KOMPAS.com - Bulan Ramadhan selalu hadir membawa nuansa spiritual yang berbeda. Di tengah lantunan doa, gema azan magrib, dan semarak berbagi takjil, satu amalan yang tak pernah sepi peminat adalah sedekah.
Bukan sekadar memberi, sedekah dalam Islam diyakini memiliki dampak luar biasa, termasuk menghadirkan keberkahan umur.
Konsep keberkahan umur bukan semata-mata soal hidup lebih lama, melainkan tentang kualitas kehidupan yang dipenuhi kebaikan, kesehatan, kebermanfaatan, serta pahala yang terus mengalir.
Dalam tradisi Islam, banyak kisah dan dalil yang menegaskan bahwa sedekah mampu mengundang pertolongan Allah SWT dalam bentuk yang tidak terduga.
Baca juga: Puasa Ramadhan: Ini Keutamaan Sedekah yang Jarang Disadari
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan-Nya tidak akan sia-sia. Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 berbunyi:
Matsalul ladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali habbatin ambatat sab‘a sanābila fī kulli sunbulatin mi’atu habbah. Wallāhu yudhā‘ifu limay yasya’.
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menegaskan bahwa sedekah bukan pengurangan, melainkan investasi spiritual yang dilipatgandakan.
Dalam konteks umur, keberkahan itu hadir melalui ketenangan jiwa, kesehatan batin, relasi sosial yang harmonis, dan perlindungan dari musibah.
Syekh Yusuf Al-Qaradawi dalam buku Fiqh Al-Zakah menjelaskan bahwa sedekah memiliki dimensi sosial dan spiritual yang mampu membersihkan jiwa dari sifat kikir sekaligus membuka pintu keberkahan rezeki dan umur.
Baca juga: Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Dalam literatur kisah para nabi, diceritakan seorang sahabat Nabi Dawud AS yang semula diberitahu akan wafat dalam waktu singkat.
Namun, karena keikhlasannya bersedekah kepada seorang musafir yang kelaparan, Allah SWT menangguhkan ajalnya dan menambah umurnya hingga puluhan tahun.
Kisah ini mengandung pesan penting, yaitu sedekah yang dilakukan dengan niat tulus, pada waktu yang tepat, dan kepada orang yang membutuhkan dapat menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
Dalam pandangan ulama, tambahan umur dalam kisah semacam ini bukan hanya bersifat biologis, tetapi juga bermakna spiritual, yaitu diberi kesempatan lebih panjang untuk beramal dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sedekah termasuk amal yang dapat mengundang perubahan takdir dalam bentuk yang diizinkan Allah, seperti tertolaknya bala dan datangnya keberkahan hidup.
Rasulullah SAW juga menegaskan hubungan antara kebaikan sosial dan keberkahan hidup. Dalam sebuah hadis disebutkan:
Man sarrahu an yubsatha lahu fī rizqihī wa yunsa’a lahu fī atharihī fal yashil rahimah.
Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim)
Meski hadis ini secara khusus menyebut silaturahmi, para ulama menjelaskan bahwa sedekah termasuk bentuk nyata kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai silaturahmi. Keduanya sama-sama membuka pintu keberkahan hidup.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menegaskan bahwa makna “dipanjangkan umur” dapat dimaknai secara hakiki maupun maknawi, yaitu bertambahnya kebermanfaatan hidup dan kualitas amal.
Baca juga: Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026
Ramadhan dikenal sebagai bulan kedermawanan. Rasulullah SAW sendiri meningkatkan sedekah pada bulan ini. Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas disebutkan:
“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan berlipat ganda karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan.
Memberi makan orang berbuka, menyantuni fakir miskin, membantu pembangunan masjid, hingga berbagi paket sembako menjadi bentuk sedekah yang dianjurkan.
Syekh Ali Jum’ah dalam bukunya Al-Awamir wan Nawahi Indal Ushuliyyin menyebutkan bahwa sedekah Ramadhan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat solidaritas umat.
Secara spiritual, sedekah mengundang ridha Allah. Secara sosial, sedekah menciptakan hubungan harmonis dan mengurangi konflik.
Secara psikologis, orang yang gemar memberi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan rasa bahagia yang lebih stabil.
Penelitian dalam psikologi positif juga menunjukkan bahwa aktivitas berbagi dapat meningkatkan hormon kebahagiaan dan memperkuat kesehatan mental.
Dalam Islam, kondisi batin yang tenang dan jiwa yang bersih merupakan bagian dari keberkahan hidup.
Baca juga: Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran
Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah. Banyak ulama menyebut bulan ini sebagai momentum memperbaiki diri dan mengundang rahmat Allah.
Sedekah yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil, dapat menjadi sebab terbukanya pintu kebaikan yang besar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 18:
Innal mushaddiqīna wal mushaddiqāti wa aqradhullāha qardhan hasanan yudhā‘afu lahum wa lahum ajrun karīm.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan balasannya dan mereka memperoleh pahala yang mulia.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa sedekah bukan kehilangan, melainkan jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat.
Kisah sahabat Nabi Dawud, dalil Al-Qur’an, serta hadis Rasulullah SAW menunjukkan bahwa sedekah memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Di bulan Ramadhan, amalan ini menjadi semakin istimewa.
Sedekah mungkin tampak sederhana, namun di sisi Allah nilainya sangat besar. Bisa jadi, satu porsi makanan yang diberikan dengan ikhlas, satu paket sembako yang dibagikan atau satu rupiah yang dikeluarkan di jalan kebaikan menjadi sebab datangnya umur yang berkah, hidup yang bermanfaat, dan akhir yang husnul khatimah.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang memperluas kepedulian dan membuka pintu keberkahan melalui sedekah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang