Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Indonesia

Kompas.com, 4 April 2026, 14:38 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah 2026 kepada umat Kristiani di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026).

Ucapan tersebut disampaikan di Jakarta sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perayaan keagamaan umat Kristiani.

Dalam momentum Paskah ini, Menag mengajak umat untuk mendoakan kedamaian, ketenteraman, dan keharmonisan bangsa Indonesia.

Pesan tersebut juga menekankan pentingnya nilai spiritual dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Baca juga: ASN WFH Tiap Jumat, Menag Tegaskan Layanan Kemenag Tetap Berjalan Optimal

Menag Ucapkan Selamat Paskah 2026

Menag menyampaikan ucapan secara langsung dalam pernyataannya kepada publik.

“Saya, Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah Tahun 2026,” ujar Menag di Jakarta, Sabtu (4/4/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Ucapan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.

Baca juga: Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

Ajak Umat Doakan Kedamaian dan Keharmonisan

Menag menegaskan bahwa Paskah bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengajak umat Kristiani untuk menjadikan Paskah sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial.

“Saya menghimbau agar dalam sukacita Hari Raya Paskah ini, masyarakat Kristiani juga mendoakan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia agar hidup dalam suasana damai, tenteram, sejuk, dan penuh harmoni,” ungkap Menag.

Paskah sebagai Penguatan Nilai Iman

Menurut Menag, rangkaian ibadah Paskah memiliki makna mendalam bagi umat Kristiani.

Umat Kristiani sebelumnya telah menjalani masa Prapaskah selama 40 hari, yang dilanjutkan dengan Minggu Palma serta Trihari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Vigili.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual menuju perayaan Paskah.

Menag berharap seluruh proses ibadah tersebut dapat memperkuat iman, pengharapan, dan kasih Tuhan dalam kehidupan umat.

Baca juga: Datangi KPK, Menag Nasaruddin Umar Jelaskan Penggunaan Pesawat Khusus ke Sulsel

Harapan untuk Bangsa yang Rukun

Menag berharap perayaan Paskah membawa keberkahan tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

Ia juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan dalam keberagaman sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

“Sekali lagi, selamat Hari Raya Paskah. Tuhan memberkati kita semua,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Produksi Mawar Thaif Melonjak, Didukung Cuaca dan Kondisi Alam Ideal
Produksi Mawar Thaif Melonjak, Didukung Cuaca dan Kondisi Alam Ideal
Aktual
SPAN-PTKIN 2026 Berubah Total: Seleksi Kini Sentuh Kesehatan Mental
SPAN-PTKIN 2026 Berubah Total: Seleksi Kini Sentuh Kesehatan Mental
Aktual
Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Aktual
Bunga Langka Bakhtari Mekar di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi, Pertanda Apa?
Bunga Langka Bakhtari Mekar di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi, Pertanda Apa?
Aktual
Hukum Talak Lewat SMS atau Chat WhatsApp, Sah atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Talak Lewat SMS atau Chat WhatsApp, Sah atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bantah Narasi Dubai Akan Runtuh, Media Pemerintah: Kota Ini Makin Tangguh
Bantah Narasi Dubai Akan Runtuh, Media Pemerintah: Kota Ini Makin Tangguh
Aktual
Talak dalam Islam: Pengertian, Hukum, Jenis, dan Konsekuensinya
Talak dalam Islam: Pengertian, Hukum, Jenis, dan Konsekuensinya
Aktual
Krisis Parkir di Istanbul: 6 Juta Kendaraan Berebut 1 Juta Lahan, Warga Makin Frustrasi
Krisis Parkir di Istanbul: 6 Juta Kendaraan Berebut 1 Juta Lahan, Warga Makin Frustrasi
Aktual
Lulusan UIN Jakarta Makin Dilirik, Hampir 50 Persen Sudah Kerja Sebelum Wisuda
Lulusan UIN Jakarta Makin Dilirik, Hampir 50 Persen Sudah Kerja Sebelum Wisuda
Aktual
Sosok Ali Larijani Arsitek Militer Iran: Filsuf, Politisi, dan Pria Rumah Tangga yang Menginspirasi
Sosok Ali Larijani Arsitek Militer Iran: Filsuf, Politisi, dan Pria Rumah Tangga yang Menginspirasi
Aktual
Ribuan Sumur Kuno di Gurun Arab Saudi Jadi Bukti Kecerdikan Peradaban Masa Lalu
Ribuan Sumur Kuno di Gurun Arab Saudi Jadi Bukti Kecerdikan Peradaban Masa Lalu
Aktual
Cara Baru Persiapan Haji: Startup Saudi Latih Jemaah dari Rumah
Cara Baru Persiapan Haji: Startup Saudi Latih Jemaah dari Rumah
Aktual
Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup
Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup
Aktual
Arab Saudi Bangun 150 Jalur Gunung demi Ekonomi Wilayah Terpencil
Arab Saudi Bangun 150 Jalur Gunung demi Ekonomi Wilayah Terpencil
Aktual
Sejarah Baru! Arab Saudi Negara Arab Pertama Ikut Misi NASA ke Mars
Sejarah Baru! Arab Saudi Negara Arab Pertama Ikut Misi NASA ke Mars
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com