Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Doa Setelah Adzan Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Kompas.com, 10 September 2025, 15:42 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com – Adzan adalah seruan yang dikumandangkan sebagai penanda waktu sholat telah tiba. Dalam sehari semalam, minimal lima kali adzan diperdengarkan.

Setelah selesai dikumandangkan adzan, umat Islam diperintahkan untuk membaca doa setelah selesai adzan. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya agar memperoleh keutamaan di dalamnya.

Berikut bacaan doa setelah selesai adzan beserta keutamaan membacanya.

Baca juga: Bacaan Adzan Subuh: Arab, Latin, Arti, dan Cara Menjawabnya

Bacaan Doa Setelah Adzan

Inilah doa setelah selesai adzan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW

Arab:

اللّهُـمَّ رَبَّ هـذِهِ الدَّعـوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاةِ القَائِمَةِ، آتِ محمَّداً الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابعَثهُ مَقَاماً مَحمُوداً الَّذِي وَعَدتَّهُ

Latin:

Allaahumma rabba haadzihid da‘watit taammah, wash shalaatil qaa’imah, aati Muhammadanil wasiilata walfadhiilah, wab‘ats hu maqaamam mahmuudanil ladzii wa‘adtah.

Artinya:

Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna (adzan) ini dan sholat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad kedudukan yang tinggi dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau janjikan.

Baca juga: 7 Keutamaan Menjadi Muadzin Lengkap dengan Bacaan Adzan dan Iqomah

Dalam redaksi lain, bacaan doa setelah adzan terdapat tambahan lafal:

اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

Sehingga lafalnya menjadi:

Arab:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

Latin:

Allaahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaaimah. Aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtah innaka laa tukhliful mii'ad.

Artinya:

Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.

Keutamaan Membaca Doa Setelah Adzan

Membaca doa setelah adzan akan mendatangkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Hal ini disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:

من قال حين يسمع النداء اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حلت له شفاعتي يوم القيامة رواه البخاري في صحيحه

Artinya: “Siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan adzan ‘Allaahumma rabba haadzihid da‘watit taammah, wash shalaatil qaa’imah, aati Muhammadanil wasiilata walfadhiilah, wab‘ats hu maqaamam mahmuudanil ladzii wa‘adtah’, Maka ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat.” (H.R. Bukhari).

Baca juga: 7 Doa untuk Pengantin Baru Agar Diberi Keberkahan dan Keharmonisan

Berdoa antara Adzan dan Iqamah

Selain membaca doa setelah adzan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa-doa lain sesuai dengan apa yang dihajatkan. Waktu antara adzan dan iqamah merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
Dalam salah satu haditsnya, Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

Artinya: “Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (H.R. Abu Daud dan AT Tirmidzi).

Lantas doa apa yang paling afdhal dibaca? Dalam salah satu haditsnya Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang doa yang paling afdhal dibaca.

أتى النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ رجلٌ فقالَ : يا رسولَ اللَّهِ أيُّ الدُّعاءِ أفضلُ ؟
قالَ سَل ربَّكَ العفوَ والعافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ
ثمَّ أتاهُ في اليومِ الثَّاني فقالَ يا رسولَ اللَّهِ أيُّ الدُّعاءِ أفضلُ
قالَ سَل ربَّكَ العفوَ والعافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ
ثمَّ أتاهُ في اليومِ الثَّالثِ فقالَ يا نبيَّ اللَّهِ أيُّ الدُّعاءِ أفضلُ
قالَ سَل ربَّكَ العفوَ والعافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ
فإذا أُعطيتَ العفوَ والعافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ فقد أفلحتَ

Artinya:

Ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ia bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah doa yang paling afdhal?”.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Mintalah kepada Allah maaf dan ‘afiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat”.

Kemudian datang lagi di hari yang kedua, dan bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah doa yang paling afdhal?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Mintalah maaf kepada Allah ‘afiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat.

Kemudian datang lagi di hari yang ketiga, dan bertanya : “Wahai Nabi Allah, apakah doa yang paling afdhal?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Mintalah maaf kepada Allah ‘afiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat. Jika engkau telah dianugerahi ‘afiyah di dunia dan akhirat, sungguh engkau telah beruntung”.

Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa doa yang paling afdhal dibaca adalah doa memohon ampun atau maaf kepada Allah SWT dan memohon keselamatan di dunia dan akhirat.

Baca juga: 7 Doa Saat Hujan Turun: Arab, Latin, Artinya

Doa keselamatan dunia akhirat yang bisa dibaca adalah doa sapu jagat, yaitu doa yang terdapat pada surat Al Baqarah ayat 201.

Arab:

رَبَّنَاا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin:

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa adzaabannaar.

Artinya:

Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Aktual
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa dan Niat
Benarkah Sedekah Harus Mendahulukan Keluarga? Ini Penjelasan Urutan Penerimanya Menurut Islam
Benarkah Sedekah Harus Mendahulukan Keluarga? Ini Penjelasan Urutan Penerimanya Menurut Islam
Aktual
Urutan Orang yang Berhak Menerima Sedekah Menurut Islam, Siapa yang Harus Didahulukan?
Urutan Orang yang Berhak Menerima Sedekah Menurut Islam, Siapa yang Harus Didahulukan?
Aktual
Doa Malam Tirakat 17 Agustus HUT ke-81 RI, Lengkap untuk Pembuka dan Penutup Acara
Doa Malam Tirakat 17 Agustus HUT ke-81 RI, Lengkap untuk Pembuka dan Penutup Acara
Doa dan Niat
Teks Doa Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas, Dipimpin Imam Masjid Istiqlal
Teks Doa Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas, Dipimpin Imam Masjid Istiqlal
Aktual
Suhu di Arab Saudi Diperkirakan Tetap di Atas Normal hingga Oktober
Suhu di Arab Saudi Diperkirakan Tetap di Atas Normal hingga Oktober
Aktual
APBD Garut Defisit, Dedi Mulyadi Ambil Alih MTQ Tingkat Provinsi Jabar
APBD Garut Defisit, Dedi Mulyadi Ambil Alih MTQ Tingkat Provinsi Jabar
Aktual
Unik, Kreator Konten Arab Saudi Sulap Unta Jadi Bintang Media Sosial Lewat Video Viral
Unik, Kreator Konten Arab Saudi Sulap Unta Jadi Bintang Media Sosial Lewat Video Viral
Aktual
Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Aktual
Profil Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Pengisi Shalawat Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Profil Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Pengisi Shalawat Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Aktual
Doa Lintas Agama Menggema di Monas, Pemuka 6 Agama Berdoa agar Indonesia Damai dan Bersatu
Doa Lintas Agama Menggema di Monas, Pemuka 6 Agama Berdoa agar Indonesia Damai dan Bersatu
Aktual
Doa Sebelum Berhubungan Intim Menurut Islam: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Sebelum Berhubungan Intim Menurut Islam: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Indonesia Tak Boleh Diacak-acak, Pesan Menag di Zikir Kebangsaan
Indonesia Tak Boleh Diacak-acak, Pesan Menag di Zikir Kebangsaan
Aktual
Menag: Tunjangan Guru Naik 700 Persen, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menag: Tunjangan Guru Naik 700 Persen, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar