Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Baru New York: Zohran Mamdani Dilantik dengan Al-Qur’an Berusia Ratusan Tahun

Kompas.com, 3 Januari 2026, 20:17 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber

KOMPAS.com — Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat. Zohran Mamdani, politisi muda Partai Demokrat berusia 34 tahun, akan mencatatkan namanya sebagai wali kota Muslim pertama New York City dengan prosesi pelantikan yang sarat makna: mengucap sumpah jabatan di atas Al-Qur’an berusia ratusan tahun.

Pelantikan Mamdani dijadwalkan berlangsung tengah malam di sebuah stasiun subway tua di bawah Balai Kota New York, lokasi simbolik yang jarang digunakan. Momentum ini sekaligus menandai sejumlah “yang pertama” dalam sejarah kota terbesar di AS tersebut.

Selain menjadi wali kota Muslim pertama, Mamdani juga tercatat sebagai wali kota pertama keturunan Asia Selatan dan orang kelahiran Afrika yang memimpin New York City.

Baca juga: Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?

Ia lahir di Uganda dan kini dikenal sebagai figur progresif yang vokal soal keadilan sosial dan keterjangkauan hidup.

Al-Qur’an Langka Jadi Simbol Identitas dan Sejarah

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Mamdani akan meletakkan tangannya di atas dua mushaf Al-Qur’an:

  • Al-Qur’an milik kakeknya
  • Sebuah Al-Qur’an saku langka dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19, koleksi New York Public Library, Schomburg Center for Research in Black Culture

Kurator studi Timur Tengah dan Islam perpustakaan tersebut, Hiba Abid, menyebut mushaf itu sebagai simbol kuat keberagaman Muslim New York.

“Ini Al-Qur’an kecil, sederhana, tapi menyatukan iman dan identitas dalam sejarah New York,” ujarnya dilansir dari Associated Press.

Mushaf tersebut memiliki sampul merah tua dengan ornamen sederhana dan tulisan yang lugas—menandakan bahwa ia dibuat untuk penggunaan sehari-hari, bukan untuk kalangan elite atau seremonial semata.

Jejak Panjang Al-Qur’an, Jejak Panjang Identitas

Al-Qur’an bersejarah itu diyakini berasal dari wilayah Ottoman yang kini mencakup Suriah, Lebanon, Palestina, Yordania, dan Israel.

Manuskrip tersebut kemudian menjadi bagian koleksi Arturo Schomburg, sejarawan keturunan Afrika-Karibia yang mendokumentasikan kontribusi global diaspora Afrika, termasuk peran Islam dalam sejarahnya.

Menurut Abid, perjalanan panjang mushaf itu ke New York mencerminkan latar belakang Mamdani sendiri—seorang Muslim Asia Selatan kelahiran Afrika dengan keluarga lintas budaya.

Iman, Politik, dan Gelombang Islamofobia

Selama kampanye, Mamdani secara terbuka menunjukkan identitas Muslimnya. Ia rutin mengunjungi masjid-masjid di lima borough New York dan berhasil menggalang dukungan besar dari pemilih Muslim dan Asia Selatan, banyak di antaranya adalah pemilih pemula.

Namun, kebangkitan politik Mamdani juga diiringi lonjakan retorika Islamofobia. Sejumlah politisi konservatif mengecam rencana pelantikan dengan Al-Qur’an. Senator AS Tommy Tuberville bahkan menulis di media sosial, “The enemy is inside the gates.”

Menanggapi kritik tersebut, Mamdani menegaskan sikapnya dalam pidato emosional menjelang pemilu:

“Saya tidak akan mengubah siapa saya, apa yang saya makan, atau iman yang saya banggakan. Saya tidak lagi mencari diri saya di bayang-bayang. Saya akan menemukannya di cahaya.”

Al-Qur’an Akan Dipamerkan untuk Publik

Usai pelantikan, Al-Qur’an bersejarah itu akan dipamerkan di New York Public Library. Pihak perpustakaan berharap momentum ini mendorong publik mengenal lebih jauh sejarah Islam di New York—mulai dari musik Muslim awal abad ke-20 hingga kisah Islamofobia pasca-11 September.

Baca juga: Zohran Mamdani Wali Kota New York Pertama yang Disumpah dengan Al Quran

“Dulu mushaf ini dibaca oleh orang biasa. Kini ia berada di perpustakaan publik, di mana siapa pun bisa menjumpainya,” kata Abid.

Pelantikan Zohran Mamdani bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga penanda bab baru tentang keberagaman, identitas, dan representasi Muslim di panggung politik global.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar