Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan untuk Pekerja: Checklist Ibadah Harian Biar Konsisten Meski Sibuk

Kompas.com, 23 Februari 2026, 07:19 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Ramadhan 1447 H menjadi momentum memperkuat takwa, sekaligus menguji manajemen waktu bagi pekerja yang harus menyeimbangkan target kantor dan ibadah.

Ritme kerja, perjalanan, dan kewajiban di rumah sering membuat target ibadah terasa berat saat disusun terlalu ambisius.

Checklist Ramadan, yang disusun dari berbagai sumber, membantu menjaga konsistensi lewat langkah kecil yang realistis, lalu ditambah perlahan sesuai energi dan situasi harian.

Baca juga: Arab Saudi Perketat Umrah Ramadhan 2026: Pintu Masjidil Haram Pakai Indikator Hijau-Merah

Semangat puasa sebagai sarana pembinaan diri juga ditegaskan dalam Al-Baqarah ayat 183 yang mengaitkan puasa dengan tujuan membangun ketakwaan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Prinsip utama: sederhana, jelas, lalu konsisten

Target harian paling aman dibatasi pada ibadah inti, lalu satu amalan tambahan yang mudah diulang tanpa memicu rasa bersalah.

Kualitas ibadah cenderung lebih terjaga saat fokus berada pada sholat tepat waktu, tilawah singkat, dan adab selama bekerja, dibanding mengejar daftar panjang yang sulit dipenuhi.

Porsi berbuka dan makan malam perlu dijaga agar energi ibadah malam tetap ada, sejalan dengan pesan Nabi tentang moderasi makan.

Hadis berikut sering dijadikan pegangan tentang adab makan, termasuk pembagian “sepertiga” bagi makanan, minuman, dan napas:

"مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الآدَمِيِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِيَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ"

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa perawi hadits ini tsiqqah, terpercaya].

Checklist harian pekerja: dari Subuh sampai tidur

ilustrasi sahur. Masih bolehkah makan dan minum setelah imsak?SHUTTERSTOCK ilustrasi sahur. Masih bolehkah makan dan minum setelah imsak?

Sahur sederhana dengan menu seimbang dan cukup minum membantu tubuh lebih stabil selama jam kerja, apalagi jika asupan cairan diatur dari berbuka sampai sahur.

Shalat Subuh dan dzikir singkat bisa dijadikan paket wajib yang dijaga setiap hari agar ritme spiritual tidak putus.

Tilawah 5–10 menit setelah Subuh sering lebih mudah konsisten karena pikiran masih segar dan gangguan belum banyak, lalu target bisa dibuat konkret seperti 1–2 halaman atau 10 menit.

Perjalanan menuju kantor bisa diisi murottal pelan, dzikir, atau shalawat agar waktu transit tidak habis tanpa makna.

Baca juga: 10 Keutamaan Membaca Shalawat, dari Menghapus Dosa hingga Mendapat Syafaat Nabi

Shalat Zuhur dan Asar tepat waktu memberi jeda ritmis di tengah tugas, sekaligus membantu fokus kerja lebih teratur.

Menjelang Maghrib, intensitas aktivitas yang memicu emosi sebaiknya diturunkan agar energi puasa tidak habis di jam terakhir.

Berbuka sederhana membantu tubuh pulih tanpa “kaget”, lalu ibadah Maghrib berjalan lebih ringan, sejalan dengan kebiasaan Nabi berbuka dengan kurma atau air.

Hadis berikut menjelaskan kebiasaan Nabi saat berbuka sebelum shalat:

"كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ"

Tarawih bisa disesuaikan kemampuan, lalu penutup hari diisi evaluasi singkat dan tidur lebih awal agar sahur esok hari tidak kacau.

Mode sibuk 15 menit: hari lembur tetap “selamat”

Paket minimal bisa berisi sholat wajib tepat waktu, tilawah 5 menit, dzikir 3 menit, dan doa 2 menit sebelum tidur agar ibadah inti tetap hidup.

Sedekah kecil bisa dilakukan digital agar kebiasaan berbagi tidak menunggu kondisi ideal.

Mode darurat: saat energi drop

Hari ketika energi turun lebih aman dihadapi dengan fokus pada ibadah wajib, menjaga lisan, dan memulihkan tubuh lewat istirahat karena hidrasi dan pola makan seimbang tetap penting selama Ramadhan.

Rasa lelah tidak otomatis berarti kualitas iman turun, tetapi tubuh mungkin meminta jeda karena kurang tidur atau beban kerja tinggi.

Baca juga: Ramadhan 2026: Premier League Stop Pertandingan Saat Maghrib, Pemain Puasa Bisa Berbuka

Checklist 7 hari pertama Ramadhan: adaptasi ritme pekerja

Hari 1–2: kunci kebiasaan, jangan kebanyakan target

Fokus pada sholat tepat waktu, tilawah 5 menit setelah Subuh, dan satu kebiasaan kecil seperti dzikir saat commute.

Menu berbuka dijaga sederhana agar tarawih tidak terasa berat, lalu tidur diprioritaskan agar sahur tidak berantakan.

Hari 3–4: tambah satu amalan yang paling mungkin

Tambahkan tilawah malam 5 menit atau sedekah harian nominal kecil agar ada progres yang terasa tanpa menambah stres.

Porsi minum bisa diatur pada rentang setelah berbuka hingga sebelum tidur agar tubuh tidak cepat lemas keesokan harinya.

Hari 5–6: rapikan jadwal dan kurangi distraksi

Waktu scroll dan notifikasi bisa ditekan, lalu diganti murottal singkat atau membaca satu halaman Alquran di waktu jeda.

Buka bersama tetap bisa dijalani, tetapi porsi makan dijaga agar ibadah malam tidak “tumbang” di pertengahan minggu.

Baca juga: Donor Darah Saat Ramadhan, Batal Puasa atau Tidak? Ini Kata MUI

Hari 7: evaluasi ringan dan set target pekan berikutnya

Catat satu hal yang paling berhasil dan satu hal yang paling mengganggu konsistensi, lalu susun ulang target agar lebih realistis.

Konsistensi kecil sering menjadi pintu amalan yang lebih besar ketika tubuh dan jadwal sudah terbiasa.

Penutup

Checklist Ramadan 1447 H membantu pekerja meraih keberkahan lewat rutinitas ibadah yang realistis dan bisa dijaga setiap hari.

Kualitas ibadah lebih mudah tumbuh saat target dibuat sederhana, lalu dijalankan konsisten tanpa menunggu waktu luang yang sempurna.

Kebiasaan kecil yang konsisten tetap bernilai dan bisa menjadi penguat langkah di hari-hari sibuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com