Editor
KOMPAS.com — Kota suci Makkah terus berbenah dengan rencana ambisius membangun bandara baru dan sistem metro modern.
Proyek ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk meningkatkan layanan bagi jutaan jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan bahwa arah investasi strategis untuk pembangunan Bandara Makkah telah mendapat persetujuan. Bandara ini dirancang berstandar global untuk melayani lonjakan jumlah pengunjung setiap tahun.
Baca juga: Makkah Bakal Punya Bandara Internasional, Akses Jemaah Haji Bisa Lebih Cepat
Tak hanya itu, studi kelayakan dan desain awal proyek Metro Makkah juga telah rampung. Kehadiran metro ini diharapkan mampu mengurai kepadatan mobilitas jemaah, khususnya saat puncak musim haji.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga mengembangkan program “Smart Makkah” berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sistem ini digunakan untuk memantau pergerakan jemaah di sekitar Masjidil Haram dan area penting lainnya.
Teknologi prediktif diterapkan di Jamarat Bridge untuk mengelola arus massa, dilengkapi pemantauan udara serta integrasi dengan aplikasi layanan kota “Balady”.
Targetnya, tingkat kepuasan jemaah dan warga bisa mencapai 90,5 persen pada 2025.
Peningkatan layanan transportasi juga menjadi fokus utama. Saat ini, jaringan bus Makkah telah mengoperasikan 400 armada di 12 rute dengan 430 halte, serta melayani lebih dari 185 juta penumpang sejak 2022.
Pemerintah juga meluncurkan layanan “Makkah Taxi” dengan kendaraan modern yang dilengkapi sistem pelacakan dan pembayaran digital, termasuk opsi kendaraan listrik dan hybrid.
Pengembangan besar juga dilakukan di kawasan ibadah haji seperti Arafat dan Mina.
Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain:
Selain itu, lebih dari 285.000 meter persegi jalur pejalan kaki kini dilengkapi peneduh dan sistem pendingin, serta penanaman 20.000 pohon untuk meningkatkan kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: Sambut Haji 2026, 45 Klinik Kesehatan Disiagakan di Makkah dan Madinah
Transformasi ini menjadi kabar baik bagi puluhan jemaah haji dan umrah yang setiap tahun menunaikan ibadah haji dan umrah di Makkah.
Dengan infrastruktur yang lebih modern dan sistem transportasi terintegrasi, perjalanan ibadah diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.
Pengembangan ini juga memperkuat posisi Makkah sebagai pusat spiritual dunia yang terus beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai sakralnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang