Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Siapkan Delapan Madrasah untuk Bertransformasi Menjadi MAKN

Kompas.com, 30 November 2025, 15:28 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Kementerian Agama tengah memproses transformasi sejumlah madrasah menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi di lingkungan madrasah.

Tahap awal transformasi ini melibatkan delapan madrasah yang saat ini memasuki proses presentasi kesiapan kelembagaan.

Delapan madrasah tersebut meliputi MAN 2 Bantul (DIY), MAN 1 Aceh Utara, MAN 2 Batang Hari, MAN 6 Tasikmalaya, MAN 7 Tasikmalaya, MAN 3 Bojonegoro, MAN Pangandaran, dan MAN 3 Madiun.

Baca juga: Menag Resmikan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri Pertama di Indonesia

Persiapan transformasi dibahas dalam Forum Penguatan Vokasi Madrasah yang digelar di Surabaya pada 25–27 November 2025.

Forum ini menghadirkan Kasubdit Vokasi dan Inklusi Anis Masykur, Kasubtim Luky Herwati, serta staf Direktorat KSKK Madrasah Hasani Asro.

Selain delapan calon MAKN, forum tersebut juga diikuti 11 madrasah yang dipersiapkan menyelenggarakan dua program reguler dan kejuruan sesuai hasil seleksi ketersediaan lahan dan kebutuhan madrasah.

Madrasah yang dipersiapkan menggelar program reguler dan keagamaan turut hadir sebagai bagian dari penguatan vokasi madrasah.

Baca juga: Doa Sebelum Ujian Sekolah Agar Diberikan Kemudahan dan Keberhasilan

Presentasi kesiapan transformasi menuju MAKN diwakili Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati.

Ia memaparkan strategi komprehensif yang mencakup transformasi kurikulum vokasi, penguatan guru produktif, pemenuhan sarana dan prasarana industri, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental kelembagaan agar madrasah mampu beradaptasi dengan standar baru sebagai MAKN.

“Atas kepercayaan ini, kami menyampaikan strategi bersama delapan madrasah yang siap melangkah menuju MAKN,” ujar Nur Hasanah di Surabaya, Rabu (26/11/2025).

“Kami sudah mantap menuju MAKN, dan siap berkolaborasi dalam membangun ekosistem vokasi madrasah yang kokoh, kompetitif, dan inovatif,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa MAN 2 Bantul memperoleh dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan Kanwil Kemenag DIY.

“Kami juga semakin mantap atas dukungan penuh dari kantor kementerian agama Kabupaten Bantul serta kantor kementerian agama kanwil DIY,” imbuhnya.

Baca juga: Kemenag Gelar TKA 2025 di 9.636 Madrasah dan Pesantren, Ini Jadwalnya

Nur Hasanah menegaskan bahwa transformasi menuju MAKN bukan sekadar reformasi administrasi, tetapi perubahan budaya mutu secara menyeluruh.

Ia menyampaikan bahwa madrasah harus mampu mengadopsi pola kerja industri melalui efisiensi, ketepatan, kompetensi, serta pembelajaran berbasis proyek dan praktik kerja.

Mewakili delapan madrasah calon MAKN, Nur Hasanah menjelaskan bahwa setiap madrasah memiliki karakteristik, kekuatan, dan tantangan masing-masing.

Ia menegaskan bahwa seluruh madrasah memiliki visi yang sama untuk menghadirkan pendidikan vokasi berdaya saing nasional dan mendorong penguatan ekonomi umat melalui pendidikan kejuruan berbasis industri.

Kasubdit Vokasi dan Inklusi, Anis Masykur, menggarisbawahi pentingnya komitmen dalam memajukan madrasah vokasi.

Ia menyebut MAKN sebagai salah satu kategori madrasah unggulan yang akan mendapatkan fasilitas khusus dari Kemenag.

“Sama seperti Insan Cendekia, status MAKN adalah simbol kepercayaan negara bahwa madrasah memiliki potensi besar,” ujar Anis Masykur.

“Tiga kategori madrasah unggul kita adalah MAN Insan Cendekia, MAPK, dan MAKN,” jelasnya.

Forum Penguatan Vokasi Madrasah menjadi momentum bagi madrasah-madrasah yang diproyeksikan menjadi MAKN untuk menyatukan strategi, memperkuat koordinasi, dan menunjukkan kesiapan kepada Kemenag RI.

Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi agar seluruh calon MAKN dapat bergerak selaras menuju jaringan madrasah unggul nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar