Editor
KOMPAS.com-Sholat sunah rawatib merupakan sholat sunah yang dikerjakan sebagai pengiring sholat fardhu, baik sebelum sholat wajib (qabliyah) maupun sesudahnya (ba’diyah), dengan tujuan menyempurnakan pelaksanaan sholat fardhu.
Para fuqaha menamai sholat ini sebagai rawatib karena kedudukannya yang melekat pada sholat wajib dan tidak disyariatkan untuk dilaksanakan secara terpisah.
Sholat rawatib berfungsi sebagai ibadah pendamping yang waktu pelaksanaannya mengikuti sholat fardhu yang menyertainya.
Baca juga: Sholat Sunnah Rawatib: Waktu, Niat, dan Keutamaannya Lengkap
Salah satu keutamaan utama sholat sunah rawatib adalah sebagai penyempurna kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan shalat fardhu.
Sholat fardhu merupakan amal pertama yang akan dihisab pada hari Kiamat sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الصَّلَاةُ الْمَكْتُوبَةُ، فَإِنْ أَتَمَّهَا، وَإِلَّا قِيلَ: انْظُرُوا هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ أُكْمِلَتِ الْفَرِيضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ الْأَعْمَالِ الْمَفْرُوضَةِ مِثْلُ ذَلِكَ
Artinya: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardhu. Jika sholat tersebut sempurna, maka selesai, tetapi jika tidak, dikatakan: Lihatlah apakah ia memiliki amalan sholat sunah, maka kekurangan sholat fardhunya disempurnakan dengan sholat sunahnya, dan demikian pula amal-amal wajib lainnya.” (HR Ibn Majah).
Baca juga: 10 Hal yang Membatalkan Sholat, Umat Islam Wajib Mengetahuinya
Selain sebagai penyempurna sholat fardhu, sholat sunah rawatib juga memiliki keutamaan berupa janji dibangunkan rumah di surga bagi yang menjaganya.
Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Ummu Habibah RA.
وَعَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ: فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “Dari Ummu Habibah RA, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa melaksanakan dua belas rakaat shalat sunah dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga, dan sejak mendengarnya aku tidak pernah meninggalkannya.” (HR Muslim).
Dalam pandangan mazhab Syafi’i, sholat rawatib termasuk sholat sunah yang pelaksanaannya bergantung pada ibadah lain dan terikat dengan waktu tertentu.
Baca juga: Tata Cara Sholat di Kendaraan saat Perjalanan agar Tetap Sah
Secara tata cara, sholat rawatib tidak berbeda dengan sholat sunah lainnya, kecuali pada niat dan keterkaitannya dengan sholat fardhu yang menyertainya.
Penjelasan tersebut ditegaskan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah.
قَال الشَّافِعِيَّةُ: السُّنَنُ الرَّوَاتِبُ هِيَ السُّنَنُ التَّابِعَةُ لِغَيْرِهَا، أَوِ الَّتِي تَتَوَقَّفُ عَلَى غَيْرِهَا أَوْ عَلَى مَا لَهُ وَقْتٌ مُعَيَّنٌ كَالْعِيدَيْنِ وَالضُّحَى وَالتَّرَاوِيحِ. وَيُطْلِقُهَا الْفُقَهَاءُ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْمَسْنُونَةِ قَبْل الْفَرَائِضِ وَبَعْدَهَا؛ لأَِنَّهَا لاَ يُشْرَعُ أَدَاؤُهَا وَحْدَهَا بِدُونِ تِلْكَ الْفَرَائِضِ
Artinya: “Ulama Syafi’iyah menjelaskan bahwa shalat sunah rawatib adalah shalat sunah yang mengikuti ibadah lain dan tidak disyariatkan untuk dilakukan secara terpisah dari shalat fardhu yang menyertainya.”
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang