Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tujuh Imbauan MUI bagi Umat Islam di Tengah Banjir Bandang dan Longsor Sumatera

Kompas.com - 30/11/2025, 21:15 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Bentuk bantuan dapat diberikan melalui harta, tenaga, doa, maupun segala upaya yang mampu membantu para korban.

Imbauan tersebut disampaikan dalam mauidhah tertulis yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan pada 30 November 2025.

Baca juga: MUI dan Ditjen Pajak Sepakat Perkuat Pajak Berkeadilan demi Lindungi Masyarakat Kecil

Mauidhah tersebut memuat tujuh poin seruan resmi MUI kepada umat Islam di seluruh Indonesia.

Poin pertama berisi ajakan agar umat Islam melaksanakan shalat gaib dan membaca doa qunut nazilah bagi para korban banjir dan tanah longsor di NAD, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta wilayah lain yang terdampak.

Poin kedua mengimbau pemanfaatan masjid, mushalla, pondok pesantren, dan sekolah di daerah yang tidak terdampak sebagai pusat penanganan darurat, termasuk lokasi pengungsian sementara, trauma healing, dukungan psikososial, serta kegiatan muhasabah dan dzikir.

Poin ketiga menyerukan para dai, khatib, penceramah, dan guru ngaji untuk aktif menyampaikan dakwah yang menenangkan dan menguatkan melalui mimbar Jumat maupun media sosial.

Baca juga: MUI Serukan Sholat Gaib untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Poin keempat berisi apresiasi kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota yang telah menangani bencana dengan langkah-langkah komprehensif dan taktis, termasuk evakuasi korban serta penyaluran bantuan seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan tenda hunian sementara.

Poin kelima mengajak seluruh umat Islam menyalurkan bantuan melalui BAZNAS atau organisasi kemasyarakatan Islam sebagai bentuk solidaritas dan empati kemanusiaan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Poin keenam mengimbau umat Islam yang terdampak bencana untuk bersabar dan tetap menjaga pelaksanaan shalat lima waktu sesuai kondisi yang ada dengan mengikuti panduan fikih shalat.

Poin ketujuh meminta para pelaku usaha mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan alam agar kerusakan lingkungan seperti pembalakan hutan, banjir, dan longsor dapat dicegah.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tujuh Imbauan MUI bagi Umat Islam di Tengah Banjir Bandang dan Longsor Sumatera
Tujuh Imbauan MUI bagi Umat Islam di Tengah Banjir Bandang dan Longsor Sumatera
Aktual
Perbedaan Tunangan dan Khitbah dalam Islam, Lengkap dengan Dalil dan Ketentuannya
Perbedaan Tunangan dan Khitbah dalam Islam, Lengkap dengan Dalil dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Kemenag Siapkan Delapan Madrasah untuk Bertransformasi Menjadi MAKN
Kemenag Siapkan Delapan Madrasah untuk Bertransformasi Menjadi MAKN
Aktual
Buah Pohon Jatuh ke Tanah Tetangga Milik Siapa? Begini Penjelasan Ulama
Buah Pohon Jatuh ke Tanah Tetangga Milik Siapa? Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Doa Dibukakan Berbagai Pintu Kebaikan dan Dijauhkan Berbagai Keburukan
Doa Dibukakan Berbagai Pintu Kebaikan dan Dijauhkan Berbagai Keburukan
Doa dan Niat
7 Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Berbagai Macam Musibah
7 Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Berbagai Macam Musibah
Doa dan Niat
PBNU Instruksikan Shalat Gaib untuk Korban Bencana Alam, Gus Yahya Sampaikan Belasungkawa
PBNU Instruksikan Shalat Gaib untuk Korban Bencana Alam, Gus Yahya Sampaikan Belasungkawa
Aktual
Doa Tolak Bala Agar Indonesia Dijauhkan dari Berbagai Bencana
Doa Tolak Bala Agar Indonesia Dijauhkan dari Berbagai Bencana
Doa dan Niat
Abdul Mu’ti Ingatkan Muhammadiyah Hindari “3K”: Konflik, Korupsi, dan Kerusakan
Abdul Mu’ti Ingatkan Muhammadiyah Hindari “3K”: Konflik, Korupsi, dan Kerusakan
Aktual
Tanda Seseorang Mati dengan Husnul Khatimah Lengkap dengan Dalilnya
Tanda Seseorang Mati dengan Husnul Khatimah Lengkap dengan Dalilnya
Doa dan Niat
Transformasi Ponpes Cipasung Jelang 1 Abad: “Kampung Pangan” dan Santripreuneur
Transformasi Ponpes Cipasung Jelang 1 Abad: “Kampung Pangan” dan Santripreuneur
Aktual
Mimika Toreh Sejarah: Raih Harmony Award 2025, Pertama untuk Papua
Mimika Toreh Sejarah: Raih Harmony Award 2025, Pertama untuk Papua
Aktual
MUI dan Ditjen Pajak Sepakat Perkuat Pajak Berkeadilan demi Lindungi Masyarakat Kecil
MUI dan Ditjen Pajak Sepakat Perkuat Pajak Berkeadilan demi Lindungi Masyarakat Kecil
Aktual
Kuota Haji 2026 Disesuaikan, Kemenhaj Samakan Masa Tunggu Jadi 26,4 Tahun
Kuota Haji 2026 Disesuaikan, Kemenhaj Samakan Masa Tunggu Jadi 26,4 Tahun
Aktual
Harmony Award 2025: Menag Sebut Indeks Harmoni Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah
Harmony Award 2025: Menag Sebut Indeks Harmoni Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com