KOMPAS.com – Di antara rangkaian ibadah haji dan umrah, terdapat momen-momen yang bukan hanya bersifat ritual, tetapi juga sarat makna spiritual.
Salah satunya adalah ketika jemaah melintasi Makam Ibrahim, sebuah tempat yang diyakini sebagai salah satu titik mustajab untuk berdoa.
Di lokasi inilah jejak sejarah para nabi berpadu dengan harapan umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia.
Lantas, bagaimana bacaan doa ketika tawaf dan melintasi Makam Ibrahim? Apa makna di baliknya?
Baca juga: Urutan Ibadah Haji 2026: Dari Tarwiyah hingga Tawaf Wada’
Secara bahasa, “makam” berarti tempat berdiri. Dalam tradisi Islam, Nabi Ibrahim diyakini berdiri di atas batu tersebut saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail.
Kini, Makam Ibrahim berada tidak jauh dari Ka'bah di dalam kawasan Masjidil Haram. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 125, Allah SWT berfirman agar menjadikan Makam Ibrahim sebagai tempat shalat.
Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa setelah menyelesaikan tawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Makam Ibrahim, jika memungkinkan.
Saat melaksanakan tawaf, tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di setiap putaran. Namun, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah SWT, termasuk ketika melintasi Makam Ibrahim.
Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:
رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِى مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj‘al lii min ladunka sulthaanan nashiiraa. Wa qul jaa’al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuqaa.
Artinya: “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku secara benar dan keluarkanlah aku secara benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah: ‘Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap.’ Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”
Baca juga: Hukum Tawaf dan Sa’i dengan Skuter bagi Jemaah Haji, Ini Penjelasan Ulama
Dalam berbagai literatur Islam, Makam Ibrahim termasuk tempat yang dianjurkan untuk berdoa karena memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi.
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa tempat-tempat tertentu di Tanah Suci memiliki keutamaan dalam berdoa, terutama yang berkaitan langsung dengan jejak para nabi.
Selain Makam Ibrahim, terdapat beberapa lokasi lain di sekitar Ka’bah yang juga dikenal mustajab, seperti:
Agar doa lebih bermakna dan khusyuk, para ulama memberikan beberapa panduan adab saat berdoa, khususnya di sekitar Ka’bah:
Pertama, menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT. Tawaf bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah, tetapi simbol kepasrahan total kepada Sang Pencipta.
Kedua, memperbanyak dzikir dan istighfar. Dalam Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menekankan pentingnya dzikir sebagai penguat hubungan antara hamba dan Allah.
Ketiga, tidak berdesakan demi mencapai titik tertentu. Dalam kondisi ramai, berdoa bisa dilakukan dari mana saja selama masih dalam area tawaf.
Baca juga: Tawaf Ifadah, Bolehkah Digantikan Orang Lain? Ini Penjelasan Hukum Menurut MUI
Lebih dari sekadar bacaan, doa saat tawaf mencerminkan perjalanan hidup manusia. Mengelilingi Ka’bah melambangkan bahwa Allah adalah pusat kehidupan, sementara manusia berada dalam orbit ketundukan.
Melintasi Makam Ibrahim menjadi pengingat akan keteguhan iman seorang nabi yang rela menjalankan perintah Allah tanpa ragu.
Dalam buku The Study Quran, disebutkan bahwa simbol-simbol dalam ibadah Islam mengandung makna reflektif yang dalam, mengajak manusia untuk memahami hakikat keberadaan dirinya.
Berdoa saat melintasi Makam Ibrahim bukan hanya bagian dari rangkaian ibadah, tetapi juga momen kontemplasi.
Di tengah jutaan manusia yang bertawaf, setiap doa yang dipanjatkan menjadi sangat personal, antara hamba dan Tuhannya.
Di situlah letak keistimewaannya. Bukan hanya pada tempatnya, tetapi pada kesadaran bahwa setiap langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang