Editor
KOMPAS.com – Musim panas 2026 di Arab Saudi diperkirakan akan lebih terik dari biasanya. National Center for Meteorology Saudi Arabia (NCM) memprediksi suhu pada Juni hingga Agustus akan mengalami peningkatan di sebagian besar wilayah kerajaan.
Juru bicara NCM, Hussein Al-Qahtani, menyebut kenaikan suhu diperkirakan berkisar antara 1 hingga 2 derajat Celsius, terutama di wilayah barat, barat daya, dan sebagian selatan Arab Saudi.
“Peningkatan suhu akan lebih terasa di beberapa wilayah tersebut, sementara di daerah lain kenaikannya relatif lebih rendah,” ujarnya.
Baca juga: Awal Mula Haji di Indonesia, Ini Sosok yang Diduga Pertama Naik Haji
Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena beririsan dengan pelaksanaan ibadah haji 2026 yang berlangsung pada musim panas. Artinya, jutaan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berpotensi menghadapi suhu yang lebih tinggi saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Mulai dari tawaf di Masjidil Haram, wukuf di Arafah, hingga mabit di Mina, seluruh rangkaian ibadah dilakukan di ruang terbuka yang rentan terhadap paparan panas ekstrem.
Kenaikan suhu, meski hanya 1–2 derajat Celsius, dapat berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan kesehatan jemaah, terutama lansia dan mereka dengan kondisi fisik tertentu.
Meski suhu diprediksi lebih tinggi, NCM menegaskan tidak ada tanda-tanda musim panas datang lebih awal. Pola cuaca saat ini masih sesuai dengan rata-rata musim berdasarkan model iklim terbaru.
Bahkan, dalam jangka pendek, suhu diperkirakan akan berada di bawah normal selama dua pekan mulai akhir April, sebelum kembali mendekati kondisi normal pada pekan berikutnya.
Al-Qahtani menjelaskan bahwa prediksi ini merupakan hasil studi iklim musiman yang dilakukan secara rutin oleh NCM. Dalam waktu dekat, lembaga tersebut akan merilis laporan lebih rinci terkait karakteristik musim panas tahun ini.
Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Baca juga: Dulu Jemaah Haji Dibiarkan Sendiri, Kini Disubsidi: Begini Sejarah Panjangnya
NCM mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan informasi resmi terkait cuaca. Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan persiapan lebih dini dan merespons perubahan iklim dengan tepat.
Dengan suhu yang diprediksi meningkat, kesiapan menghadapi cuaca panas menjadi kunci, terutama bagi aktivitas luar ruangan dan sektor-sektor yang bergantung pada kondisi iklim.
Musim panas di Arab Saudi memang dikenal ekstrem, namun dengan informasi yang akurat dan kesiapsiagaan yang baik, dampaknya dapat diminimalisir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang