KOMPAS.com – Di antara 114 surah dalam Al-Qur'an, terdapat satu surah yang memiliki kedudukan istimewa di mata banyak ulama dan umat Islam.
Surah itu adalah Surah Al Mulk, surah ke-67 yang terdiri dari 30 ayat dan kerap dianjurkan untuk dibaca setiap malam sebelum tidur.
Bagi sebagian Muslim, membaca Surah Al Mulk telah menjadi amalan harian yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tidak sedikit yang menghafalnya karena meyakini keutamaan besar yang terkandung di dalamnya.
Salah satu keutamaan yang paling populer adalah keyakinan bahwa Surah Al Mulk dapat menjadi pelindung dari siksa kubur.
Keutamaan ini bukan sekadar tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat, melainkan memiliki dasar dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh para ulama hadis.
Lalu, bagaimana penjelasan hadis-hadis tersebut? Mengapa Surah Al Mulk memiliki kedudukan yang begitu istimewa?
Surah Al Mulk merupakan surah ke-67 dalam Al-Qur'an dan tergolong surah Makkiyah karena diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Nama "Al Mulk" berarti kerajaan, kekuasaan, atau kedaulatan. Nama ini diambil dari ayat pertama:
"Tabarakalladzi biyadihil mulku wa huwa 'ala kulli syai'in qadir."
Artinya:
"Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Surah Al Mulk mengajak manusia merenungkan kebesaran Allah melalui penciptaan langit, bumi, kehidupan, kematian, serta berbagai tanda kekuasaan-Nya yang tersebar di alam semesta.
Karena itu, surah ini bukan hanya berbicara tentang kehidupan setelah kematian, tetapi juga menguatkan keyakinan bahwa seluruh kehidupan berada dalam pengawasan Allah SWT.
Baca juga: Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Keutamaan Surah Al Mulk sebagai pelindung dari siksa kubur bersumber dari sejumlah hadis Rasulullah SAW.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya dalam Al-Qur'an terdapat satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat. Surah itu memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni. Surah itu adalah Tabarakalladzi biyadihil mulk."
Hadis ini menjadi salah satu dasar utama mengapa para ulama menganjurkan umat Islam untuk membaca Surah Al Mulk secara rutin.
Dalam kitab Yang Bangkrut dan Yang Untung di Alam Kubur karya Taqiyuddin Al-Jurjani dijelaskan bahwa Surah Al Mulk disebut sebagai penghalang yang melindungi pembacanya dari azab kubur.
Karena itulah para sahabat Rasulullah SAW memberi julukan khusus kepada surah ini, yaitu Al-Mani'ah, yang berarti "surah yang mencegah" atau "penghalang".
Salah satu riwayat yang sering dikutip para ulama berasal dari sahabat Nabi, Abdullah bin Mas'ud.
Dalam buku Kumpulan Surah-Surah Istimewa dalam Al-Qur'an karya Lingkar Kalam disebutkan bahwa Ibnu Mas'ud pernah menggambarkan bagaimana Surah Al Mulk menjadi pembela bagi pembacanya setelah meninggal dunia.
Dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa ketika malaikat mendatangi seorang hamba di alam kubur, setiap anggota tubuhnya memberikan kesaksian bahwa orang tersebut dahulu rutin membaca Surah Al Mulk.
Kedua kakinya bersaksi bahwa ia berdiri untuk membaca surah tersebut.
Dada dan perutnya bersaksi bahwa keduanya pernah menjadi tempat tersimpannya bacaan Surah Al Mulk.
Kepalanya pun memberikan kesaksian yang sama.
Riwayat ini menggambarkan betapa kuatnya hubungan antara seorang Muslim dengan Al-Qur'an yang dibacanya secara istiqamah selama hidup.
Baca juga: Rutin Dibaca Rasulullah, Ini 10 Surat Pendek untuk Shalat
Keutamaan Surah Al Mulk juga muncul dalam kisah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas.
Suatu ketika beberapa sahabat Rasulullah SAW mendirikan kemah di sebuah tempat yang ternyata merupakan area pemakaman.
Tanpa sengaja mereka mendengar seseorang membaca Surah Al Mulk hingga selesai dari dalam kubur tersebut.
Peristiwa itu kemudian disampaikan kepada Rasulullah SAW.
Mendengar kisah tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
"Surah itu adalah penghalang dan penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur."
Hadis riwayat At-Tirmidzi ini menjadi salah satu riwayat yang paling sering dijadikan rujukan mengenai keutamaan Surah Al Mulk.
Para ulama menjelaskan bahwa perlindungan dari siksa kubur bukanlah semata-mata karena seseorang membaca Surah Al Mulk secara lisan.
Lebih dari itu, kandungan surah tersebut harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kitab Fadhail Al-Qur'an, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amalan-amalan Al-Qur'an yang dilakukan secara konsisten memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan keimanan dan ketakwaan seseorang.
Sementara itu, dalam Tafsir Al-Qurthubi, Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Surah Al Mulk mengandung pelajaran tentang kebesaran Allah, kesadaran akan kematian, tanggung jawab manusia, serta pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Karena itu, orang yang rutin membaca dan merenungkan maknanya akan lebih terdorong untuk memperbaiki amal perbuatannya.
Baca juga: Surat Yasin Lengkap 83 Ayat: Arab, Latin dan Artinya
Selain dikenal sebagai pelindung dari siksa kubur, Surah Al Mulk juga memiliki sejumlah keutamaan lain.
Hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi menjelaskan bahwa Surah Al Mulk akan memberikan syafaat kepada orang yang rutin membacanya hingga dosa-dosanya diampuni Allah SWT.
Banyak ayat dalam Surah Al Mulk yang mengajak manusia merenungkan kehidupan setelah kematian.
Karena itu, surah ini sering disebut sebagai salah satu surah yang efektif membangun kesadaran spiritual dan rasa tanggung jawab terhadap amal perbuatan.
Seluruh isi Surah Al Mulk berbicara tentang kekuasaan Allah atas alam semesta.
Pesan tersebut membantu seorang Muslim memperkuat tauhid serta meningkatkan rasa tunduk kepada Allah SWT.
Dalam berbagai kitab hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca Surah Al Mulk sebelum tidur.
Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh banyak ulama dari generasi ke generasi hingga sekarang.
Para ulama menilai Surah Al Mulk memiliki keistimewaan karena menggabungkan antara penguatan akidah, pengingat kematian, dan motivasi untuk memperbaiki amal.
Membacanya sebelum tidur seakan menjadi bentuk muhasabah harian bagi seorang Muslim.
Setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari, seseorang diajak kembali mengingat bahwa seluruh kekuasaan berada di tangan Allah dan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir.
Pesan inilah yang membuat Surah Al Mulk terus hidup dalam tradisi keagamaan umat Islam sejak masa sahabat hingga hari ini.
Pada akhirnya, keutamaan Surah Al Mulk tidak hanya terletak pada banyaknya pahala atau perlindungan yang dijanjikan.
Yang lebih penting adalah pesan yang dibawanya.
Surah ini mengingatkan manusia bahwa hidup dan mati berada dalam genggaman Allah SWT. Setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban, dan setiap manusia sedang berjalan menuju kehidupan akhirat.
Karena itu, membaca Surah Al Mulk seharusnya tidak berhenti pada rutinitas lisan semata. Surah ini mengajak setiap Muslim untuk memperkuat tauhid, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian.
Itulah sebabnya para sahabat menamainya Al-Mani'ah, surah yang menghalangi siksa kubur. Bukan hanya karena dibaca, tetapi karena kandungannya mampu mengubah cara seseorang memandang kehidupan, kematian, dan hubungannya dengan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang