Editor
KOMPAS.com - Embarkasi Haji Kulon Progo mulai beroperasi menyambut jemaah pada 21 April 2026 dengan konsep layanan berbasis hotel berbintang 3 dan 4.
Skema ini diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus membantu jemaah beradaptasi dengan fasilitas akomodasi di Arab Saudi.
Berbeda dari embarkasi lain yang menggunakan asrama haji milik pemerintah, Embarkasi Kulon Progo mengusung konsep layanan berbasis hotel berbintang.
Baca juga: 17.400 Jemaah Haji Jabar Berangkat dari Asrama Haji Indramayu, Mulai Masuk 21 April 2026
Selain untuk memangkas jarak menuju bandara, skema ini juga dirancang sebagai sarana adaptasi jemaah terhadap fasilitas akomodasi di Arab Saudi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, M. Jauhar Mustofa, menyampaikan bahwa seluruh kesiapan teknis dan administratif telah memasuki tahap akhir.
"Insyaallah di embarkasi ini akan mulai beroperasional resmi tanggal 21 April 2026 ini. Jam pertama ini jam 6 pagi sudah masuk. Dan kalau jadwal terakhir itu tanggal 22 jam 06.30, cuma kemarin (maskapai) Garuda merilis akan ada perubahan jadwal keberangkatan, lah ini kita tunggu. Yang sementara ini jadwalnya tanggal 21 masuk jam 6 pagi, kemudian diberangkatkan kloter pertama itu tanggal 22 jam 06.30 pagi," ujar Jauhar, Rabu (8/4/2026), seperti dilansir dari TribunJogja.com.
Baca juga: Menhaj dan Dubes Arab Saudi Bahas Kesiapan Haji 2026, Jemaah Mulai Berangkat 22 April
Keunikan embarkasi ini terletak pada penggunaan hotel berbintang sebagai fasilitas utama, yakni Hotel Ibis (bintang 3) dan Hotel Novotel (bintang 4).
Konsep ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari simulasi layanan haji.
"Karena ini memang embarkasi ini beda dengan embarkasi yang lain. Kalau di luar Jogja kan tidak pakai hotel tetapi asrama haji. Nah, ini karena hotel, memang ya include layanan hotel. Nantinya untuk akomodasi hotel, kemudian konsumsi juga include paket full board yang memang ini menjadi paketnya dari hotel. Semuanya sudah kita siapkan,” tuturnya.
Konsep layanan hotel ini sekaligus menghadirkan standar pelayanan yang lebih terintegrasi, mulai dari akomodasi hingga konsumsi dalam satu paket.
“Jadi insyaallah mohon doa restunya ini agar embarkasi perdana ini nanti juga menjadi pelayanan yang inovatif dan lebih baik dibandingkan dengan embarkasi yang lain," ujarnya.
Model layanan ini disebut sebagai satu-satunya embarkasi berbasis hotel, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.
"Jadi satu-satunya embarkasi yang berbasis hotel ya Yogyakarta ini. Bahkan saya sampaikan itu, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia,” jelasnya.
Selain itu, lokasi yang dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) turut memberikan efisiensi waktu tempuh dibandingkan dengan embarkasi lain.
“ Kalau Jogja, ya jelas kan memangkas jaraknya, lebih mendekatkan layanan. Kalau dari Jogja kan Asrama Haji (Donohudan) kan jauh. Jadi hotel berbintang 3 tentu fasilitasnya juga jauh lebih baik dibandingkan dengan asrama haji,” ujarnya.
Penggunaan hotel juga memberikan manfaat adaptasi bagi jemaah sebelum tiba di Tanah Suci.
Selama berada di embarkasi, jemaah akan merasakan langsung fasilitas hotel yang serupa dengan akomodasi di Makkah dan Madinah.
“Dan nanti pun jemaah itu kan ketika di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, itu juga menempati hotel. Sehingga mereka tidak kaget lagi ketika nanti mereka sudah diberangkatkan dan tiba di Arab Saudi. Karena di sini selama di embarkasi kurang lebih sehari semalam itu sudah belajar untuk menggunakan hotel, menggunakan fasilitas hotel. Sehingga ketika sampai di Makkah, sampai di Madinah sudah tidak kaget lagi," paparnya.
Secara operasional, Embarkasi Kulon Progo akan melayani 9.320 jemaah yang terbagi dalam 26 kelompok terbang (kloter).
Embarkasi ini tidak hanya melayani wilayah DIY, tetapi juga jemaah dari eks-Karesidenan Kedu di Jawa Tengah.
"Dua puluh enam kloter yang diberangkatkan dari Embarkasi Kulon Progo. Jemaahnya jumlahnya 9.320. Itu dari seluruh DIY dan eks-Karesidenan Kedu. Jadi Kebumen, Purworejo, Magelang, Kota Magelang, Wonosobo, dan Temanggung nanti masuk di embarkasi Yogyakarta ini," jelas Jauhar.
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, Hotel Ibis akan dikosongkan dari tamu umum selama musim haji.
Sementara itu, Hotel Novotel tetap menerima tamu reguler, namun sebagian ruang difungsikan untuk operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Fasilitas yang disiapkan juga mengedepankan prinsip ramah lansia, termasuk penyediaan kursi roda dan petugas pendamping.
"Karena pelayanannya jenis ramah lansia, tentu kita juga menyediakan fasilitas. Meskipun hotel, juga akan disediakan misalnya kursi roda dan lain-lain, juga petugasnya, para satgasnya juga sudah disediakan. Sehingga ini yang harap-harapannya memang lebih memberikan rasa kenyamanan bagi jemaah kita," tambahnya.
Di tengah dinamika keamanan kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan jadwal keberangkatan masih berjalan sesuai rencana.
"Sampai saat ini masih on schedule. Jadi kan hari ini pun Pak Wamen ada di sana, Pak Dirjen juga ada di sana, beberapa Dirjen ada di Arab Saudi, memastikan terkait dengan persiapan-persiapan haji, terutamanya untuk jemaah Indonesia. Dan Pak Wamen, infonya sudah ketemu Kementerian Haji, Pak Menteri Haji Arab Saudi,”.
Pemerintah daerah tetap menunggu kebijakan dari pusat jika terjadi perubahan lebih lanjut.
“Sampai saat ini masih on schedule. Nah, tentu nanti menunggu perkembangan yang lebih lanjut, ya. Tapi untuk yang daerah ini, ya, kita menunggu kebijakan pusat. Jadi apapun yang diputuskan oleh pusat nanti ya kami akan ikuti. Tetapi sampai saat ini kita sampaikan kepada jemaah bahwa jadwal-jadwal yang sudah ditetapkan sesuai dengan jadwal semula," pungkasnya.
Proses keberangkatan jemaah akan mengikuti standar minus lima jam (H-5) sebelum jadwal penerbangan.
Artinya, jemaah yang dijadwalkan terbang pukul 06.30 WIB harus memulai proses keberangkatan dari hotel menuju terminal Bandara YIA sejak pukul 01.00 dini hari.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul "Pertama di Dunia! Embarkasi Haji Kulon Progo Operasikan Layanan Berbasis Hotel Berbintang".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang