Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rais Aam PBNU Resmikan Markaz Turats Ulama Kudus, Tersimpan Naskah Berusia 275 Tahun

Kompas.com, 17 Desember 2025, 07:14 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar meresmikan Markaz Turats Ulama Kudus yang berlokasi di Jalan Sunan Kudus, Jawa Tengah.

Markaz ini didirikan sebagai pusat pelestarian karya-karya ulama terdahulu di Kabupaten Kudus agar dapat dikenali, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi muda.

Peresmian markaz ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh KH Miftachul Akhyar, didampingi Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, MC Fatchan.

Baca juga: PWNU Jawa Timur Tegaskan Tidak Berpihak dalam Polemik PBNU, Pilih Jaga Persatuan NU

Kehadiran Rais Aam PBNU menjadi penegasan dukungan penuh PBNU terhadap upaya pelestarian khazanah keilmuan ulama Nusantara.

Ketua Turats Ulama Kudus, Nanal Ainal Fauz, mengatakan peresmian Markaz Turats Ulama Kudus merupakan momentum penting dalam upaya pelestarian, pengkajian, dan pengembangan warisan intelektual ulama, khususnya ulama Kudus.

“Turats Ulama Kudus ini merupakan ikhtiar khidmah untuk melestarikan karya-karya turats peninggalan para ulama leluhur kita, terutama ulama Kudus, agar tidak punah dimakan zaman,” ujarnya usai peresmian di Kudus, Selasa (17/12/2025).

Menurut Nanal, markaz ini berfungsi sebagai pusat dokumentasi, riset, dan pengkajian karya-karya ulama, baik berupa manuskrip, kitab kuning, maupun karya keilmuan lain yang menjadi fondasi tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Keberadaan markaz ini diharapkan menjadi rujukan akademik bagi santri, peneliti, dan masyarakat luas,” katanya.

Saat ini, Turats Ulama Kudus telah mengumpulkan sekitar 100 kitab karya ulama Kudus, baik dalam bentuk manuskrip asli maupun cetakan lama.

Salah satu program utama yang dijalankan adalah digitalisasi manuskrip, termasuk naskah tertua yang diperkirakan ditulis sekitar tahun 1750 Masehi atau hampir berusia tiga abad.

Manuskrip tersebut merupakan karya ulama bernama Kodi Syahabuddin di Semarang, yang disalin oleh ulama Kudus dari kawasan Damaran, dekat Menara Kudus, Abu Raden Muhammad, yang kala itu menjabat sebagai kodi atau hakim Kudus.

Selain karya di bidang fikih dan ushul fikih, markaz ini juga menyimpan berbagai kitab maulid karya ulama Kudus.

Di antaranya Fathul Aliyil Garim karya Syeikh Abdul Hamid Kudus, ulama asal Kudus yang kemudian menjadi pengajar di Masjidil Haram. Kitab ini hingga kini masih dibaca rutin setiap malam 17 Hijriah di kawasan Menara Kudus.

Koleksi lainnya mencakup kitab maulid karya KH Ahmad Ratin Ahmad Kamal Hambali, pendiri NU asal Kudus, serta terjemahan dan syarah Maulid Al-Barzanji berbahasa Jawa karya KH Subhan Dili Tempasan.

Baca juga: PBNU Kerahkan Seluruh Elemen NU Bantu Penyintas Banjir Sumatera, dari Sembako hingga Trauma Healing

Nanal menegaskan, kehadiran Rais Aam PBNU dalam peresmian ini menjadi simbol penguatan tradisi keilmuan pesantren yang berakar pada sanad keilmuan otoritatif.

“Markaz ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan Islam yang moderat, berkarakter, dan tetap berpijak pada tradisi,” ujarnya.

Dengan berdirinya Markaz Turats Ulama Kudus, nilai-nilai keilmuan, spiritualitas, dan keteladanan para ulama diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Aktual
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
Aktual
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Aktual
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Doa dan Niat
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
Aktual
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com