Editor
KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi mulai menerapkan sistem izin masuk Makkah secara elektronik menjelang musim haji 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pengawasan ketat akses ke Kota Suci demi memastikan kelancaran ibadah jutaan jamaah.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menyatakan, pengajuan izin kini bisa dilakukan secara online melalui platform Absher dan portal Muqeem.
Sistem ini terintegrasi dengan layanan “Makkah Entry Permit” sehingga proses persetujuan menjadi lebih cepat tanpa perlu datang ke kantor imigrasi.
Baca juga: Hanya Pemilik Salah Satu Dokumen Ini Bisa Masuk Makkah Jelang Haji 2026
Platform Absher Individuals melayani berbagai kategori pemohon seperti warga negara GCC, pemegang residensi premium, investor, ibu dari warga Saudi, pekerja domestik, hingga anggota keluarga non-Saudi.
Sementara itu, portal Muqeem digunakan oleh pekerja di perusahaan berbasis di Makkah atau tenaga kerja musiman selama haji.
Aturan ini diperkuat dengan kebijakan pembatasan akses yang mulai berlaku sejak 13 April 2026.
Otoritas keamanan menegaskan bahwa siapa pun yang tidak memiliki izin resmi dilarang masuk ke Makkah.
Larangan tersebut berlaku bagi pendatang yang tidak memiliki:
Bagi pekerja musiman, izin akan diterbitkan secara elektronik melalui integrasi dengan sistem digital perizinan haji (Tasreeh), guna memastikan pengaturan arus manusia berjalan tertib dan terkontrol.
Kebijakan ini merupakan bagian dari persiapan besar Arab Saudi dalam menyambut musim haji 1447 H.
Kementerian Haji dan Umrah bahkan telah memulai rangkaian persiapan sejak pertengahan 2025.
Penerbitan visa haji resmi dibuka sejak 8 Februari 2026, sementara gelombang pertama jamaah dijadwalkan mulai tiba pada 18 April 2026, menandai fase operasional akhir penyelenggaraan haji.
Sejauh ini, sekitar 750.000 calon jemaah telah terdaftar, dengan ribuan di antaranya memesan paket langsung dari negara asal.
Baca juga: Pembatasan Masuk Makkah Berlaku Jelang Haji 2026, WNI Diminta Jangan Coba Jalur Ilegal
Pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 485 kamp di area suci serta menyelesaikan berbagai kontrak layanan, termasuk akomodasi di Makkah dan Madinah.
Seluruh proses kini didukung sistem digital seperti Nusuk Masar dan dompet elektronik untuk meningkatkan transparansi serta mempercepat layanan.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa kepatuhan terhadap jadwal dan aturan yang ditetapkan menjadi kunci utama untuk menghadirkan ibadah haji yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jamaah dari berbagai penjuru dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang