Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Pesan Rasulullah SAW tentang Maraknya Pembunuhan

Kompas.com - 29/08/2025, 05:30 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Pembunuhan termasuk dosa besar dalam Islam yang dikecam keras dalam Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 93 bahwa siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam.

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا
Wa may yaqtul mu'minam muta'ammidan fa jazā'uhụ jahannamu khālidan fīhā wa gaḍiballāhu 'alaihi wa la'anahụ wa a'adda lahụ 'ażāban 'aẓīmā

Artinya: Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
Baca juga: Islam Ajarkan Jangan Menunggu Sempurna untuk Berbuat Baik

Ancaman ini menunjukkan betapa berat dosa membunuh dan betapa sucinya nyawa manusia.

Selain Alquran, Rasulullah SAW juga memberi tiga pesan penting tentang maraknya pembunuhan, seperti dilansir laman MUI:

1. Dosa Pertama yang Dihisab adalah Pertumpahan Darah

Rasulullah SAW bersabda:

"Yang dihisab pertama kali dari seorang hamba adalah sholat. Dan yang pertama kali diputuskan atas dosa sesama manusia adalah pertumpahan darah." (HR Nasa’i no. 3991)

Hadis ini menegaskan bahwa urusan nyawa akan menjadi perkara utama di hari kiamat.

Membunuh tidak bisa dianggap dosa kecil karena ia menentukan keselamatan seorang Muslim di hadapan Allah SWT.

2. Dua Pihak yang Saling Membunuh Sama-sama Masuk Neraka

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda:

"Jika dua orang Muslim saling bertemu dengan pedang, maka yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama di neraka."

Ketika ditanya mengapa yang terbunuh juga masuk neraka, Rasulullah menjawab bahwa ia sebelumnya berniat membunuh saudaranya.

Hadis ini menunjukkan bahwa niat menghilangkan nyawa sesama saja sudah termasuk dosa besar.

Baca juga: Dampak Harta Haram dalam Islam, Doa Tak Dikabul hingga Murka Allah

3. Maraknya Pembunuhan sebagai Tanda Kiamat

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

"Dunia tidak akan lenyap hingga suatu masa datang kepada manusia di mana orang yang membunuh tidak tahu untuk apa ia membunuh, dan orang yang terbunuh tidak tahu karena apa ia dibunuh." (HR Muslim no. 2908)

Fenomena ini disebut al-harj, yaitu kondisi kekacauan di mana pembunuhan terjadi tanpa alasan jelas.

Pesan ini relevan dengan kondisi masyarakat modern, ketika tindak kekerasan dan pertumpahan darah kian marak.

Membunuh Satu Nyawa Sama dengan Membunuh Semua Manusia

Al-Quran menegaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 32 bahwa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar sama dengan membunuh seluruh umat manusia.

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا ۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

min ajli dzâlika katabnâ ‘alâ banî isrâ'îla annahû mang qatala nafsam bighairi nafsin au fasâdin fil-ardli fa ka'annamâ qatalan-nâsa jamî‘â, wa man aḫyâhâ fa ka'annamâ aḫyan-nâsa jamî‘â, wa laqad jâ'at-hum rusulunâ bil-bayyinâti tsumma inna katsîram min-hum ba‘da dzâlika fil-ardli lamusrifûn

Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.

Ayat ini menegaskan betapa tingginya nilai nyawa dalam Islam.

Baca juga: Jangan Salah! Zakat dari Harta Haram Tidak Sah, Begini Penjelasan MUI

Fenomena maraknya tindak kekerasan dan pembunuhan seharusnya menjadi peringatan bagi umat Muslim.

Nyawa adalah amanah Allah SWT yang wajib dijaga.

Menghargai kehidupan berarti menjaga martabat kemanusiaan sekaligus menaati perintah agama.

Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa dosa membunuh sangat berat.

Karena itu, setiap Muslim dituntut untuk menjauhi kekerasan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke