sebab itu, doa yang dipanjatkan saat menyambut kepulangan jamaah haji sejatinya bukan sekadar formalitas atau tradisi tahunan.
Di dalamnya terdapat harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, mengampuni dosa-dosanya, serta menjadikan perjalanan suci tersebut sebagai titik awal kehidupan yang lebih baik.
Dengan demikian, membaca doa ketika menyambut jemaah haji bukan hanya bentuk penghormatan kepada tamu Allah yang baru kembali dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat silaturahmi, menebarkan doa kebaikan, dan berharap memperoleh keberkahan dari orang-orang yang baru saja menyelesaikan salah satu ibadah paling agung dalam Islam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang