Editor
KOMPAS.com - Doa tahiyat akhir atau tasyahud akhir merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah sholat yang tidak boleh ditinggalkan.
Bacaan ini dilafalkan saat duduk di akhir sholat sebelum salam sebagai penutup.
Dalam ajaran Islam, tahiyat akhir termasuk rukun sholat yang menentukan sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan.
Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memahami bacaan, makna, serta tata cara pelaksanaannya sesuai sunnah.
Baca juga: Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Sholat sendiri merupakan amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dengan benar dan khusyuk.
Salah satu bagian penting yang harus diperhatikan adalah bacaan tahiyat akhir beserta posisinya.
Berikut adalah bacaan doa tahiyat akhir lengkap Arab, latin, arti, serta posisi tangan dan duduk tawaruk sesuai sunnah Rasul, yang dirangkum Kompas.com dari laman Kemenag dan Antara.
Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Shalat Fardhu Lengkap dengan Urutannya
Berikut bacaan doa tahiyat akhir dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Arab Latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.
Aallaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Salam sejahtera untukmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera bagi kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sungguh, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sungguh, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”
Sebagai bagian dari rukun sholat, terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan saat membaca tahiyat akhir.
Bacaan tahiyat akhir wajib dilafalkan sebelum salam sebagai penutup sholat.
Tahiyat akhir merupakan rukun sholat. Jika tidak dilakukan, maka sholat yang dikerjakan menjadi tidak sah.
Saat tahiyat akhir, posisi duduk yang dianjurkan adalah duduk tawaruk. Posisi ini dilakukan dengan duduk di atas lantai atau sajadah, kaki kiri diselipkan di bawah kaki kanan, sementara telapak kaki kanan ditegakkan menghadap kiblat.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Al-Imam Muslim no. 579, dari sahabat ‘Abdullah bin Az-Zubair, Rasulullah berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَعَدَ فِي الصَّلَاةِ جَعَلَ قَدَمَهُ الْيُسْرَى بَيْنَ فَخِذِهِ وَسَاقِهِ، وَفَرَشَ قَدَمَهُ الْيُمْنَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى، وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ
Artinya: “Bahwa Rasulullah apabila duduk dalam sholat (tasyahhud akhir), beliau mengedepankan kaki kirinya (mengeluarkan kaki kirinya) di antara paha dan betisnya, dan menghamparkan kaki kanannya. Beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya, sembari memberi isyarat dengan telunjuknya.”
Selain posisi duduk, tata cara peletakan tangan juga memiliki ketentuan tersendiri dalam tahiyat akhir.
Kedua tangan diletakkan di atas paha dalam keadaan tenang dan khusyuk. Tangan kiri berada di atas lutut kiri dalam posisi terbuka, sedangkan tangan kanan berada di atas paha kanan.
Saat melafalkan kalimat “illallah”, jari telunjuk tangan kanan diangkat sebagai bentuk kesaksian terhadap keesaan Allah SWT.
Posisi ini dijelaskan dalam hadits riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 294, yang dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ، وَرَفَعَ إِصْبَعَهُ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ يَدْعُو بِهَا، وَيَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ بَاسِطَهَا عَلَيْهِ
Artinya: “Bahwa Nabi apabila duduk dalam sholat, beliau meletakkan tangan kanannya di atas lututnya dan mengangkat telunjuk tangan kanannya untuk berdoa, serta menghamparkan tangan kirinya di atas lututnya.”
Dalam Hadits Riwayat Al Imaam Muslim no: 580, dari ‘Abdullooh bin ‘Umar dimana didalam riwayat itu dijelaskan bahwa:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى، وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا، وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ، وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى
Artinya: “Rasulullah ﷺ apabila duduk dalam sholat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dengan menggenggam seluruh jari-jarinya dan memberi isyarat dengan telunjuknya, serta meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya.”
Doa tahiyat akhir tidak hanya berisi bacaan, tetapi juga mengandung makna pengakuan keesaan Allah, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Tuhannya.
Memahami bacaan, arti, serta tata cara tahiyat akhir menjadi langkah penting untuk menyempurnakan ibadah sholat.
Dengan pelaksanaan tahiyat akhir yang sesuai sunnah, sholat dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan bernilai sempurna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang