Editor
KOMPAS.com - Selama berabad-abad, pesisir Makran di Iran hanya dikenal sebagai wilayah terpencil yang kering dan nyaris terlupakan.
Kini, kawasan itu perlahan menjelma menjadi pusat ekonomi baru yang diproyeksikan memainkan peran penting dalam perdagangan global abad ke-21.
Membentang sekitar 500 kilometer di sepanjang Teluk Oman hingga perbatasan Pakistan, Makran dulunya identik dengan panas ekstrem, minim air, dan akses terbatas.
Kawasan ini bahkan terlewat dari jalur Sutra kuno maupun perdagangan maritim.
Baca juga: Sosok Ali Larijani Arsitek Militer Iran: Filsuf, Politisi, dan Pria Rumah Tangga yang Menginspirasi
Namun kini, narasi itu berubah drastis. Pemerintah Iran mendorong strategi berbasis maritim dengan investasi besar pada infrastruktur, pelabuhan, dan kawasan industri, menjadikan Makran sebagai “bintang baru” di peta ekonomi global.
Dua pelabuhan utama—Chabahar dan Jask—menjadi jantung transformasi ini. Keduanya terintegrasi dalam International North-South Transport Corridor (INSTC), jalur perdagangan ambisius yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Rusia hingga Eropa Utara.
Rute ini mampu memangkas waktu dan biaya logistik dibandingkan jalur Terusan Suez, menjadikan Makran sebagai simpul strategis perdagangan Eurasia bernilai triliunan dolar.
Tak hanya itu, pembangunan pipa minyak Goreh–Jask memungkinkan Iran mengekspor minyak tanpa melalui Selat Hormuz, mengurangi ketergantungan pada jalur energi paling sensitif di dunia.
Di balik proyek besar tersebut, transformasi ekonomi juga terjadi secara senyap di sektor perikanan. Kawasan ini kini menyumbang sekitar **sepertujuh dari total tangkapan ikan Iran**, dengan produksi mencapai 200.000 ton per tahun.
Makran bahkan mulai dikenal sebagai pemasok global tuna dan produk laut lainnya. Kehadiran kompleks pengolahan ikan terbesar di Iran menandai pergeseran dari ekspor mentah menuju industri bernilai tambah.
Selain itu, proyek akuakultur seperti budidaya udang di kawasan mangrove semakin memperkuat fondasi ekonomi pesisir.
Untuk mendukung pertumbuhan besar ini, Iran membangun jaringan bendungan, fasilitas desalinasi, serta proyek transfer air senilai miliaran dolar.
Sistem ini ditargetkan mampu menyuplai hingga 2,4 miliar meter kubik air per tahun, bahkan menjangkau wilayah pedalaman seperti Mashhad.
Di sektor energi, pembangunan pembangkit listrik termasuk proyek nuklir baru di Hormoz akan menyediakan daya hingga 5.000 megawatt—cukup untuk menopang industri berat dan pertumbuhan kota baru.
Tak hanya ekonomi, Makran juga menyimpan potensi wisata luar biasa. Pantai alami, gunung berwarna, hutan mangrove, hingga gunung lumpur aktif menjadikan kawasan ini unik dibanding wilayah lain di Iran.
Bagi wisatawan, Makran menawarkan pengalaman berbeda: alam liar yang belum tersentuh, budaya pesisir khas, dan suasana yang jauh dari keramaian destinasi populer.
Kebangkitan Makran juga menarik perhatian kekuatan besar dunia. India berinvestasi di Chabahar untuk akses ke Asia Tengah, Rusia melihatnya sebagai jalur strategis ke laut hangat, sementara China mengaitkannya dengan proyek konektivitas regionalnya.
Iran pun memanfaatkan posisi ini dengan menyeimbangkan hubungan global, menjadikan Makran sebagai titik temu kepentingan ekonomi dan geopolitik.
Makran kini tidak lagi sekadar wilayah terpencil. Dengan rencana pembangunan 27 kota baru dan target populasi hingga 2,5 juta jiwa, kawasan ini tengah dipersiapkan menjadi koridor industri dan perdagangan baru.
Meski tantangan seperti kelangkaan air dan dinamika geopolitik masih ada, arah perubahan tampak jelas: Makran sedang bangkit.
Baca juga: Profil Pulau Kharg: Lokasi, Sejarah, dan Alasan AS Mengincar Pusat Minyak Vital Iran
Dari garis pantai yang dahulu diabaikan, Makran kini menjelma menjadi harapan baru Iran di panggung global.
Di era ketika Samudra Hindia menjadi pusat perdagangan dunia, kawasan ini berpotensi berubah dari “surga terlupakan” menjadi salah satu pusat ekonomi paling strategis di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang