Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar

Kompas.com, 7 April 2026, 19:22 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyatakan persiapan penyelenggaraan haji 2026 hampir mencapai 100 persen.

Seluruh kebutuhan utama, mulai dari dokumen hingga layanan pendukung, telah diselesaikan.

Pemerintah juga telah menetapkan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia. Kloter pertama dijadwalkan mulai berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Asal Bandung Berangkat Tanpa Perubahan Rute, Penerbangan Tidak Melewati Wilayah Konflik

Persiapan Haji 2026 Capai Hampir 100 Persen

Pemerintah memastikan berbagai aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini telah siap. Mulai dari pengurusan visa hingga penyediaan layanan katering telah dituntaskan.

"Ahamdulillah persiapan sudah hampir 100 persen. Semua sudah selesai, visa sudah keluar, katering dan sebagainya sudah selesai," kata Menteri Haji dan Umroh RI Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di kementerian tersebut, Jakarta, Selasa (7/4/2026) seperti dilansir dari Antara.

Dengan kesiapan ini, pemerintah optimistis proses keberangkatan jemaah dapat berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Baca juga: Biaya Penerbangan Haji 2026 Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Jemaah Tidak Dibebani

Jadwal Masuk Asrama dan Keberangkatan Jemaah Haji 2026

Seiring dengan kesiapan tersebut, jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia juga telah ditetapkan. Kloter pertama dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026.

"Insya Allah tanggal 21 jemaah haji kloter pertama bisa masuk asrama haji dan 22 berangkat ke Arab Saudi, insya Allah," katanya.

Penetapan jadwal ini menjadi acuan bagi seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri menjelang keberangkatan.

Harapan di Tengah Situasi Konflik Timur Tengah

Di tengah kondisi geopolitik kawasan Timur Tengah yang belum stabil, pemerintah berharap situasi tersebut tidak berdampak pada penyelenggaraan haji Indonesia.

Ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut diharapkan tidak mengganggu proses keberangkatan jemaah.

"Mudah-mudahan situasi Timur Tengah yang kurang menguntungkan, di mana terdapat banyak terjadi peperangan, tidak akan mempengaruhi persiapan dan keberangkatan jemaah haji kita," kata dia.

Meski demikian, kondisi tersebut diakui turut menimbulkan tantangan, termasuk kenaikan biaya bahan bakar yang hampir mencapai dua kali lipat.

Pemerintah berharap situasi konflik yang terjadi dapat segera mereda. Hal ini penting agar pelaksanaan ibadah haji dari berbagai negara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.

"Kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi, sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat sesuai harapan kita semuanya," demikian kata Menteri Haji dan Umroh RI tersebut.

Dengan kondisi yang kondusif, diharapkan seluruh tahapan ibadah haji dapat berjalan optimal.

Dukungan Arab Saudi untuk Kelancaran Ibadah Haji

Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaannya di Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendukung kelancaran penyelenggaraan haji.

Koordinasi intensif terus dilakukan guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul.

"Kami di Kedutaan Arab Saudi senantiasa terus melakukan upaya-upaya kami untuk berkoordinasi dan bekerja sama, dan juga membantu berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi," kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi.

"Tentu kita akan siap untuk memberikan bantuannya demi terlaksananya ibadah haji ini dengan baik dan lancar," imbuh Dubes Faisal.

Dukungan ini diharapkan mampu memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung lancar hingga jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Beli Oleh-oleh Secara Digital via Aplikasi Haji dan Umrah Store
Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Beli Oleh-oleh Secara Digital via Aplikasi Haji dan Umrah Store
Aktual
Kerugian Kasus Haji Ilegal Diperkirakan Capai Rp92,64 Miliar, Pengawasan di Titik Keberangkatan Diperketat
Kerugian Kasus Haji Ilegal Diperkirakan Capai Rp92,64 Miliar, Pengawasan di Titik Keberangkatan Diperketat
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji Asal Jambi Dipastikan Dimulai 5 Mei 2026, Bantah Kabar Pembatalan
Jadwal Keberangkatan Haji Asal Jambi Dipastikan Dimulai 5 Mei 2026, Bantah Kabar Pembatalan
Aktual
Kartu Nusuk Jemaah Haji 2026 Siap Dibagikan di Embarkasi Sebelum Berangkat
Kartu Nusuk Jemaah Haji 2026 Siap Dibagikan di Embarkasi Sebelum Berangkat
Aktual
106 Jenis Pekerjaan yang Bisa Dicantumkan di e-KTP, Termasuk Imam Masjid, Ustadz, dan Mubaligh
106 Jenis Pekerjaan yang Bisa Dicantumkan di e-KTP, Termasuk Imam Masjid, Ustadz, dan Mubaligh
Aktual
Kisah Ummu Mahjan, Marbot Wanita di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah SAW
Kisah Ummu Mahjan, Marbot Wanita di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah SAW
Aktual
Pemerintah Bentuk Satgas Haji Ilegal, Targetkan Penipuan dan Visa Ilegal
Pemerintah Bentuk Satgas Haji Ilegal, Targetkan Penipuan dan Visa Ilegal
Aktual
Kepdirjen Bimas Islam 193/2026 Terbit, Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam Kini Lebih Terukur
Kepdirjen Bimas Islam 193/2026 Terbit, Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam Kini Lebih Terukur
Aktual
Mengapa Rasulullah SAW Memuji Negeri Yaman? Ini Sejarahnya
Mengapa Rasulullah SAW Memuji Negeri Yaman? Ini Sejarahnya
Aktual
Jadwal dan Lokasi Layanan Legalisasi Buku Nikah, Tetap Buka Meski WFH
Jadwal dan Lokasi Layanan Legalisasi Buku Nikah, Tetap Buka Meski WFH
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Terbitkan Visa Haji Furoda 2026, Masyarakat Harus Waspadai Penawaran Ilegal
Kemenhaj Pastikan Tidak Terbitkan Visa Haji Furoda 2026, Masyarakat Harus Waspadai Penawaran Ilegal
Aktual
Jadwal Haji 2026 Lengkap: Masuk Asrama, Berangkat, Wukuf, hingga Pulang ke Indonesia
Jadwal Haji 2026 Lengkap: Masuk Asrama, Berangkat, Wukuf, hingga Pulang ke Indonesia
Aktual
Kejayaan Islamic Golden Age: Saat Ilmuwan Muslim Pimpin Dunia
Kejayaan Islamic Golden Age: Saat Ilmuwan Muslim Pimpin Dunia
Aktual
Sunnah Lari Kecil Saat Sa’i, Ini Makna di Balik Lampu Hijau
Sunnah Lari Kecil Saat Sa’i, Ini Makna di Balik Lampu Hijau
Aktual
Khutbah Jumat 10 April 2026: Islam Agama Damai, Menebar Rahmat bagi Semesta
Khutbah Jumat 10 April 2026: Islam Agama Damai, Menebar Rahmat bagi Semesta
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com