Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadis Qudsi: Pengertian, Sumber, Contoh, dan Perbedaannya dengan Alquran

Kompas.com, 19 November 2025, 23:37 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Hadis memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Seluruh ulama sepakat bahwa hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.

Namun, ketika berbicara mengenai istilah hadis qudsi, tidak semua umat Muslim memahami makna dan kedudukannya. Istilah ini bahkan masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat umum.

Dilansir dari laman MUI, secara umum, hadis adalah segala ucapan, perbuatan, serta persetujuan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: MUI Akan Bahas 6 Fatwa di Munas XI, Mulai dari Asuransi Syariah hingga Zakat Penghasilan

Hadis qudsi termasuk jenis hadis karena disampaikan melalui lisan Nabi SAW, tetapi disebut qudsi karena maknanya berasal dari Allah SWT, Dzat Yang Maha Suci (Al-Quddus).

Pertanyaan yang sering muncul adalah: Jika asal maknanya sama-sama dari Allah, apa bedanya hadis qudsi dengan Alquran?

Pengertian Hadis Qudsi Menurut Ulama

Hadis qudsi dipandang sebagai wahyu dari Allah, tetapi tidak memiliki kedudukan yang sama dengan Alquran.

Dalam kitab al-Qawaidul Asasiyah fi Ilmi Musthalah al-Hadits halaman 16–19, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki menjelaskan:

“Hadis Qudsi adalah hadis yang dinisbahkan kepada kata Qudsi (kesucian). Kata Qudsi berarti suci dan terbebas dari kekurangan. Hadis ini juga disebut hadis ilahi karena disandarkan pada Allah, atau hadis rabbani karena dinisbahkan kepada Rabb Yang Maha Agung.”

Penjelasan lain datang dari Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi dalam Tanwir al-Qulub halaman 551:

“Hadis Qudsi adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad tanpa perantara malaikat Jibril, tetapi melalui ilham atau mimpi. Ada yang turun dengan lafaz dan makna, ada pula yang turun hanya makna kemudian disampaikan Nabi dengan lafaz dari beliau sendiri. Membaca hadis qudsi tidak dianggap ibadah dan tidak mengandung unsur mukjizat.”

Meskipun bersumber dari Allah, para ulama menegaskan bahwa kedudukan hadis qudsi tidak sama dengan Alquran.

Baca juga: Apakah Perempuan Boleh Sholat Jumat? Ini Jawaban Lengkap Berdasarkan Hadis dan Kitab Fikih

Hadis Qudsi Tidak Termasuk Alquran

Imam As-Suyuthi dalam at-Tahbir fi Ilmit Tafsir halaman 39 menjelaskan:

“Pengertian Alquran secara istilah ulama adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi mukjizat, dengan setiap suratnya mengandung aspek kemukjizatan. Tidak termasuk dalam definisi itu kitab Taurat, Injil, serta hadis-hadis qudsi yang dinisbahkan kepada Allah.”

Dengan demikian, hadis qudsi bukan Alquran karena tidak memiliki sifat kemukjizatan, tidak wajib dibaca dalam shalat, dan tidak disampaikan kepada Nabi melalui cara yang sama seperti turunnya Alquran.

Jumlah Hadis Qudsi Menurut Ulama

Jumlah hadis qudsi tidak sebanyak hadis nabawi.

Pendapat ulama antara lain:

Ibnu Hajar menyebut jumlah hadis qudsi lebih dari 100 hadis.

Imam Al-Munawi dalam al-Ithafatus Saniyah mencatat sekitar 272 hadis qudsi.

Ulama lain menyebut jumlahnya sekitar 100 hadis atau sedikit lebih.

Perbedaan ini terjadi karena adanya pengulangan riwayat dan perbedaan standar pengelompokan.

Baca juga: Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur, Dalil Hadis dan Manfaatnya bagi Muslim

Contoh Hadis Qudsi yang Diriwayatkan Sahih

1. Hadis tentang perintah berinfak

(HR Bukhari dan Muslim)

“Allah berfirman: Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Aku akan memberi (balasan) kepadamu.”

2. Hadis tentang prasangka kepada Allah

(HR Bukhari dan Muslim)

“Allah berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”

3. Hadis tentang pencatatan amal baik dan buruk

(HR Bukhari dan Muslim)

“Allah menetapkan kebaikan dan keburukan. Siapa yang berniat melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, Allah mencatat satu kebaikan sempurna. Jika ia berniat dan melakukannya, Allah mencatat sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Siapa berniat berbuat buruk tetapi tidak melakukannya, Allah mencatat satu kebaikan. Jika ia melakukannya, Allah mencatat satu keburukan.”

Hadis-hadis ini sering digunakan dalam kajian akidah, akhlak, dan motivasi ibadah.

Baca juga: Sholat Sunnah Wudhu: Dalil, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkap Berdasarkan Hadis Sahih

Perbedaan Hadis Qudsi dan Alquran

Walaupun berasal dari Allah, hadis qudsi berbeda dari Alquran dalam beberapa hal berikut:

1. Mukjizat dan kesucian

Alquran adalah mukjizat dan terjaga dari perubahan.

Hadis qudsi tidak mengandung mukjizat dan tidak dijamin mutawatir.

2. Cara penyampaian

Alquran turun melalui malaikat Jibril.

Hadis qudsi turun melalui ilham, mimpi, atau makna saja.

3. Penggunaan dalam ibadah

Alquran wajib dibaca saat shalat.

Hadis qudsi tidak boleh dibaca dalam shalat.

4. Kondisi membaca

Membaca Alquran memerlukan kesucian tertentu.

Membaca hadis qudsi boleh meski dalam kondisi tidak suci.

5. Keutuhan lafaz

Alquran harus diriwayatkan dengan lafaz yang sama tanpa perubahan.

Hadis qudsi boleh diriwayatkan secara makna.

6. Susunan

Al-Qur’an memiliki struktur ayat dan surat.

Hadis qudsi tidak tersusun dalam surat atau ayat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Akad Nikah Tak Harus di KUA, Simak Aturan Terbarunya
Akad Nikah Tak Harus di KUA, Simak Aturan Terbarunya
Aktual
10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Lengkap dengan Keutamaannya
10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Lengkap dengan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kasus Pandji Pragiwaksono, PBNU Bantah AMNU Wakili NU
Kasus Pandji Pragiwaksono, PBNU Bantah AMNU Wakili NU
Aktual
Khutbah Jumat Singkat: 4 Langkah Mewujudkan Impian Dalam Islam
Khutbah Jumat Singkat: 4 Langkah Mewujudkan Impian Dalam Islam
Doa dan Niat
Usai Wirid, Korban Banjir Bandang Ikrarkan Sumpah Tapanuli
Usai Wirid, Korban Banjir Bandang Ikrarkan Sumpah Tapanuli
Aktual
Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026
Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026
Aktual
Sedekah Subuh di Hari Jumat, Pahala Berlipat dan Mendapat Doa Malaikat
Sedekah Subuh di Hari Jumat, Pahala Berlipat dan Mendapat Doa Malaikat
Doa dan Niat
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap
Aktual
Doa Sebelum Berhubungan Badan: Menambah Berkah dan Mendapat Pahala Sedekah
Doa Sebelum Berhubungan Badan: Menambah Berkah dan Mendapat Pahala Sedekah
Doa dan Niat
Rezeki Seret Meski Tahun Telah Berganti, Mungkin Ini yang Terjadi
Rezeki Seret Meski Tahun Telah Berganti, Mungkin Ini yang Terjadi
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Mi'raj
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Mi'raj
Doa dan Niat
Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028
Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028
Aktual
Persiapan Haji 2026 Masuki Tahap Krusial, Kloter 221.000 Jemaah Mulai Disusun
Persiapan Haji 2026 Masuki Tahap Krusial, Kloter 221.000 Jemaah Mulai Disusun
Aktual
Salah Kaprah Mengamalkan Ayat Seribu Dinar, Bikin Tak Terasa Khasiatnya
Salah Kaprah Mengamalkan Ayat Seribu Dinar, Bikin Tak Terasa Khasiatnya
Doa dan Niat
Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jalan Menuju Ampunan Allah
Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jalan Menuju Ampunan Allah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com