Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Rezeki Lancar dari Surat Al Waqiah: Amalan Pesantren yang Banyak Diamalkan

Kompas.com, 2 April 2026, 07:56 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Banyak orang mencari cara agar rezeki terus mengalir dan hidup terasa cukup.

Di kalangan pesantren, ada satu amalan yang sudah lama dikenal: membaca Surat Al-Waqiah secara rutin.

Amalan ini juga dibagikan oleh KH Deni Ramdhani Sagara (DRS), Khodimul Majelis Dzikir Pondok Pesantren Cipasung.

Menurutnya, jika dilakukan dengan keyakinan dan istiqamah, amalan ini bisa membuka pintu keberkahan.

Baca juga: Bacaan Surat Al Waqiah Lengkap dengan Kandungan dan Keutamaannya

Amalan Sederhana, Tapi Diyakini Dahsyat

KH Deni membagikan tips yang cukup mudah diamalkan siapa saja:

1. Siapkan Uang yang Dimiliki Hari Ini

Baik uang di rekening maupun cash, sisihkan terlebih dahulu sebagai simbol ikhtiar.

2. Bacakan Sholawat

Awali dengan sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

3. Baca Surat Al-Waqiah

Jumlah bacaan bisa dipilih sesuai kemampuan:

  • 3 kali
  • 7 kali
  • 21 kali
  • 41 kali (lebih banyak diyakini lebih kuat)

Untuk membaca Surat Al Waqiah lengkap Arab, Latin dan Artinya silakan klik link berikut ini: Surat Al Waqiah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Pesannya sederhana: Semakin sering dibaca dengan hati yakin, semakin terasa keberkahannya.

Jangan Lupa Tawassul, Ini Kunci Pembuka

Sebelum mulai, dianjurkan membaca Al-Fatihah dengan tawassul kepada:

  • Nabi Muhammad 
  • Malaikat Jibril dan Mikail
  • Nabi Sulaiman dan Nabi Khidir
  • Para guru dan ulama pesantren
  • Orang tua, pasangan, dan anak-anak
  • Seluruh muslimin dan muslimat

Lalu niatkan:

Qobul hajat, Al-Fatihah. Lalu baca surat Al Fatihah.

Benarkah Surat Al-Waqiah Bisa Melancarkan Rezeki?

Dalam sejumlah riwayat yang dinukil dari Abdullah bin Mas'ud disebutkan:

“Barang siapa membaca Surat Al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kemiskinan.”

Meski sebagian ulama menilai hadis ini tidak terlalu kuat, banyak yang tetap membolehkan mengamalkannya sebagai fadhilah amal (keutamaan).

Ini yang Sering Disalahpahami

Banyak orang berharap hasil instan. Padahal, dalam pandangan ulama:

- Bukan “jampi cepat kaya”

Amalan ini bukan jaminan langsung kaya mendadak.

- Tapi pembuka keberkahan

Dalam kajian Ilmu Tasawuf:

  • Al-Waqiah membantu menenangkan hati
  • Menguatkan tawakal
  • Mengubah cara pandang terhadap rezeki

Kenapa Banyak yang Merasakan Dampaknya?

Karena amalan ini biasanya dibarengi dengan:

  • Lebih rajin berdoa
  • Lebih disiplin ibadah
  • Lebih sadar untuk bersedekah
  • Lebih tenang menghadapi masalah ekonomi

Di sinilah “rahasia” sebenarnya: Perubahan diri yang akhirnya membuka jalan rezeki.

Tips Agar Lebih Terasa Hasilnya

Kalau ingin mencoba, lakukan dengan cara ini:

  • Baca setelah Maghrib atau sebelum tidur
  • Dalam keadaan suci (berwudhu)
  • Istiqamah setiap hari (ini paling penting)
  • Sertai dengan sedekah, walau kecil
  • Hindari maksiat yang menghambat rezeki

Baca juga: Keutamaan Surat Al Waqiah, Doa Rezeki hingga Ketenangan Hati

Penutup: Bukan Sekadar Rezeki, Tapi Ketenangan

Banyak yang awalnya mengamalkan Surat Al-Waqiah karena ingin rezeki lancar.
Namun pada akhirnya, yang paling terasa justru:

  • Hati lebih tenang
  • Hidup terasa cukup
  • Rezeki datang dari arah tak terduga

Karena sejatinya, rezeki bukan hanya soal uang, tapi juga keberkahan hidup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com