BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, sebuah peristiwa di Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur menghadirkan pengingat tentang arti kepedulian.
Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan dalam kondisi lemah di sebuah gubuk persawahan di Desa Sumbersari, Sabtu (18/04/2026) malam.
Ia berada di tempat tersebut selama beberapa waktu tanpa penanganan, hingga akhirnya kondisi tersebut diketahui warga.
Rasa prihatin mendorong seseorang untuk melaporkan kejadian itu melalui media sosial, sebuah langkah sederhana yang kemudian menjadi awal dari hadirnya pertolongan.
Laporan tersebut segera direspons. Petugas bersama aparat setempat bergerak menuju lokasi.
Di tengah suasana malam, mereka mendapati pria tersebut dalam kondisi fisik yang sangat lemah dan membutuhkan penanganan medis.
Baca juga: 5 Muslimah Hebat Zaman Nabi: Kisah Inspiratif dan Perannya
Proses evakuasi pun segera dilakukan.
Pria tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kapolsek Srono, AKP Sutarkam, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima informasi dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi. Kondisinya memang membutuhkan pertolongan medis, sehingga kami bawa ke rumah sakit,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Respons cepat tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan setiap laporan masyarakat, terlebih yang berkaitan dengan keselamatan, dapat segera ditindaklanjuti.
Hal senada disampaikan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap kondisi warga menjadi perhatian dalam setiap penanganan di lapangan.
“Setiap aduan dari masyarakat akan kami respons. Ini bagian dari kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Peristiwa ini mungkin terlihat sederhana.
Namun, dari rangkaian kejadian tersebut, tampak bagaimana kepedulian bekerja dalam diam, dimulai dari rasa empati, diwujudkan dalam tindakan, lalu berujung pada pertolongan nyata.
Kepekaan menjadi faktor penting, mampukah seseorang melihat, lalu memilih untuk tidak berpaling.
Kepedulian sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana.
Melihat, merasa, lalu bertindak.
Seperti yang terjadi di Srono, sebuah laporan singkat menjadi jembatan yang menghubungkan seseorang dengan pertolongan yang ia butuhkan.
Dalam ajaran Islam, nilai-nilai seperti ini bukan hal yang asing.
Kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang terus ditekankan.
Bukan hanya sebagai bentuk hubungan antar manusia, tetapi juga sebagai bagian dari nilai ibadah.
Baca juga: Kisah Ukasyah bin Mihshan, Sahabat Nabi yang Dijanjikan Surga Tanpa Hisab
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk besar.
Justru dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan kesadaran, nilai kemanusiaan bisa tumbuh dan dirasakan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang