Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Akhir Bulan Syawal dan Amalan Sunnah Penutup Penuh Berkah

Kompas.com, 17 April 2026, 10:56 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bulan Syawal sering kali terasa singkat. Setelah gegap gempita Idulfitri, hari-hari perlahan kembali normal.

Namun di penghujung bulan ini, tersimpan satu momen penting yang kerap terlewat, menutup Syawal dengan doa dan amalan terbaik.

Bagi umat Islam, akhir Syawal bukan sekadar penanda berakhirnya suasana lebaran, tetapi juga fase refleksi, apakah semangat ibadah Ramadan masih terjaga atau justru mulai memudar?

Lantas, doa apa yang bisa dibaca? Dan amalan apa saja yang dianjurkan di akhir bulan Syawal?

Tidak Ada Doa Khusus, Tapi Dianjurkan Memperbanyak Doa

Berbeda dengan akhir tahun Hijriah di bulan Dzulhijjah, tidak terdapat doa khusus yang secara eksplisit ditetapkan untuk akhir bulan Syawal dalam hadis sahih.

Namun demikian, para ulama sepakat bahwa memperbanyak doa di setiap pergantian waktu, termasuk pergantian bulan, adalah amalan yang dianjurkan.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa pada momen-momen perubahan waktu sebagai bentuk harapan akan kebaikan di masa yang akan datang.

Dengan demikian, akhir Syawal dapat diisi dengan doa-doa umum yang sarat makna spiritual.

Baca juga: Khutbah Jumat 10 April 2026: Ramadhan Berlalu, Ujian Dimulai di Syawal: Apakah Ibadah Masih Terjaga?

Bacaan Doa Akhir Bulan Syawal

1. Doa Saat Melihat Hilal (Sebagai Refleksi Akhir Bulan)

Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar dan terdapat dalam beberapa kitab hadis seperti Sunan Ad-Darimi dan Shahih Ibnu Hibban.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله

Allahu Akbar, Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal-iimaan, was-salaamati wal-islaam, wataufiiqi limaa yuhibbu rabbuna wa yardha, rabbuna wa rabbukallah.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah bulan ini datang kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, dan Islam, serta bimbingan menuju amal yang Engkau cintai dan ridai.”

Meski dibaca saat awal bulan, doa ini relevan untuk penutup Syawal sebagai bentuk harapan menyambut bulan berikutnya.

2. Doa Memasuki Bulan Baru

Diriwayatkan oleh Al-Baghawi, doa ini berisi permohonan perlindungan dan keberkahan:

اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ

Artinya: “Ya Allah, masukkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, perlindungan dari setan, dan keridaan-Mu.”

Baca juga: Kisah Pernikahan Rasulullah dan Aisyah di Bulan Syawal, Penuh Hikmah

Amalan Utama di Penghujung Syawal

1. Menyempurnakan Puasa Enam Hari Syawal

Salah satu amalan paling utama di bulan ini adalah puasa enam hari Syawal. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan lalu diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”

Puasa ini bisa menjadi penutup yang kuat bagi rangkaian ibadah Ramadan, sekaligus menjaga ritme spiritual.

2. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Zikir menjadi amalan sederhana namun berdampak besar. Dalam buku Fiqh as-Sunnah, Sayyid Sabiq menegaskan bahwa zikir adalah sarana menjaga hati tetap hidup setelah Ramadan.

Amalan seperti:

  • Tasbih (Subhanallah)
  • Tahmid (Alhamdulillah)
  • Tahlil (La ilaha illallah)
  • Takbir (Allahu Akbar)

dapat memperkuat koneksi spiritual yang mungkin mulai melemah.

3. Melanjutkan Tadabbur Al-Qur’an

Ramadan mungkin telah berlalu, tetapi Al-Qur’an tidak seharusnya ditinggalkan. Membaca dan memahami makna ayat (tadabbur) justru menjadi kunci menjaga istiqamah.

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an bukan hanya tilawah, tetapi juga perenungan mendalam terhadap maknanya.

4. Menjaga Shalat Sunnah

Amalan seperti:

  • Shalat Tahajud
  • Shalat Dhuha

menjadi indikator konsistensi ibadah setelah Ramadan.

Ibadah sunnah ini juga berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam ibadah wajib, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur fikih klasik.

5. Memperbanyak Sedekah

Sedekah tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga spiritual. Rasulullah SAW menyebut bahwa sedekah mampu menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api.

Di akhir Syawal, sedekah menjadi simbol syukur atas nikmat Ramadan yang telah berlalu.

6. Mempererat Silaturahmi

Tradisi halal bihalal di bulan Syawal bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.

Rasulullah SAW bersabda bahwa menyambung silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Ini menjadi amalan penting untuk menutup bulan dengan hubungan sosial yang lebih baik.

Baca juga: 8 Doa di Bulan Syawal yang Dianjurkan Rasulullah dan Keutamaannya

Menutup Syawal dengan Istiqamah

Akhir bulan Syawal sejatinya adalah ujian kecil, apakah ibadah hanya musiman atau benar-benar menjadi kebiasaan.

Dalam banyak nasihat ulama, disebutkan bahwa tanda diterimanya amal Ramadan adalah kemampuan menjaga amal tersebut setelahnya.

Karena itu, penghujung Syawal bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari konsistensi baru.

Menjaga Semangat Ibadah Tetap Hidup

Tidak ada doa khusus yang diwajibkan di akhir bulan Syawal. Namun, Islam memberikan ruang luas untuk memperbanyak doa, zikir, dan amalan sebagai penutup bulan yang penuh makna ini.

Dengan:

  • Membaca doa pergantian bulan
  • Menyempurnakan puasa Syawal
  • Memperbanyak zikir dan sedekah
  • Menjaga ibadah sunnah

Seorang muslim dapat menutup Syawal dengan penuh keberkahan.

Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah bagaimana kita memulai Ramadan, tetapi bagaimana kita menjaga semangat itu tetap hidup, bahkan setelah bulan suci berlalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Aktual
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Aktual
 Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Aktual
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Aktual
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Aktual
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Aktual
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Aktual
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Aktual
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com