KOMPAS.com – Menjelang datangnya Bulan Ramadan 1447 Hijriah, suasana batin umat Islam biasanya mulai dipenuhi rasa harap, rindu, sekaligus keinginan untuk membersihkan diri.
Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu yang tepat untuk melapangkan hati, memperbaiki hubungan, dan saling memaafkan.
Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, Ramadan 1447 H diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Menyambut bulan suci ini, salah satu tradisi yang mengakar kuat di tengah masyarakat Muslim Indonesia adalah mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga, sahabat, dan kerabat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Baca juga: Tarhib Ramadhan Adalah Tradisi Sunnah? Ini Penjelasan Lengkapnya
Dalam tradisi Islam, menyambut Ramadan dianjurkan dengan rasa bahagia dan suka cita. Hal ini bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dasar dari sunnah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW kerap menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat ketika Ramadan akan tiba. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits:
Kana an-nabiyyu shallallahu ‘alaihi wa sallama yubassyiru ash-habahu bi qudumi Ramadhan…
Artinya: “Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabat tentang datangnya bulan Ramadan dengan sabdanya, ‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah…’” (HR. Abu Hurairah)
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan yang layak disambut dengan kegembiraan, doa, dan kesiapan batin, termasuk dengan saling memaafkan sebelum memasuki ibadah puasa.
Baca juga: Awal Puasa 2026 Muhammadiyah: Ini Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Versi Hisab
Para ulama menjelaskan bahwa membersihkan hati dari dendam dan kesalahan antarsesama merupakan bagian penting dari persiapan ibadah.
Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia tidak akan gugur hanya dengan ibadah ritual, tetapi harus disertai dengan permohonan maaf dan penyelesaian hubungan.
Karena itu, ucapan maaf menjelang Ramadan tidak sekadar formalitas, melainkan wujud kesadaran spiritual agar ibadah puasa dijalani dengan hati yang ringan dan lapang.
Berikut 50 ucapan maaf menyambut Ramadan 1447 H yang bisa dibagikan melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, atau platform media sosial lainnya:
1. Menjelang Ramadan, izinkan hati ini memohon maaf atas kata dan sikap yang mungkin melukai.
2. Marhaban ya Ramadan, semoga kita memasuki bulan suci ini dengan hati yang bersih. Mohon maaf lahir dan batin.
3. Sebelum Ramadan tiba, mari saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
4. Ramadhan segera datang, mohon maaf atas segala khilaf, baik disengaja maupun tidak.
5. Semoga Ramadan ini menjadi awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mohon maaf lahir dan batin.
6. Dalam kerendahan hati, saya memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah terjadi.
7. Menyambut bulan penuh berkah, mari kita bersihkan hati dengan saling memaafkan.
8. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memulai kembali dengan keikhlasan. Mohon maaf lahir dan batin.
9. Jika ada kata yang menyakitkan dan sikap yang mengecewakan, izinkan saya memohon maaf.
10. Marhaban ya Ramadan, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Mohon maaf lahir dan batin.
11. Menjelang puasa, mari kita lepaskan dendam dan menggantinya dengan keikhlasan.
12. Ramadan adalah bulan ampunan, semoga kita saling memaafkan sebelum ia tiba.
13. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yang pernah terucap maupun terbuat.
14. Selamat menyambut Ramadan, semoga hati kita kembali jernih dan tenang.
15. Di ambang bulan suci ini, saya mohon maaf lahir dan batin.
16. Semoga Ramadan ini mempertemukan kita dalam kebaikan dan saling pengertian.
17. Mari songsong Ramadan dengan hati yang damai dan penuh maaf.
18. Jika langkah pernah menyakiti, kata pernah melukai, mohon maaf lahir dan batin.
19. Ramadan segera tiba, mari kita rapikan hati sebelum merapikan ibadah.
20. Dengan penuh keikhlasan, saya memohon maaf atas segala kesalahan.
21. Ramadhan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang memaafkan.
22. Sebelum azan pertama Ramadan berkumandang, izinkan saya meminta maaf.
23. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang.
24. Semoga maaf yang kita berikan membuka pintu keberkahan Ramadan.
25. Mohon maaf lahir dan batin, semoga Ramadan membawa kedamaian.
Baca juga: 50 Contoh Ucapan Menyambut Ramadhan 2026: Inspiratif, Menyentuh, dan Siap Dibagikan
26. Menyambut Ramadan, mari saling membersihkan hati.
27. Jika ada janji yang terlewat dan kata yang salah, mohon dimaafkan.
28. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memaafkan dan dimaafkan.
29. Dengan rendah hati, saya mohon maaf atas segala khilaf.
30. Semoga Ramadan kali ini menjadi Ramadan terbaik bagi kita semua.
31. Menjelang Ramadan, mari kita perbaiki niat dan hubungan.
32. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan.
33. Ramadan datang membawa ampunan, mari kita sambut dengan hati bersih.
34. Jika ada luka yang tertinggal, semoga Ramadan menjadi obatnya.
35. Sebelum puasa dimulai, mari kita saling memaafkan.
36. Ramadan mengajarkan kesabaran dan keikhlasan, mari kita mulai dari memaafkan.
37. Mohon maaf atas segala salah, semoga Ramadan mempertemukan kita dalam kebaikan.
38. Marhaban ya Ramadan, mari kita mulai dengan hati yang jernih.
39. Jika kata pernah menyakitkan, mohon dimaafkan sebelum Ramadan tiba.
40. Semoga Allah membersihkan hati kita menjelang Ramadan.
41. Menyambut bulan suci, mari kita lapangkan dada dan hati.
42. Ramadan bukan hanya ibadah, tetapi juga rekonsiliasi hati.
43. Mohon maaf lahir dan batin menjelang Ramadan 1447 H.
44. Mari kita sambut Ramadan dengan saling memaafkan.
45. Sebelum puasa dimulai, izinkan saya meminta maaf.
46. Ramadan adalah saat terbaik untuk berdamai dengan sesama.
47. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf, semoga Ramadan membawa berkah.
48. Marhaban ya Ramadan, semoga kita dipertemukan dengan ampunan Allah.
49. Menjelang Ramadan, mari kita saling membersihkan hati.
50. Semoga maaf yang kita beri menjadi pembuka pintu rahmat di bulan suci.
Baca juga: Contoh Ucapan Ramadhan Sekolah: Hangat, Sopan, dan Penuh Makna untuk Guru dan Siswa
Di era digital, ucapan maaf menjelang Ramadan banyak disampaikan melalui media sosial. Meski sederhana, pesan tersebut tetap memiliki nilai spiritual jika dilandasi niat yang tulus.
Dalam buku Fikih Akhlak karya Musthafa Al-Adawi, disebutkan bahwa menjaga hubungan baik (silaturahmi) merupakan bagian dari kesempurnaan iman.
Karena itu, mengirim ucapan maaf menjelang Ramadan dapat menjadi jembatan untuk memperbaiki hubungan, membuka kembali komunikasi, dan menyiapkan diri menyambut bulan penuh ampunan.
Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang ibadah lahiriah, tetapi juga perjalanan batin. Ucapan maaf menjadi pintu awal untuk memasuki bulan suci dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan hubungan yang lebih hangat.
Saat Ramadan 1447 Hijriah tiba, semoga setiap maaf yang terucap menjadi saksi keikhlasan, dan setiap ibadah yang dijalani diterima oleh Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang