Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Renungan Ramadhan: Antara Kualitas dan Kuantitas Amal

Kompas.com, 28 Januari 2026, 13:26 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan adalah bulan untuk berlomba-lomba memperbanyak ibadah dan amal sholeh. Sebab di bulan Ramadhan, pahala setiap amal akan dilipatgandakan dari bulan-bulan lainnya.

Pemahaman ini terkadang disalah artikan. Banyak umat Islam yang melakukan banyak ibadah dari bulan-bulan lainnya, namun ibadah tersebut hanya menekankan kuatitas. Contoh fenomena ini adalah tarawih cepat yang terjadi di beberapa daerah.

Hal ini tentunya menjadi keprihatinan bersama. Ibadah yang hanya menekankan kuantitas tergadang hanya bersifat ragawi, rukun dan adab dikesampingkan, sehingga ibadah tidak berpengaruh terhadap hati dan perilaku menuju kebaikan.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Siapa Wajib Qadha, Siapa Cukup Fidyah?

Ramadhan: Bulan Ibadah atau Bulan Kesibukan?

Setiap menjelang Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba menyusun target ibadah: khatam Al-Qur’an, tarawih penuh, qiyamul lail, sedekah harian, dan berbagai amalan sunnah lainnya. Fenomena ini menunjukkan semangat yang patut disyukuri.

Namun muncul satu pertanyaan mendasar: apakah ibadah di bulan Ramadhan hanya bertambah secara kuantitas, atau juga meningkat kualitasnya di sisi Allah?

Allah SAW berfirman:

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Artinya: “Dia-lah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ibadah bukan sekadar banyaknya amal, tetapi baik dan bernilainya amal tersebut. Artinya, bukan kuantitas yang dinilai, tetapi kualitas.

Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim).

Bukan banyaknya ibadah yang dicintai Allah SWT, tetapi kontinuitas dan kualitas amal yang bernilai di hadapan Allah SWT.

Baca juga: Ironi Umat Islam di Bulan Ramadhan: Puasa, Pemborosan, dan Krisis Makna

Kuantitas Ibadah: Penting tapi Bukan Segalanya

Tidak dapat dipungkiri, kuantitas ibadah memiliki peran penting dalam ibadah, antara lain:

  • Melatih kedisiplinan,
  • Menjaga kontinuitas amal,
  • Membiasakan diri dengan ketaatan.

Namun, kuantitas yang tidak disertai kualitas berisiko berubah menjadi rutinitas kosong tanpa makna dan manfaat. Rasulullah SAW mengingatkan:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Artinya: “Betapa banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad)

Puasa yang seharusnya menjadi sarana penyucian jiwa justru kehilangan makna jika tidak disertai menjaga lisan, pandangan, dan hati.

Kualitas Ibadah Menurut Para Ulama

Berikut ini beberapa pandangan ulama mengenai ibadah yang berkualitas:

1. Pandangan Ibnu Rajab Al-Hanbali

Ibnu Rajab dalam Latha’if al-Ma’arif menjelaskan bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi puasa adalah menahan seluruh anggota badan dari maksiat dan hati dari keinginan yang tercela.

Ibadah yang berkualitas terlihat dari perubahan perilaku, terutama setelah Ramadhan berlalu. Jika Ramadhan pergi namun dosa tetap dirangkul, maka ada yang perlu dibenahi dari ibadah.

Baca juga: Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Muhammadiyah Se-Indonesia

2. Pandangan Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin membagi puasa menjadi tiga tingkatan:

  • Puasa umum, hanya menahan makan, minum, dan syahwat.
  • Puasa khusus, menjaga pendengaran, penglihatan, lisan, dan anggota tubuh dari dosa.
  • Puasa khususul khusus, puasa hati dari selain Allah SWT.

Al-Ghazali menegaskan bahwa puasa tingkat tinggi bukan diukur dari lamanya menahan lapar, tetapi dari kebersihan hati dan kehadiran Allah dalam kesadaran hamba.

3. Pandangan Hasan Al-Bashri

Hasan Al-Bashri adalah seorang tabi’in yang masyhur. Beliau pernah berkata, "Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi menahan diri dari dusta, kebatilan, dan perbuatan sia-sia.”

Hasan Al-Bashri juga mengingatkan bahwa Ramadhan bukanlah ajang pamer kesholehan, melainkan kesempatan membersihkan hati yang selama ini kotor oleh dosa-dosa dan kesalahan.

Kualitas Ibadah: Ruh dari Semua Amal

Ibadah yang berkualitas ibadah tercermin dari beberapa faktor, antara lain:

  • Keikhlasan niat,
  • Kekhusyukan dan ketenangan,
  • Kesesuaian pelaksanaan dengan sunnah Nabi,
  • Perubahan sikap dan akhlak menjadi lebih baik.

Satu rakaat sholat dengan khusyuk bisa lebih bernilai daripada banyak rakaat tanpa penghayatan. Satu ayat Al-Qur’an yang direnungi maknanya bisa lebih menghidupkan hati daripada sekadar mengejar target halaman.

Baca juga: Kumpulan Doa Menyambut Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya

Menyatukan Kualitas dan Kuantitas di Bulan Ramadhan

Islam tidak mengajarkan untuk memilih salah satu antara kualitas dan kuantitas. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Kuantitas menjaga istiqamah, kualitas menjaga keikhlasan.

Jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan batin, mungkin yang bertambah hanyalah aktivitas, bukan kedekatan dengan Allah.

Kuantitas dalam ibadah bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah, tetapi dari keisiqamahan dalam mengerjakan amalan tersebut. Jadi menyatukan kualitas dan kuantitas ibadah adalah istiqamah mengerjakan suatu amalan dengan memenuhi kriteria ibadah yang berkualitas.

Penutup: Ramadhan sebagai Madrasah Jiwa

Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bukan sekadar bulan agenda tahunan. Ia hadir untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih bertakwa, bukan hanya lebih sibuk beribadah tanpa makna.

Ibnu Rajab pernah mengingatkan bahwa tanda diterimanya amal adalah keberlanjutan kebaikan setelahnya. Maka jangan hanya bertanya “berapa banyak ibadahku?”, tetapi tanyakan juga “Sejauh mana ibadahku mengubahku?”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Doa dan Niat
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Aktual
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa dan Niat
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Doa dan Niat
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Aktual
Puasa Ramadhan: Cara Islam Menaikkan Derajat Spiritual Manusia
Puasa Ramadhan: Cara Islam Menaikkan Derajat Spiritual Manusia
Aktual
Cuaca Arab Saudi Berubah, Hujan Berpotensi Guyur Makkah hingga Kamis
Cuaca Arab Saudi Berubah, Hujan Berpotensi Guyur Makkah hingga Kamis
Aktual
Renungan Ramadhan: Antara Kualitas dan Kuantitas Amal
Renungan Ramadhan: Antara Kualitas dan Kuantitas Amal
Aktual
Makna Syafakallah yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Doa Sembuh
Makna Syafakallah yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Doa Sembuh
Doa dan Niat
Doa Nabi Daud untuk Cinta Allah dan Hati yang Tenang
Doa Nabi Daud untuk Cinta Allah dan Hati yang Tenang
Doa dan Niat
Cincin Hilang di Parkiran, Polisi Dubai Datang Tengah Malam dan Kembalikan dalam Hitungan Jam
Cincin Hilang di Parkiran, Polisi Dubai Datang Tengah Malam dan Kembalikan dalam Hitungan Jam
Aktual
Jelang Ramadhan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026
Jelang Ramadhan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026
Aktual
Gladi Posko Armuzna, Petugas Haji Tangani Jamaah Salah Maktab dan Kelelahan di Arafah
Gladi Posko Armuzna, Petugas Haji Tangani Jamaah Salah Maktab dan Kelelahan di Arafah
Aktual
Kekeringan dan Karhutla Meluas, Warga Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa
Kekeringan dan Karhutla Meluas, Warga Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com