Editor
KOMPAS.com - Wirid merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan secara rutin oleh seorang Muslim dalam keseharian.
Amalan ini dilakukan dengan memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT setelah melaksanakan ibadah tertentu, termasuk shalat fardhu.
Keutamaan berdoa dan berdzikir setelah shalat juga termuat dalam surah Al-Ghafir ayat 60, Allah SWT bersabda.
Baca juga: Ketika Wirid Menggema, Sumpah Tapanuli Mengikat Nurani
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِر
Artinya: "Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”
Baca juga: Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Hal tersebut juga termuat dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Jarir, ia berkata, ‘Amr telah berkata padaku bahwa Abu Ma’bad –bekas budak Ibnu ‘Abbas- mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – . وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ
Artinya: “Mengeraskan suara pada dzikir setelah shalat wajib telah ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Aku mengetahui bahwa shalat telah selesai dengan mendengar hal itu, yaitu jika aku mendengarnya.” (HR. Bukhari no. 805 dan Muslim no. 583)
Wirid harian setelah shalat wajib umumnya diisi dengan membaca berbagai bacaan zikir dan doa yang dianjurkan.
Berikut adalah panduan wirid setelah shalat fardhu untuk memohon perlindungan, ampunan, serta keberkahan dari Allah SWT yang dirangkum dari berbagai sumber.
Wirid setelah sholat wajib merupakan rangkaian zikir dan doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk penyempurna ibadah sekaligus memperbanyak mengingat Allah SWT setelah menunaikan sholat fardu. Berikut adalah urutan bacaannya
Wirid setelah sholat umumnya diawali dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Bacaan ini menjadi pengakuan atas kekurangan dalam ibadah sekaligus harapan agar sholat yang telah dikerjakan diterima oleh Allah SWT.
Setelah istighfar, dianjurkan membaca doa Allahumma Antas Salam wa minkas salam tabarakta ya Dzal Jalali wal Ikram. Doa ini merupakan pujian kepada Allah SWT sebagai sumber keselamatan sekaligus permohonan agar diberikan kedamaian dan keberkahan.
Bacaan tahlil berupa kalimat Laa ilaaha illallah menjadi bagian dari rangkaian wirid setelah sholat. Zikir ini menegaskan tauhid kepada Allah SWT dan mengingatkan seorang Muslim untuk senantiasa mengesakan-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Membaca Ayat Kursi setelah sholat wajib termasuk amalan yang dianjurkan dalam hadis. Ayat ini dikenal memiliki keutamaan sebagai bentuk perlindungan dari Allah SWT serta mengandung penegasan tentang kebesaran dan kekuasaan-Nya.
Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga dianjurkan dibaca sebagai bagian dari wirid setelah sholat. Ketiga surat yang dikenal sebagai Al-Mu'awwidzat ini berisi pengagungan kepada Allah SWT sekaligus permohonan perlindungan dari berbagai keburukan.
Rangkaian wirid kemudian dilanjutkan dengan membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar). Zikir ini menjadi bentuk penyucian, pujian, dan pengagungan kepada Allah SWT yang dianjurkan untuk dibaca masing-masing sebanyak 33 kali, kemudian disempurnakan dengan tahlil.
Setelah menyelesaikan zikir, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa sesuai tuntunan Rasulullah SAW maupun doa-doa lainnya. Waktu setelah sholat termasuk salah satu momen yang baik untuk memohon ampunan, keberkahan, rezeki, serta berbagai hajat kepada Allah SWT.
Berikut bacaan wirid harian yang bisa dibaca setelah shalat fardhu:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ عَلَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ×٣
Latin: Astaghfirullâh al-‘adhîm lî wa liwâlidayya wa li ash ḫâbil-huquq ‘alayya walijami‘il-mu’minîna wal-mu’minâti wal-muslimîna wal-muslimâti al-aḫyâ’i minhum wal-amwât(i) 3x
Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung, untuk diriku sendiri, kedua orang tuaku, sahabat-sahabat yang aku masih memiliki hak atasku, semua kaum mukmin dan muslim, baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat.
لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣
Latin: Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah(u), lahul-mulku wa lahul-ḫamdu yuḫyî wayumîtu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr(un) 3x
Artinya: Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala puji, Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ
Latin: Allâhumma antas-salâm(u) wa minkas-salam(u) wa ilaika ya‘udus-salâm(u) faḫayyinâ rabbanâ bis-salam(i) wa adkhilnâl-jannata dâras-salam(i) tabârakta rabbanâ wa ta‘alaita yâ dzal-jalâli wal-ikram(i)
Artinya: Ya Allah Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), dari-Mu keselamatan (kesejahteraan) datang, dan kepadamu segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang Mahasuci, wahai Tuhan kami, dan Engkaulah Dzat yang Mahaluhur, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمِيْن
Latin: A‘ûdzu billahi minasy-syaithânir-rajîm(i). Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn(a). Arraḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn(i). Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în(u). Ihdinash-shirâtal-mustqîm(a). Shirâtal-ladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdûbi ‘alaihim wa lâdl-dlâllîn(a). âmîn
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amin.
Dzikir dalam wirid harian merupakan rangkaian bacaan untuk mengingat dan mengagungkan Allah SWT yang dapat diamalkan setelah shalat maupun dalam berbagai kesempatan. Bacaan dzikir ini berisi pujian, pengakuan atas kebesaran Allah SWT, serta permohonan ampunan kepada-Nya.
Istighfar merupakan bacaan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Latin: Astaghfirullah
Arti: Aku memohon ampun kepada Allah.
Tasbih adalah bacaan untuk menyucikan Allah SWT dari segala kekurangan dan menegaskan kesempurnaan-Nya.
Arab: سُبْحَانَ اللهِ
Latin: Subhanallah
Arti: Maha Suci Allah.
Tahmid merupakan ungkapan pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang diberikan.
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah
Arti: Segala puji bagi Allah.
Takbir adalah bacaan yang menunjukkan pengakuan seorang hamba bahwa Allah SWT memiliki kebesaran yang melampaui segala sesuatu.
Arab: اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar
Arti: Allah Maha Besar.
Tahlil merupakan bacaan yang menegaskan keesaan Allah SWT dan menjadi bentuk pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
Latin: Laa ilaaha illallah
Arti: Tidak ada Tuhan selain Allah.
Setelah doa dan dzikir dilantunkan, ada beberapa doa yang disarankan untuk dipanjatkan untuk kebaikan di dunia dan di akhirat.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
Latin: Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii.
Arti: (Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbana aatina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa 'adzaban-naar.
Artinya: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Latin: Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a'uudzu bika minan-naar
Artinya: Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.
Membaca wirid harian memiliki berbagai keutamaan bagi seorang Muslim yang senantiasa mengingat Allah SWT. Amalan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga dapat membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.
Wirid dan zikir menjadi salah satu amalan yang dapat menjadi sebab mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dengan memperbanyak istighfar dan mengingat Allah, seorang Muslim memohon agar dosa serta kesalahan yang telah dilakukan diampuni.
Membaca wirid secara rutin dapat membantu menghadirkan ketenangan dan kedamaian dalam hati. Zikir mengingatkan seorang Muslim bahwa segala urusan berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Wirid harian menjadi sarana untuk memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Melalui zikir, seorang Muslim dapat meningkatkan keimanan dan menjaga kedekatan spiritual kepada-Nya.
Selain menjadi amalan ibadah, wirid juga diyakini dapat menjadi sebab datangnya keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT. Dengan senantiasa mengingat Allah, seorang Muslim berharap diberikan kelapangan dalam urusan rezeki dan kehidupan.
Wirid harian dapat diamalkan kapan saja, terutama pada waktu-waktu yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Beberapa waktu yang umum digunakan untuk membaca wirid adalah setelah sholat fardhu serta pagi dan petang.
Salah satu waktu utama membaca wirid adalah setelah menunaikan sholat wajib lima waktu. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan doa sebagai bentuk rasa syukur serta penyempurna ibadah sholat.
Wirid juga dianjurkan dibaca pada waktu pagi dan petang sebagai bentuk perlindungan serta pengingat kepada Allah SWT. Amalan zikir pada kedua waktu tersebut membantu seorang Muslim memulai dan mengakhiri aktivitas dengan mengingat Allah.
Dalam membaca wirid dan dzikir, seorang Muslim dianjurkan memperhatikan adab agar ibadah yang dilakukan lebih khusyuk dan bermakna. Selain menjaga sikap, memahami bacaan juga penting agar zikir tidak hanya diucapkan secara lisan, tetapi juga dihayati dalam hati.
Membaca wirid hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan menghadirkan hati kepada Allah SWT. Sikap tenang dan fokus membantu seorang Muslim lebih memahami makna dari setiap bacaan zikir yang dilafalkan.
Konsistensi menjadi salah satu hal penting dalam mengamalkan wirid harian. Meskipun dilakukan dengan jumlah bacaan yang sederhana, zikir yang diamalkan secara rutin memiliki nilai ibadah yang besar.
Memahami arti dari bacaan wirid dapat membantu seorang Muslim lebih menghayati setiap zikir yang diucapkan. Dengan mengetahui maknanya, zikir tidak hanya menjadi rangkaian kalimat, tetapi juga menjadi bentuk komunikasi dan penghambaan kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang