Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Setelah Sahur: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam

Kompas.com, 18 Februari 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sahur sering dipahami sekadar waktu makan sebelum fajar. Padahal, dalam tradisi Islam, sahur menyimpan dimensi spiritual yang jauh lebih dalam.

Di antara amalan yang dianjurkan adalah membaca doa setelah sahur, sebagai bentuk permohonan kekuatan sekaligus peneguhan niat sebelum menjalani puasa seharian penuh.

Momentum menjelang Subuh bukan hanya batas waktu makan, tetapi juga ruang sunyi untuk bermunajat.

Pada saat itulah doa dipanjatkan dalam suasana yang lebih hening, lebih khusyuk, dan diyakini lebih mustajab.

Baca juga: Ramadhan 1447 H: Ini Doa Mustajab Saat Sahur, Berbuka, dan Lailatul Qadar

Keutamaan Sahur dalam Perspektif Hadis

Anjuran sahur ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Tasahharu fa inna fis sahuuri barakah.”

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keberkahan yang dimaksud bukan hanya pada aspek fisik, melainkan juga spiritual. Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu, sekaligus mengandung nilai ibadah karena diniatkan untuk menaati perintah Allah.

Karena itu, menutup sahur dengan doa menjadi bentuk penyempurna ibadah tersebut.

Baca juga: Selesai Sahur Jam Berapa? Ini Batas Waktu Sahur dan Penjelasan Soal Imsak yang Sering Disalahpahami

Doa Setelah Sahur dan Landasan Al-Qur’an

Secara khusus memang tidak terdapat satu redaksi baku tentang “doa setelah sahur”. Namun, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu menjelang fajar, karena termasuk waktu mustajab.

Allah SWT berfirman dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 18:

“Wa bil-ashari hum yastaghfirun.”

“Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu sahur identik dengan istighfar dan doa. Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa orang-orang saleh memanfaatkan akhir malam untuk memohon ampun dan bermunajat sebelum fajar menyingsing.

Salah satu doa yang bisa dibaca setelah sahur antara lain:

“Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima.”

Doa ini diriwayatkan dalam beberapa hadis dan kerap dianjurkan dibaca pada waktu pagi, termasuk setelah sahur menjelang Subuh.

Baca juga: Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur? Ini Jawaban Ulama dan Dalilnya

Mengapa Doa Setelah Sahur Penting?

1. Menjadi Benteng dari Godaan Setan

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari dorongan hawa nafsu.

Dengan doa, seorang Muslim memohon perlindungan agar tidak tergelincir dalam perbuatan sia-sia selama berpuasa.

Dalam buku Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa kekuatan rohani dalam ibadah lahir dari hati yang terus terhubung dengan Allah melalui doa dan dzikir.

2. Menguatkan Niat dan Konsistensi

Doa membantu menjaga keikhlasan. Ketika niat diperbarui melalui munajat, seseorang lebih mudah istiqomah hingga waktu berbuka tiba.

3. Menambah Pahala Ramadhan

Ramadhan adalah bulan pelipatgandaan amal. Setiap doa dan dzikir yang dipanjatkan bernilai ibadah. Karena itu, menutup sahur dengan doa menjadi kesempatan meraih pahala tambahan.

4. Membuat Puasa Lebih Bermakna

Puasa bukan sekadar ritual fisik, melainkan proses peningkatan takwa. Allah SWT berfirman:

“Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la’allakum tattaqun.”

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Doa setelah sahur menjadi bagian dari proses menuju ketakwaan tersebut.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Doa Setelah Sahur Ramadhan, Niat Puasa, dan Bacaan Lengkapnya

Waktu Terbaik Membaca Doa Setelah Sahur

Para ulama sepakat bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat utama untuk berdoa.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Allah “turun” ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon.

Karena itu, waktu terbaik membaca doa setelah sahur adalah:

  • Setelah selesai makan sahur dan sebelum azan Subuh.
  • Pada detik-detik terakhir sebelum imsak atau Subuh.
  • Dalam keadaan duduk tenang dan khusyuk.
  • Dibarengi dengan istighfar dan dzikir.

Khusyuk dan keikhlasan menjadi kunci agar doa lebih bermakna.

Tradisi Ulama dalam Menghidupkan Waktu Sahur

Dalam berbagai literatur klasik, disebutkan bahwa para ulama dan salafus saleh menjadikan waktu sahur sebagai saat bermunajat panjang. Mereka memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan berdoa sebelum Subuh.

Dalam buku Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa waktu sahur termasuk momen paling agung dalam Ramadhan karena di dalamnya berkumpul ibadah makan sahur, niat puasa, dzikir, dan doa.

Tradisi ini menunjukkan bahwa doa setelah sahur bukan sekadar tambahan, melainkan bagian dari penguatan spiritual sebelum memasuki hari puasa.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Doa Sahur Rasulullah yang Jarang Diketahui

Menjadikan Doa Setelah Sahur sebagai Kebiasaan

Membiasakan doa setelah sahur memerlukan disiplin. Mulailah dengan doa pendek, kemudian tambah dengan istighfar dan permohonan pribadi. Tidak ada batasan redaksi selama isinya baik dan sesuai tuntunan syariat.

Yang terpenting adalah kesadaran bahwa waktu sahur adalah kesempatan emas. Saat kebanyakan manusia masih terlelap, seorang Muslim justru bangun untuk makan, berniat, dan berdoa. Di sanalah letak keistimewaannya.

Doa setelah sahur adalah amalan sederhana yang berdampak besar. Ia menjadi benteng dari godaan, penguat niat, sekaligus pembuka keberkahan sebelum menjalani puasa.

Didukung dalil Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama klasik, amalan ini layak untuk terus dihidupkan.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi tentang membangun kedekatan dengan Allah sejak detik pertama sebelum fajar.

Maka, setelah suapan terakhir sahur, jangan terburu-buru beranjak. Luangkan beberapa menit untuk berdoa.

Bisa jadi, dari waktu yang sunyi itu, lahir kekuatan yang menjaga puasa kita hingga terbenamnya matahari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
50 Pantun Ucapan Selamat Ramadhan 2026 yang Lucu tapi Tetap Penuh Makna
50 Pantun Ucapan Selamat Ramadhan 2026 yang Lucu tapi Tetap Penuh Makna
Aktual
100 Pantun Selamat Ramadhan 2026 Penuh Doa untuk Dibagikan ke Media Sosial
100 Pantun Selamat Ramadhan 2026 Penuh Doa untuk Dibagikan ke Media Sosial
Aktual
Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Aktual
Lebaran Tanggal Berapa 2026? Ini Jadwal Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Lebaran Tanggal Berapa 2026? Ini Jadwal Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Tarawih Sendiri di Rumah Apakah Boleh? Ini Penjelasan Hukum dan Niatnya Lengkap dengan Arab dan Artinya
Tarawih Sendiri di Rumah Apakah Boleh? Ini Penjelasan Hukum dan Niatnya Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Bocoran Tren Gamis Lebaran 2026: Ivory, Rompi Lepas, hingga Bahan Flowy yang Lagi Diburu!
Bocoran Tren Gamis Lebaran 2026: Ivory, Rompi Lepas, hingga Bahan Flowy yang Lagi Diburu!
Aktual
Doa Setelah Sahur: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam
Doa Setelah Sahur: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam
Aktual
30 Ucapan Menyambut Ramadhan 2026 yang Menyentuh Hati dan Bermakna
30 Ucapan Menyambut Ramadhan 2026 yang Menyentuh Hati dan Bermakna
Aktual
Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Dalilnya
Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Ide Menu Takjil Kekinian dan Paling Dicari Cocok untuk Buka Puasa
Ide Menu Takjil Kekinian dan Paling Dicari Cocok untuk Buka Puasa
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Cilacap Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Cilacap Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Doa dan Dzikir Setelah Witir, Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Dzikir Setelah Witir, Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Jadwal Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Denpasar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Denpasar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com