Editor
KOMPAS.com - Sebanyak ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Kuningan dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan, mulai dari manasik hingga vaksinasi meningitis.
Pemerintah daerah memastikan kondisi jemaah dalam keadaan siap, termasuk dari sisi kesehatan.
Keberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung dalam dua kelompok terbang melalui Bandara Kertajati.
Baca juga: Jemaah Haji dan Umrah Pemegang Kartu Nusuk Kini Bisa Dapat Diskon dan Penawaran Khusus di Arab Saudi
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kuningan, Ahmad Fauzi, menyebutkan bahwa seluruh calon jemaah haji dalam kondisi siap berangkat.
“Calhaj dengan usia tertua itu 85 tahun dan termuda 18 tahun. Semua dalam kondisi siap berangkat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji asal Kuningan yang akan diberangkatkan mencapai 683 orang.
Baca juga: Apa Itu Skema Murur dan Tanazul? Ini Pengertian dan Penerapannya untuk Jemaah Haji Reguler 2026
Seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan, baik dari sisi administrasi, kesehatan, maupun dokumen perjalanan.
“InsyaAllah secara keseluruhan sudah siap, dari administrasi, kesehatan hingga klaim paspor dan visa,” jelasnya.
Selain itu, vaksinasi meningitis sebagai salah satu syarat utama juga telah dilaksanakan.
Para jemaah dijadwalkan berangkat dalam dua kelompok terbang (kloter) melalui BIJB Kertajati.
Kloter 8 akan diberangkatkan pada 26 April 2026, sementara kloter 39 dijadwalkan berangkat pada 18 Mei 2026.
Kedua kloter tersebut akan bergabung dengan jemaah dari daerah lain.
Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah akan dikumpulkan di Kuningan Islamic Center, kemudian diberangkatkan ke Asrama Haji Indramayu untuk menginap sebelum terbang ke Arab Saudi.
Pihak penyelenggara juga telah menetapkan aturan terkait perlengkapan dan barang bawaan jemaah.
“Untuk koper utama maksimal 32 kilogram dan koper kabin 7 kilogram,” jelasnya.
Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Ahmad Fauzi memastikan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah tidak memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Informasi dari Kedutaan Arab Saudi, kondisi tersebut tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji, termasuk biaya penerbangan yang tetap stabil,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan jemaah terkait ketentuan pembayaran dam bagi yang melanggar rukun haji.
“Pembayaran dam dapat dilakukan melalui BAZNAS atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia, serta lembaga resmi Ad-Dahi di Arab Saudi,” pungkasnya.
Dengan seluruh persiapan yang telah rampung, keberangkatan jemaah haji Kuningan diharapkan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul "683 Calon Haji Kuningan Bersiap ke Tanah Suci, Termuda Usia 18 dan Tertua 85 Tahun" dan "683 Calon Haji Kuningan Siap Berangkat Meski Geopolitik Memanas, Ini Kata Kepala Kemenag".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang