Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesan Menag kepada ASN: Tugas Kita Menyampaikan Ketenangan

Kompas.com, 2 September 2025, 13:45 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara


KOMPAS.com-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan peran penting Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai teladan sekaligus pembawa pesan damai di tengah kondisi bangsa yang sensitif.

Ia menekankan agar setiap pejabat dan aparatur Kemenag mampu mengendalikan emosi serta memperkuat kolaborasi untuk menjaga suasana tetap kondusif.

“Tugas kita adalah menciptakan ketenangan. Jangan mudah terpancing provokasi yang melampaui batas kemanusiaan. Mari ajak masyarakat kembali ke rumah ibadah, berdzikir, beristighatsah, dan menjalankan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing sebagai bentuk introspeksi diri,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Selasa (2/9/2025), seperti dilansir Antara.

Baca juga: Menag Takziah ke Korban Kebakaran Gedung DPRD Makassar, Sampaikan Belasungkawa Presiden

Menurut Menag, setiap ASN Kemenag membawa nama institusi dalam perilakunya. Karena itu, di tengah situasi bangsa yang memanas, ASN Kemenag harus tampil sebagai cerminan lembaga pemerintah yang menebarkan kerukunan dan kedamaian.

“Jadikan mulut kita sebagai mulut Kementerian Agama. Apa yang kita sampaikan harus menjadi suara Kemenag, suara yang menyejukkan sekaligus meredam ketegangan,” tegasnya.

Pesan untuk Menjaga Ketertiban Publik

Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran Kemenag aktif menyadarkan masyarakat, termasuk keluarga terdekat, untuk tidak terlibat dalam kegiatan provokatif.

Nasaruddin menilai demonstrasi merupakan bagian dari sistem demokrasi, namun harus tetap dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerusakan maupun keresahan publik.

“Demonstrasi itu sah dan diperbolehkan, tetapi jangan sampai melampaui batas,” kata dia.

Baca juga: Menag: Peralihan Layanan Haji ke BP Haji Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas

Ajakan kepada Tokoh Agama dan Masyarakat

Sebelumnya, Menag juga mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan menenangkan agar umat tidak mudah terprovokasi, terutama setelah terjadinya unjuk rasa yang berujung perusakan di sejumlah daerah.

“Saya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terjaganya kohesivitas sosial. Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi,” ucap Nasaruddin.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com