Editor
KOMPAS.com - Umat Islam dari seluruh dunia datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
Selain menjalankan rangkaian ibadah wajib, banyak jamaah memanfaatkan momen di Tanah Suci untuk memperbanyak doa.
Hal ini karena Makkah diyakini sebagai tempat yang penuh keberkahan, terutama di sekitar Ka'bah.
Para ulama pun menyebut ada sejumlah lokasi yang dikenal sebagai tempat mustajab, di mana doa memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Baca juga: 10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
Dilansir dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut beberapa tempat yang disebut mustajab untuk berdoa menurut Imam Hasan Al-Bashri:
Ketika mengelilingi Ka'bah dalam rangkaian thawaf, doa yang dipanjatkan memiliki keistimewaan. Rasulullah SAW juga kerap berdoa dalam kondisi tersebut untuk memohon ampunan dan keberkahan.
Baca juga: 2 Waktu Mustajab di Hari Jumat, Kapan Doa Pasti Dikabulkan?
Multazam merupakan area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Jamaah biasanya menempelkan tubuh ke dinding Ka'bah sambil memanjatkan doa dengan penuh harap.
Mizab adalah talang air yang berada di bagian atas Ka'bah. Berdoa di bawah talang ini diyakini sebagai salah satu amalan yang dianjurkan karena keberkahannya.
Masuk ke dalam Ka'bah adalah kesempatan langka. Jika mendapat kesempatan tersebut, tempat ini menjadi salah satu lokasi paling mustajab untuk berdoa.
Sumur Zamzam dikenal sebagai sumber air suci. Doa yang dipanjatkan saat meminum air Zamzam diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Shafa dan Marwah merupakan bagian dari rukun sa’i. Jamaah dianjurkan berhenti sejenak di kedua tempat ini untuk berdoa.
Selain berhenti di kedua bukit, doa juga dianjurkan saat berjalan atau berlari kecil di antara Shafa dan Marwah, karena setiap langkah merupakan bagian dari ibadah.
Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri saat membangun Ka'bah. Berdoa di lokasi ini setelah thawaf menjadi amalan yang dianjurkan.
Padang Arafah merupakan lokasi puncak ibadah haji. Pada hari Arafah, jamaah berkumpul untuk berdoa dan memohon ampunan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585)
Muzdalifah menjadi tempat bermalam jamaah setelah dari Arafah. Selain mengumpulkan kerikil untuk jumrah, tempat ini juga dianjurkan untuk berdoa.
Mina merupakan lokasi pelaksanaan lempar jumrah. Selain itu, jamaah juga dianjurkan memperbanyak doa di tempat ini.
Saat melontar jumrah di tiga titik (Ula, Wusta, dan Aqabah), jamaah dianjurkan berdoa dengan penuh kekhusyukan. Amalan ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan.
Tempat Mustajab Lainnya
Sejumlah ulama juga menyebut lokasi lain yang memiliki keutamaan, seperti Mathaf (area thawaf), saat memandang Ka'bah, serta Hathim.
Selain itu, area antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani juga diyakini sebagai tempat yang dapat menghapus dosa dan menjadi lokasi mustajab untuk berdoa.
Keberadaan tempat-tempat mustajab di Makkah menjadi peluang bagi jamaah untuk memperbanyak doa selama menjalankan ibadah.
Selain lokasi, waktu dan kondisi hati juga menjadi faktor penting dalam dikabulkannya doa.
Karena itu, jamaah dianjurkan memanfaatkan setiap kesempatan selama di Tanah Suci untuk bermunajat kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang