Editor
KOMPAS.com - Pencarian tentang puasa 2026, puasa 2026 hari lagi, hingga puasa 2026 berapa hari lagi mulai meningkat seiring mendekatnya bulan suci Ramadhan.
Bagi umat Islam, mengetahui perkiraan awal puasa menjadi penting untuk mempersiapkan ibadah, agenda keluarga, hingga aktivitas sosial dan pendidikan.
Secara syariat, penentuan awal Ramadhan tidak bisa dilepaskan dari metode rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi).
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan diwajibkan berpuasa bagi setiap Muslim yang menjumpainya.
Baca juga: Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadis riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.”
Berdasarkan perhitungan hisab astronomi, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari 2026 antara tanggal 18 atau 19 Februari 2026.
Dengan asumsi hilal memenuhi kriteria visibilitas, awal puasa Ramadhan 2026 secara hisab diperkirakan jatuh pada akhir Februari 2026. Namun, kepastian resmi tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.
Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang melibatkan ormas Islam, ahli falak, dan perwakilan lembaga astronomi. Metode ini sejalan dengan praktik fikih yang menggabungkan dalil syar’i dan ilmu pengetahuan.
Organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah biasanya menggunakan metode hisab wujudul hilal untuk menetapkan awal Ramadhan lebih awal. Berdasarkan pengumuman resminya, Muhammadiyah menyatakan bahwa awal puasa Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026.
Sementara Nahdlatul Ulama menekankan rukyat sebagai metode utama dan biasanya bersamaan dengan keputusan pemerintah.
Namun jika melihat Kalender Hijriyah dari Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026. Kendati demikian, keputusan resminya tetap menunggu sidang isbat.
Perbedaan pendekatan antara Muhammadiyah, NU dan pemerintah merupakan khazanah fiqih yang telah lama hidup di tengah umat Islam Indonesia.
Pertanyaan puasa 2026 berapa hari lagi sangat bergantung pada waktu pembacaan informasi ini.
Jika dihitung mundur dari awal 2026, maka jarak menuju Ramadhan tinggal hitungan beberapa pekan.
Kalau mengacu pada keputusan Muhammadiyah, maka puasa tahun 2026 ini tinggal 28 hari sejak hari ini, Kamis, 22 Februari 2026.
Namun jika melihat Kalender Hijriyah dari Kemenag, awal puasa tinggal 29 hari lagi.
Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri sejak bulan-bulan sebelumnya.
Dalam hadis riwayat Shahih Muslim, Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebagai persiapan menuju Ramadhan.
Ini menjadi isyarat bahwa persiapan spiritual sebaiknya dilakukan jauh sebelum Ramadhan tiba.
Menjelang puasa 2026, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan seperti puasa sunnah, memperbaiki shalat, melunasi qadha puasa Ramadhan, serta memperdalam ilmu tentang fiqih puasa. Persiapan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan mental.
Baca juga: Ramadhan Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Ramadhan 2026 dan Persiapannya
Dengan memahami perkiraan waktu puasa 2026 serta landasan syariatnya, umat Islam diharapkan lebih siap menyambut bulan suci dengan penuh kesadaran.
Kepastian awal Ramadhan tetap menunggu sidang isbat, namun semangat menyambut puasa sudah seharusnya dimulai sejak sekarang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang