Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Keutamaan Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Menurut Ajaran Islam

Kompas.com, 16 Desember 2025, 23:57 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Tidur tidak hanya berfungsi sebagai waktu beristirahat bagi tubuh, tetapi dalam ajaran Islam juga memiliki dimensi spiritual yang penting.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa sebelum tidur dan setelah bangun sebagai bentuk ibadah sederhana yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Dilansir dari Antara, kebiasaan membaca doa tersebut menjadikan waktu tidur tidak semata-mata aktivitas fisik, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Beberapa Doa Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Melalui doa, seorang Muslim menjaga kesadaran spiritual sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan dalam setiap fase kehidupannya.

Berikut delapan keutamaan mengamalkan doa sebelum dan sesudah tidur yang diajarkan dalam Islam.

Membaca doa sebelum tidur diyakini menjadi salah satu jalan untuk memperoleh ampunan Allah SWT. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa sebelum tidur dapat menghapus dosa, bahkan meskipun jumlahnya sangat banyak, sebagai wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang mengingat-Nya sebelum beristirahat.

Doa sebelum tidur juga berperan dalam memperkuat tauhid dan keimanan. Bacaan doa tersebut mengingatkan seseorang akan keesaan Allah dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk, sehingga keyakinan kepada Allah senantiasa terjaga.

Baca juga: Waktu Tidur yang Baik Menurut Islam dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Keutamaan lainnya adalah perlindungan dari gangguan setan dan makhluk halus. Dengan memohon perlindungan kepada Allah sebelum tidur, seorang Muslim berharap dijaga dari berbagai gangguan yang dapat merusak ketenangan di malam hari.

Islam juga menganjurkan tidur dalam keadaan suci, seperti setelah berwudhu. Rasulullah SAW menyebut bahwa tidur dalam kondisi suci bernilai ibadah, sehingga waktu istirahat pun bernilai pahala.

Membaca doa sebelum tidur turut membantu menciptakan ketenangan hati dan pikiran. Kondisi batin yang tenang berpengaruh pada kualitas tidur yang lebih nyenyak dan membuat tubuh serta pikiran lebih segar saat bangun.

Doa setelah bangun tidur menjadi sarana mengungkapkan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang masih Allah berikan. Ucapan syukur tersebut mencerminkan kesadaran bahwa setiap napas dan kesempatan hidup sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.

Doa sebelum tidur juga diyakini dapat membantu menghindarkan seseorang dari mimpi buruk dan gangguan di malam hari. Dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, seorang Muslim berharap tidur yang dijalani berlangsung dengan aman dan tenteram.

Baca juga: Sulit Tidur? Begini Rasulullah Ajarkan Doa Hilangkan Insomnia

Keutamaan lainnya, doa sebelum dan sesudah tidur merupakan amalan yang mudah dilakukan dan dapat diamalkan setiap hari tanpa memerlukan waktu lama. Kesederhanaannya menjadikan amalan ini mudah dijaga secara konsisten.

Dengan demikian, membaca doa sebelum dan sesudah tidur bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bentuk ibadah yang sarat makna.

Kebiasaan ini mencerminkan kesadaran spiritual dalam menjalani kehidupan, termasuk saat beristirahat.

Selain menghadirkan ketenangan batin, doa-doa tersebut juga menjadi sarana memohon perlindungan, ampunan, dan rahmat Allah SWT. Dengan niat yang ikhlas, amalan sederhana ini dapat mendatangkan keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Rahasia Kemuliaan Hari Asyura 10 Muharram
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Rahasia Kemuliaan Hari Asyura 10 Muharram
Aktual
72 Aduan Travel Umrah Masuk Kemenhaj, Ini Kasus yang Berhasil Dimediasi
72 Aduan Travel Umrah Masuk Kemenhaj, Ini Kasus yang Berhasil Dimediasi
Aktual
Jamaah Haji Pamekasan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
Jamaah Haji Pamekasan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
Aktual
Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf,  Wisata Kurma Sambil Menapaki Jejak Sahabat Rasul di Madinah
Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf, Wisata Kurma Sambil Menapaki Jejak Sahabat Rasul di Madinah
Aktual
Haji Mabrur: Makna Sejati, Ciri-ciri, dan Transformasi Diri Setelah Ibadah
Haji Mabrur: Makna Sejati, Ciri-ciri, dan Transformasi Diri Setelah Ibadah
Aktual
Melihat Gua Hira, Tempat Turunnya Wahyu Pertama Allah pada Nabi Muhammad
Melihat Gua Hira, Tempat Turunnya Wahyu Pertama Allah pada Nabi Muhammad
Aktual
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Hikmah dan Keistimewaan 10 Muharram
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Hikmah dan Keistimewaan 10 Muharram
Aktual
QS Al-Insyirah 7–8: Tentang Ikhtiar dan Tawakal kepada Allah
QS Al-Insyirah 7–8: Tentang Ikhtiar dan Tawakal kepada Allah
Aktual
Esensi Niat dalam Islam: Penentu Kualitas Setiap Perbuatan
Esensi Niat dalam Islam: Penentu Kualitas Setiap Perbuatan
Aktual
7 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah
7 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah
Aktual
5 Doa Asyura 10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti dan Fadhilahnya
5 Doa Asyura 10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti dan Fadhilahnya
Doa dan Niat
Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW di Rumah, Salah Satunya Membantu Pekerjaan Istri
Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW di Rumah, Salah Satunya Membantu Pekerjaan Istri
Aktual
Kemenag Ajak Umat Cek Arah Kiblat Saat Istiwa A’zam 15-16 Juli 2026
Kemenag Ajak Umat Cek Arah Kiblat Saat Istiwa A’zam 15-16 Juli 2026
Aktual
Kisah 42 Petani Dieng Sekeluarga Besar Berangkat Haji Bersama Tanpa Direncanakan
Kisah 42 Petani Dieng Sekeluarga Besar Berangkat Haji Bersama Tanpa Direncanakan
Aktual
Kemenag: Penyuluh Agama Harus Aktif Berdakwah di Media Sosial
Kemenag: Penyuluh Agama Harus Aktif Berdakwah di Media Sosial
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com