Editor
KOMPAS.com-Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setiap bulan.
Puasa ini dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah, tepatnya tanggal 13, 14, dan 15.
Amalan ini memiliki dasar kuat dalam hadits Nabi Muhammad SAW dan dijelaskan dalam berbagai kitab ulama klasik.
Pada April 2026, puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Syawal sehingga menjadi kesempatan baik untuk memperbanyak ibadah sunnah.
Baca juga: Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh Bisa Digabung? Ini Penjelasan Ulama
Berdasarkan kalender Hijriah, jadwal puasa Ayyamul Bidh April 2026 adalah sebagai berikut:
Kamis, 2 April 2026 (13 Syawal)
Jumat, 3 April 2026 (14 Syawal)
Sabtu, 4 April 2026 (15 Syawal)
Ketiga hari ini merupakan waktu utama pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh setiap bulan.
Anjuran puasa ini didasarkan pada hadits Nabi SAW.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh merupakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Baca juga: Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari setiap bulan Hijriah.
Ketiga hari tersebut adalah tanggal 13, 14, dan 15.
Menurut penjelasan dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, keutamaan puasa ini berkaitan dengan pahala yang dilipatgandakan sehingga setara dengan puasa sepanjang tahun.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyāmil bīdh sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa niat puasa sunnah boleh dilakukan pada malam hari maupun sebelum tergelincirnya matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Baca juga: 8 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Ibadah Sunnah dengan Pahala Setahun Penuh
Tata cara puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa sunnah pada umumnya.
Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Umat Islam dianjurkan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta memperbanyak ibadah.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hati dan perilaku.
Puasa Ayyamul Bidh dianjurkan dilakukan selama tiga hari.
Namun, jika tidak mampu melaksanakannya secara penuh, puasa tetap boleh dilakukan sebagian.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa pelaksanaan sebagian tetap bernilai pahala, meskipun tidak mencapai keutamaan sempurna.
Pada April 2026, puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Syawal sehingga dapat digabung dengan puasa sunnah lainnya.
Penggabungan niat dengan puasa Syawal atau puasa Senin-Kamis diperbolehkan oleh sebagian ulama selama tidak mengurangi tujuan ibadah.
Dengan memahami jadwal, niat, dan tata cara yang benar berdasarkan hadits dan kitab ulama, puasa Ayyamul Bidh dapat dijalankan secara optimal.
Amalan ini menjadi salah satu cara sederhana untuk meraih pahala besar secara konsisten setiap bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang