KOMPAS.com - Bagi jemaah haji dan umrah, berkesempatan menunaikan salat dan memanjatkan doa di Raudhah Masjid Nabawi merupakan impian yang sangat dinanti.
Area yang berada di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar beliau ini dikenal sebagai tempat penuh keberkahan yang disebut Nabi sebagai taman surga di dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Mā baina baitī wa minbarī raudhah min riyādhil jannah.
Artinya: "Di antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga." (HR Bukhari dan Muslim)
Seiring meningkatnya jumlah jemaah dari berbagai negara, Pemerintah Arab Saudi melakukan penataan ketat akses Raudhah.
Mulai 2024, seluruh pengunjung diwajibkan memiliki izin resmi berbasis digital melalui aplikasi Nusuk.
Mengutip laporan Gulf News, kebijakan digitalisasi layanan ibadah ini diterapkan untuk menghindari penumpukan jemaah dan meningkatkan kenyamanan beribadah di area Masjid Nabawi.
Sebelumnya, banyak jemaah harus berdesakan demi bisa masuk Raudhah. Kini, sistem reservasi berbasis waktu diterapkan agar setiap sesi berlangsung tertib dan terkontrol.
Langkah ini juga sejalan dengan visi transformasi layanan haji dan umrah Arab Saudi dalam program Vision 2030 yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan jamaah.
Baca juga: KJRI Jeddah: Kartu Nusuk Jamaah Haji Indonesia Dibagikan Sejak di Tanah Air
Berdasarkan keterangan resmi di laman hajj.nusuk.sa, Nusuk merupakan platform terpadu milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang berfungsi sebagai pusat layanan digital jemaah internasional.
Fungsi utama aplikasi Nusuk meliputi:
Aplikasi ini dapat diunduh gratis melalui Play Store dan App Store.
Sebelum memesan jadwal Raudhah, jemaah wajib membuat akun. Berikut langkah-langkah registrasi:
Setelah akun aktif, jemaah dapat langsung mengakses menu reservasi Raudhah.
Baca juga: Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung
Setelah login, ikuti tahapan berikut:
Barcode inilah yang menjadi tiket resmi untuk masuk Raudhah.
Mengutip Saudi Gazette, berikut prosedur di lapangan:
Jemaah diwajibkan hadir minimal 30 menit sebelum waktu kunjungan.
Lokasi ponsel harus aktif agar sistem Nusuk dapat mendeteksi keberadaan pengguna.
Barcode akan dipindai petugas atau mesin otomatis di gerbang masuk.
Jemaah akan dikumpulkan sesuai kelompok sesi waktu.
Waktu ibadah berkisar 10–15 menit per sesi.
Setelah waktu habis, petugas akan mengarahkan jemaah menuju pintu keluar untuk memberi kesempatan kelompok berikutnya.
Baca juga: Platform Nusuk Catat 40 Juta Pengguna di 190 Negara, Dorong Modernisasi Layanan Haji dan Umrah
Banyak jemaah mengeluhkan sulitnya mendapatkan slot waktu. Berikut beberapa tips praktis:
Dalam buku Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin karya Ahmad Alawiy dijelaskan bahwa Raudhah termasuk tempat mustajab doa. Oleh karena itu jemaah dianjurkan:
Menurut buku Fiqh Kontemporer karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily, ketertiban dalam ibadah berjamaah termasuk bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga kemaslahatan umat.
Dengan sistem Nusuk, jemaah tetap bisa memperoleh kesempatan beribadah secara adil, tertib, dan aman.
Raudhah bukan sekadar ruang fisik di Masjid Nabawi, melainkan tempat penuh keberkahan yang menjadi dambaan jutaan Muslim.
Dengan memahami tata cara penggunaan aplikasi Nusuk, jemaah dapat menghindari kebingungan di lapangan dan memaksimalkan momen ibadah.
Persiapan digital kini menjadi bagian dari kesiapan spiritual. Semakin rapi persiapan, semakin khusyuk ibadah yang dijalani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang