Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran 2026: Pesona Abaya Jasmine, Elegan Syar’i dengan Harga Bersahabat

Kompas.com, 21 Februari 2026, 03:01 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, pencarian tren baju Lebaran 2026 mulai meningkat. Tahun ini, gaya modest wear kembali menguat dengan sentuhan elegan, flowy, dan tetap syar’i. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Abaya Jasmine, busana muslimah yang memadukan kesan anggun, tertutup, namun tetap modern.

Di tengah tren busana Lebaran yang semakin variatif, abaya kembali menjadi pilihan favorit. Siluetnya yang longgar dan jatuh natural dianggap mampu menghadirkan kesan mewah tanpa terlihat berlebihan.

Aura Puteri dalam Balutan Abaya

Abaya Jasmine disebut-sebut sebagai salah satu model yang paling diminati tahun ini. Desainnya menghadirkan kesan feminin dan lembut, dengan detail yang dirancang matang untuk menonjolkan keanggunan pemakainya.

Baca juga: Abaya Hitam Bordir Merah Princess Rajwa Jadi Inspirasi Fashion Ramadhan 2026

Potongannya dibuat longgar sehingga tetap sesuai kaidah busana syar’i. Material yang digunakan pun mendukung kenyamanan, membuat abaya ini cocok dikenakan seharian, mulai dari silaturahmi keluarga hingga open house Lebaran.

Desain yang elegan membuat pemakainya tampil percaya diri tanpa perlu tambahan aksesori berlebihan. Inilah yang menjadi daya tarik utama tren abaya Lebaran 2026: sederhana namun tetap berkelas.

Jasmin Abaya.Ilustrasi dibuat AI Jasmin Abaya.

Tetap Modis Tanpa Meninggalkan Syar’i

Tren fashion muslim 2026 menunjukkan bahwa busana syar’i tidak lagi identik dengan tampilan monoton. Abaya Jasmine menjadi contoh bahwa potongan loose dan tertutup tetap bisa terlihat stylish.

Siluetnya yang structured namun flowy membuat tampilan terlihat rapi dan anggun. Model seperti ini diprediksi akan mendominasi tren Lebaran tahun ini, menggantikan gamis dengan banyak layer atau detail terlalu ramai yang sempat populer beberapa tahun lalu.

Pilihan Warna yang Fleksibel

Dalam tren warna Lebaran 2026, tone lembut seperti cream, dusty, sage, hingga warna tegas elegan menjadi favorit.

Abaya Jasmine hadir dalam beberapa pilihan warna, memberi fleksibilitas bagi muslimah untuk menyesuaikan dengan karakter pribadi maupun konsep busana keluarga saat Hari Raya.

Pilihan warna yang tepat membuat abaya mudah dipadukan dengan hijab polos atau motif minimalis, menciptakan tampilan harmonis dan clean look.

Solusi Baju Lebaran yang Terjangkau

Selain desain dan kenyamanan, faktor harga juga menjadi pertimbangan penting menjelang Lebaran. Banyak keluarga kini mencari busana yang tetap terlihat eksklusif namun tidak menguras anggaran.

Abaya Jasmine diposisikan sebagai pilihan baju Lebaran terbaru dengan harga terjangkau. Konsep ini sejalan dengan tren fashion 2026 yang mengutamakan value for money — tampilan premium dengan biaya yang tetap rasional.

Peluang Bisnis di Tren Abaya 2026

Menariknya, meningkatnya minat terhadap abaya juga membuka peluang bisnis. Produsen Abaya Jasmine bahkan menawarkan kesempatan bagi reseller yang ingin bergabung dalam jaringan pemasaran.

Baca juga: Model Gamis A-Line hingga Abaya untuk Badan Berisi Tampak Proporsional

Dengan tren modest fashion yang terus berkembang, segmen busana muslim dinilai masih sangat potensial, terutama menjelang momen puncak seperti Ramadhan dan Lebaran.

Abaya Jadi Primadona Lebaran 2026

Secara keseluruhan, tren baju Lebaran 2026 mengarah pada desain yang lebih dewasa, elegan, dan tetap syar’i. Abaya Jasmine menjadi representasi tren tersebut: longgar, anggun, nyaman, serta mudah dipadukan.

Bagi muslimah yang ingin tampil menawan tanpa meninggalkan nilai kesopanan, model abaya seperti ini bisa menjadi pilihan utama saat menyambut hari kemenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi
Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi
Aktual
Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Aktual
Badai Debu Melanda Makkah, Jarak Pandang Menurun di Tanah Suci
Badai Debu Melanda Makkah, Jarak Pandang Menurun di Tanah Suci
Aktual
Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Aktual
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
Aktual
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Aktual
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Aktual
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Aktual
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Aktual
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Aktual
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Aktual
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Aktual
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com