Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waktu Mustajab Shalat Taubat, Lengkap Niat, Tata Cara, dan Doanya

Kompas.com, 29 Maret 2026, 21:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Dalam Islam, pintu taubat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah SWT. Salah satu bentuk kesungguhan dalam bertaubat adalah dengan melaksanakan shalat taubat.

Ibadah sunnah ini bukan sekadar ritual, melainkan ungkapan penyesalan yang mendalam sekaligus harapan agar dosa diampuni.

Namun, banyak yang masih bertanya, kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat taubat agar lebih mustajab?

Artikel ini mengulas secara lengkap waktu pelaksanaan, niat, tata cara, hingga doa setelah shalat taubat berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama.

Baca juga: Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa

Perintah Taubat dalam Al-Qur’an

Anjuran untuk bertaubat ditegaskan langsung dalam firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 8:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Ayat ini menegaskan bahwa taubat nasuha, taubat yang tulus dan sungguh-sungguh merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa taubat nasuha mencakup tiga hal utama: menyesali dosa, meninggalkannya, dan bertekad tidak mengulanginya.

Apa Itu Shalat Taubat?

Shalat taubat adalah shalat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Dalam buku Perbaiki Shalatmu Niscaya Allah Akan Perbaiki Hidupmu karya Idris bin Umar dijelaskan bahwa shalat taubat menjadi pelengkap dari taubat nasuha, sekaligus bukti kesungguhan seorang hamba dalam kembali kepada Allah.

Berbeda dengan ibadah wajib, shalat taubat bersifat fleksibel dalam pelaksanaannya, namun tetap memiliki adab dan waktu yang dianjurkan.

Kapan Waktu Mustajab untuk Shalat Taubat?

Pada dasarnya, shalat taubat dapat dilakukan kapan saja setelah seseorang menyadari kesalahan. Bahkan, para ulama menekankan agar tidak menunda taubat.

Namun, terdapat waktu-waktu yang dianggap lebih utama dan mustajab:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu ini merupakan saat paling utama karena bertepatan dengan waktu turunnya rahmat Allah.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Allah “turun” ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya.

2. Setelah Melakukan Dosa

Segera bertaubat setelah melakukan kesalahan menunjukkan keikhlasan dan kesungguhan hati.

Dalam Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa menunda taubat tanpa alasan termasuk bentuk kelalaian.

3. Di Waktu Sunyi dan Khusyuk

Waktu-waktu tenang seperti malam hari atau setelah ibadah wajib menjadi momen terbaik untuk bermunajat dengan penuh kekhusyukan.

Waktu yang Sebaiknya Dihindari

Sebagian ulama menyebutkan bahwa shalat taubat sebaiknya tidak dilakukan pada waktu-waktu terlarang, yaitu:

  • Setelah shalat Subuh hingga matahari terbit
  • Saat matahari tepat di atas kepala
  • Setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam

Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya baru menyadari dosa, sebagian ulama membolehkan tetap melaksanakannya karena urgensi taubat.

Niat Shalat Taubat

Niat shalat taubat cukup diucapkan dalam hati, namun boleh dilafalkan sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatat-taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Shalat Tahajud: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam, Lengkap Niat, Hadis, dan Doa

Tata Cara Shalat Taubat

Secara umum, tata cara shalat taubat sama seperti shalat sunnah dua rakaat lainnya.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Niat dalam hati
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Al-Fatihah
  4. Membaca surah Al-Qur’an
  5. Rukuk
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri untuk rakaat kedua
  11. Mengulangi gerakan seperti rakaat pertama
  12. Tasyahud akhir
  13. Salam

Dalam Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa tidak ada bacaan khusus dalam shalat taubat, namun dianjurkan membaca ayat-ayat tentang taubat.

Doa Setelah Shalat Taubat

Berikut doa setelah Shalat taubat dilansir dari buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.

Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."

Doa Taubat (Sayyidul Istighfar):

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaashidqika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Dalam buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa dijelaskan bahwa doa ini termasuk salah satu doa terbaik untuk memohon ampunan.

Syarat Taubat agar Diterima

Taubat tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus memenuhi syarat:

  • Menyesali dosa yang telah dilakukan
  • Berhenti dari perbuatan tersebut
  • Bertekad tidak mengulanginya
  • Mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan manusia

Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa taubat sejati adalah perubahan total, bukan sekadar penyesalan sesaat.

Baca juga: Doa Shalat Dhuha Pembuka Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Hikmah Shalat Taubat dalam Kehidupan

Shalat taubat memiliki makna yang sangat dalam:

  • Pertama, sebagai bentuk kesadaran diri atas kelemahan manusia.
  • Kedua, membuka harapan bahwa rahmat Allah selalu lebih besar dari dosa.
  • Ketiga, melatih keikhlasan dan kerendahan hati.
  • Keempat, menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili disebutkan bahwa taubat adalah pintu utama menuju kedekatan dengan Allah.

Jalan Kembali Memperbaiki Diri

Shalat taubat bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi jalan kembali bagi setiap hamba yang ingin memperbaiki diri.

Waktu terbaik untuk melakukannya adalah segera setelah menyadari kesalahan, dengan keutamaan pada sepertiga malam terakhir.

Dengan niat yang tulus, tata cara yang benar, dan doa yang khusyuk, shalat taubat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, tidak ada dosa yang terlalu besar selama seseorang mau kembali. Sebab dalam Islam, pintu ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mengetuknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hujan Lebat dan Banjir Bandang Ancam Makkah, Jemaah Haji Waspada Cuaca Ekstrem
Hujan Lebat dan Banjir Bandang Ancam Makkah, Jemaah Haji Waspada Cuaca Ekstrem
Aktual
Pembatasan Masuk Makkah Berlaku Jelang Haji 2026, WNI Diminta Jangan Coba Jalur Ilegal
Pembatasan Masuk Makkah Berlaku Jelang Haji 2026, WNI Diminta Jangan Coba Jalur Ilegal
Aktual
Kemenhaj Arab Saudi Tegaskan Visa Haji Satu-satunya Izin Resmi untuk Ibadah Haji
Kemenhaj Arab Saudi Tegaskan Visa Haji Satu-satunya Izin Resmi untuk Ibadah Haji
Aktual
565 Jemaah Haji Ponorogo Siap Berangkat 2026, Terbagi ke Dalam Kloter 19 dan 20
565 Jemaah Haji Ponorogo Siap Berangkat 2026, Terbagi ke Dalam Kloter 19 dan 20
Aktual
Kisah Haru Salman Al-Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia
Kisah Haru Salman Al-Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia
Aktual
Kisah Haru Jemaah Calon Haji Termuda Asal Musi Rawas yang Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Kisah Haru Jemaah Calon Haji Termuda Asal Musi Rawas yang Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Aktual
Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Aktual
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Aktual
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
Aktual
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Aktual
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Doa dan Niat
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Aktual
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
Aktual
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com