KOMPAS.com – Suara ayam berkokok identik dengan datangnya pagi. Namun, tidak sedikit orang yang pernah mendengar ayam berkokok justru di malam hari.
Fenomena ini kerap menimbulkan tanda tanya, bahkan tak jarang dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Dalam perspektif Islam, kokok ayam terutama pada waktu yang tidak biasa memiliki makna tersendiri.
Tidak hanya dijelaskan dari sisi ilmiah, tetapi juga dari sudut pandang spiritual yang berkaitan dengan kehadiran malaikat dan anjuran berdoa.
Baca juga: Makna Ayam Berkokok Dalam Islam lengkap dengan Dalilnya
Secara alami, ayam jantan berkokok untuk menandai wilayah dan menunjukkan dominasi. Kokokan juga menjadi “alarm biologis” yang berkaitan dengan ritme sirkadian, yakni sistem internal tubuh makhluk hidup yang mengatur waktu aktivitas.
Namun, dalam kondisi tertentu, ayam bisa berkokok di luar waktu normal. Faktor seperti perubahan cahaya, gangguan lingkungan, hingga suara tertentu dapat memicu ayam berkokok pada malam hari.
Dalam kajian zoologi, ayam memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya. Bahkan cahaya lampu yang redup sekalipun dapat “mengelabui” sistem biologisnya seolah-olah fajar telah tiba.
Di luar penjelasan ilmiah, Islam memberikan perspektif yang lebih dalam. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad disebutkan:
“Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, maka sesungguhnya ia melihat malaikat. Karena itu, mintalah kepada Allah karunia-Nya.” (HR Ahmad)
Hadis ini menjadi landasan utama bahwa kokok ayam tidak sekadar fenomena alam, tetapi juga bisa menjadi tanda kehadiran malaikat. Dalam tradisi Islam, malaikat identik dengan turunnya rahmat dan keberkahan.
Oleh karena itu, momen tersebut dipandang sebagai waktu yang baik untuk berdoa.
Baca juga: Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut, Ini Penjelasan Ulama
Para ulama memberikan penjelasan menarik terkait anjuran ini. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengutip pendapat Iyadh yang menyebutkan bahwa doa saat ayam berkokok diharapkan mendapatkan “amin” dari malaikat.
Dengan kata lain, doa yang dipanjatkan pada saat itu memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Selain itu, malaikat juga diyakini memohonkan ampun bagi orang yang berdoa serta menjadi saksi atas keikhlasannya.
Dalam buku Pejuang Tahajud karya Ratna dijelaskan bahwa waktu malam memang merupakan momen istimewa untuk bermunajat.
Kokok ayam di malam hari dapat menjadi “pengingat alami” untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Umat Islam dianjurkan untuk memohon kebaikan dan karunia Allah ketika mendengar ayam berkokok, terutama pada malam hari.
Dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah, disebutkan salah satu doa yang bisa diamalkan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Lâ ilâha illallâh. Allâhumma innî as’aluka min fadhlika.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.”
Doa ini mencerminkan permohonan sederhana namun penuh makna, yaitu harapan akan limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.
Baca juga: Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Menariknya, fenomena ayam berkokok di malam hari menunjukkan pertemuan antara sains dan spiritualitas.
Di satu sisi, ada penjelasan ilmiah tentang ritme biologis dan respons terhadap lingkungan. Di sisi lain, Islam memberikan dimensi makna yang lebih dalam.
Kedua perspektif ini tidak harus dipertentangkan. Justru, keduanya saling melengkapi dalam memahami realitas kehidupan.
Suara ayam yang terdengar sederhana ternyata menyimpan pesan yang dalam. Ia bisa menjadi pengingat akan kehadiran malaikat, sekaligus undangan untuk berdoa di waktu yang penuh keberkahan.
Di tengah kehidupan modern yang serba sibuk, momen-momen kecil seperti ini sering kali terlewatkan.
Padahal, dari hal sederhana, seorang Muslim bisa menemukan jalan untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Ayam berkokok di malam hari bukan sekadar fenomena alam. Bagi yang memahami, ia adalah panggilan halus untuk mengangkat tangan, memohon, dan berharap pada kemurahan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang