Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antrean Puluhan Tahun Bisa Batal, Syarat Kesehatan Ketat Jadi Dilema Jemaah Haji Indonesia

Kompas.com, 26 Agustus 2025, 17:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com – Pengetatan syarat kesehatan atau istithaah menjadi dilema besar bagi calon jemaah haji Indonesia yang sudah menunggu antrean puluhan tahun.

Badan Penyelenggara (BP) Haji berkomitmen memperketat standar operasional prosedur (SOP) dalam menetapkan istithaah setelah tingginya angka kematian jemaah pada haji 2025.

Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyebut kebijakan itu berpotensi membuat calon jemaah gagal berangkat meski sudah mendapatkan kesempatan setelah menunggu lama.

“Akan banyak orang-orang yang sudah puluhan tahun menunggu antrean, ketika mendapatkan kesempatan berangkat, tidak bisa berangkat karena faktor kesehatan,” ujar Gus Irfan di Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2025).

Baca juga: Keppres Kementerian Haji dan Pengangkatan Menteri Terbit Pekan Ini

Meski begitu, ia menegaskan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Yang penting bagi kami, kami bisa menyelamatkan para calon jemaah haji kita. Kita bisa menyelamatkan nama baik Indonesia di mata dunia, menyelamatkan nama baik di mata tuan rumah Arab Saudi,” katanya.

Arab Saudi sebelumnya menegur Indonesia karena tingginya angka kematian jemaah pada haji 2025.

Negeri itu hanya menolerir sekitar 60 jemaah Indonesia meninggal tiap musim haji.

Namun, pada 2025 jumlahnya mencapai 470 orang atau delapan kali lipat dari batas toleransi.

Menurut Gus Irfan, teguran disampaikan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi beberapa hari setelah puncak ibadah haji di Arafah.

Ia juga menyebut Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman menyinggung hal serupa ketika bertemu Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia menjadi penyumbang separuh dari kematian selama musim haji,” katanya.

Baca juga: Keppres Kementerian Haji dan Pengangkatan Menteri Terbit Pekan Ini

Selain soal angka kematian, Arab Saudi menyoroti jemaah asal Indonesia yang tetap diberangkatkan meski memiliki penyakit serius.

“Ada yang tiap bulan harus cuci darah 2-3 kali masih diberangkatkan. Bahkan ada jemaah dengan komplikasi berat, punggungnya sudah bolong karena diabetes, tetap berangkat,” ujar Gus Irfan.

Menghadapi kondisi tersebut, BP Haji berencana mempercepat tes kesehatan calon jemaah agar tersedia waktu cukup panjang untuk memperbaiki kondisi fisik.

“Masih ada jangka waktu cukup panjang antara tes awal dan rencana keberangkatan. Sehingga jika ada yang sakit, saat dites tidak layak, masih ada masa perbaikan mungkin 8-10 bulan,” jelasnya.

Selain itu, BP Haji bekerja sama dengan Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) untuk menjalankan program Manasik Kesehatan.

Program ini mewajibkan calon jemaah menjalani pembinaan kesehatan sejak satu tahun sebelum keberangkatan.

“Harapannya tahun ini benar-benar memaksimalkan SOP kesehatan. Bukan berarti selama ini tidak punya standar, tetapi standar kita selama ini mungkin belum maksimal,” ucap Gus Irfan.

Ketua Dewan Pembina PP Perdokhi, Muchtaruddin Mansyur, mengatakan pihaknya menyiapkan 16 rekomendasi untuk memperkuat kebijakan istithaah.

Rekomendasi itu mencakup vaksin influenza berbasis sel, vaksin pneumonia, hingga pemberian imunomodulator asli Indonesia seperti ekstrak Phyllanthus Niruri dengan multivitamin.

Sementara itu, Ketua Umum PP Perdokhi, Syarief Hasan Lutfie, menegaskan pentingnya vaksin influenza diberikan sebulan sebelum keberangkatan, serta imunomodulator dikonsumsi rutin tiga bulan sebelumnya.

“Entah itu Covid-19, entah itu pneumonia, itu akan menjadi isu-isu yang selalu ada setiap tahun. Karena mass gathering itu infectious,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pentingnya penggunaan ekstrak Phyllanthus niruri sejak dari Tanah Air untuk memperkuat daya tahan tubuh.

“Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menghadapi risiko infeksi yang meningkat, perlu adanya stimulasi. Perlu ada doping untuk meningkatkan imunomodulator supaya nantinya daya tahan kardiovaskuler lebih bagus,” ujarnya.

Sejak 1950, penyelenggaraan haji menjadi tugas Kementerian Agama.

Namun, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 154 Tahun 2024, kewenangan itu resmi beralih ke BP Haji mulai 2026.

DPR RI bersama pemerintah kini tengah menuntaskan revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang menegaskan haji menjadi kewenangan penuh BP Haji.

Dalam beleid itu, BP Haji juga berpeluang ditingkatkan statusnya menjadi kementerian.

Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menuturkan, peringatan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi beberapa hari setelah puncak ibadah haji di Arafah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesehatan Jemaah Asal Indonesia Jadi Tantangan Ibadah Haji 2026"

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Biografi Singkat Ali bin Abi Thalib: Antara Kesederhanaan, Keberanian, dan Keteguhan Iman
Biografi Singkat Ali bin Abi Thalib: Antara Kesederhanaan, Keberanian, dan Keteguhan Iman
Doa dan Niat
Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat yang Perlu Kamu Tahu
Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat yang Perlu Kamu Tahu
Doa dan Niat
10 Puisi Isra Miraj Penuh Makna, Cocok Dibacakan saat Peringatan
10 Puisi Isra Miraj Penuh Makna, Cocok Dibacakan saat Peringatan
Aktual
Petugas Haji 2026 Jalani Pelatihan Baris-Berbaris, Dibentuk Jadi Tim Solid Pelayan Jamaah
Petugas Haji 2026 Jalani Pelatihan Baris-Berbaris, Dibentuk Jadi Tim Solid Pelayan Jamaah
Aktual
Allahumma Bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa Balighna Ramadhan, Doa dan Maknanya
Allahumma Bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa Balighna Ramadhan, Doa dan Maknanya
Doa dan Niat
Menhaj Kerahkan 531 Petugas Perempuan untuk Haji 2026
Menhaj Kerahkan 531 Petugas Perempuan untuk Haji 2026
Aktual
UIN Jakarta Kukuhkan 7 Profesor Baru, Kini Miliki 151 Guru Besar Terbanyak di PTKIN
UIN Jakarta Kukuhkan 7 Profesor Baru, Kini Miliki 151 Guru Besar Terbanyak di PTKIN
Aktual
Doa Bulan Rajab: Persiapan Spiritual Menuju Ramadhan
Doa Bulan Rajab: Persiapan Spiritual Menuju Ramadhan
Doa dan Niat
Menhaj Kenang Pengalaman Bersihkan Toilet Saat Haji, Pesan Rendah Hati bagi Petugas
Menhaj Kenang Pengalaman Bersihkan Toilet Saat Haji, Pesan Rendah Hati bagi Petugas
Aktual
Ringkasan Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Satu Malam
Ringkasan Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Satu Malam
Aktual
Menag Dorong Dana Umat Lebih Aktif, Masjid Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Syariah
Menag Dorong Dana Umat Lebih Aktif, Masjid Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Syariah
Aktual
Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Warga Aceh Pulih
Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Warga Aceh Pulih
Aktual
Ramadhan 2026 Tinggal Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundurnya
Ramadhan 2026 Tinggal Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundurnya
Aktual
Kumpulan Quotes Isra Miraj Penuh Hikmah dan Inspirasi
Kumpulan Quotes Isra Miraj Penuh Hikmah dan Inspirasi
Aktual
Bolehkah Berpuasa Saat Peringatan Isra Miraj? Ini Penjelasan Hukumnya
Bolehkah Berpuasa Saat Peringatan Isra Miraj? Ini Penjelasan Hukumnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com