Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Penerangan Agama Islam kembali mengirim lebih dari 2.000 dai dan daiyah ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Program Dai 3T ini telah berjalan selama lima tahun dan terus mengalami peningkatan jumlah peserta.
Tahun ini, jumlah dai yang diterjunkan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pengiriman dai tersebut difokuskan untuk penguatan keagamaan dan nilai kebangsaan di daerah pelosok.
Dilansir dari Antara, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan program ini sejak awal dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.
“Program ini sejak diinisiasi lima tahun lalu memang bersifat kolaboratif. Direktorat Penais berfungsi sebagai koordinator. Pesertanya terdiri atas koordinator dari Penais, dai dan daiyah yang direkrut Kementerian Agama di wilayah setempat, partisipasi ormas yang memiliki program Dai 3T, serta beberapa pesantren,” ujar Abu di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, jumlah dai yang dikirim tahun ini mencapai lebih dari 2.000 orang, meningkat dari sekitar 900 orang atau mendekati 1.000 dai pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan dari otoritas setempat serta respons positif masyarakat terhadap program tersebut.
Bahkan, terdapat sejumlah dai yang memilih menetap dan mengabdi lebih lama di wilayah 3T.
Baca juga: Kemenag Aceh Perkirakan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi menyampaikan bahwa para dai yang ditugaskan membawa misi penguatan iman, spiritualitas, serta nilai-nilai kebangsaan, termasuk pesan ekoteologi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.
“Kita akan melakukan pelepasan seremonial pada 16 Ramadhan di salah satu hotel yang lokasinya dekat dengan bandara, mengingat bertepatan dengan masa libur. Pada kesempatan itu juga akan disampaikan panduan bagi para dai,” katanya.
Muchlis menegaskan, penguatan pengetahuan agama menjadi prioritas utama selama Ramadhan, termasuk pembelajaran Al Quran sebagai bagian dari momentum bulan suci.
“Karena wilayahnya 3T, para dai tentu menyesuaikan dengan kondisi dan realitas masyarakat setempat. Namun yang pasti, penguatan pengetahuan keagamaan dan pembelajaran Al Quran menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun tahun ini tidak disertai pengiriman paket bantuan karena pertimbangan efisiensi, kehadiran dai di wilayah 3T dan perbatasan tetap menjadi simbol kuat kehadiran negara hingga ke pelosok.
“Misinya adalah menegaskan bahwa negara hadir sampai ke wilayah terjauh. Dalam hal ini Kementerian Agama memberikan pencerahan di bulan Ramadhan agar spiritualitas dan semangat kebangsaan masyarakat semakin meningkat,” kata dia.
Melalui Program Dai 3T Ramadhan 1447 H/2026 ini, Kemenag berharap masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar mendapatkan penguatan keagamaan sekaligus dorongan semangat kebangsaan secara berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang