Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Uwais Al-Qarni Masa Kini: Anak Dorong Kursi Roda Ibu untuk Jalani Ibadah Haji di Tanah Suci

Kompas.com, 6 Mei 2026, 19:04 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kisah Uwais Al-Qarni dikenal sebagai teladan bakti seorang anak kepada ibunya.

Sosok pemuda ini diceritakan rela menggendong sang ibu demi menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Nilai ketulusan, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat menjadi inti dari kisah tersebut yang membuatnya terus hidup dan menginspirasi banyak orang dalam memuliakan orang tua.

Kini, nilai bakti itu seolah terulang dalam kisah nyata seorang calon haji asal Tangerang Selatan, Tsamrotul Fuadah (53), yang menjalani ibadah di tengah keterbatasan fisik dengan dukungan penuh dari putranya.

Baca juga: Kisah Petugas Haji di Terminal Syib Amir, Tetap Bertugas di Tengah Panas Ekstrem untuk Layani Jemaah

Kisah Haru Fuadah Berangkat Haji dengan Putranya

Fuadah akhirnya dapat menyaksikan Ka'bah secara langsung meski harus duduk di kursi roda.

Di pelataran Masjidil Haram, ia bersimpuh penuh haru sambil melantunkan asma-asma Allah.

Baca juga: Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu

Penantian selama 15 tahun akhirnya terwujud, meski harus dilalui dengan ujian fisik berat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Saya tidak bisa melukiskan dengan kata-kata, setelah menjalankan umrah wajib, terutama dengan semangat anak saya yang membuktikan baktinya kepada ibunya," tutur Fuadah, seperti dilansir dari Antara.

Penantian Panjang Fuadah dan Ujian Bertubi-tubi

Perjalanan menuju Tanah Suci merupakan buah kesabaran panjang bagi Fuadah, seorang guru SD swasta di Ciputat. Ia mendaftar haji bersama suaminya 15 tahun lalu.

Namun, sang suami wafat pada 24 Desember 2024 akibat sakit jantung. Porsi keberangkatan kemudian dialihkan kepada putra bungsunya, Muhammad Amri Lubab (24).

Cobaan berlanjut sehari sebelum keberangkatan, tepatnya 22 April 2026 lalu, saat acara pelepasan jamaah di Masjid Islamic Center BSD. Fuadah terjatuh karena tidak menyadari adanya anak tangga menurun di barisan depan.

Insiden tersebut membuatnya harus dievakuasi menggunakan kursi roda dan ambulans. Rangkaian pemeriksaan medis dari asrama haji Cipondoh hingga RSUD Kota Tangerang menunjukkan adanya robekan otot yang sempat mengancam keberangkatannya.

Di tengah kekhawatiran gagal berangkat, tim dokter akhirnya menyatakan Fuadah memenuhi syarat istitha’ah kesehatan.

"Saat dokter membacakan bahwa istitha'ah saya tetap diberlakukan dan saya bisa terbang, semuanya ikut menangis terharu. Teman-teman di asrama semua ikut menangis. Kalau saya sudah dipanggil oleh Yang Mempunyai Rumah, insya Allah saya akan mendapatkan pelayanan yang baik," kenangnya.

Fuadah berangkat secara terpisah menggunakan ambulans dan mendapat kursi kelas bisnis di pesawat Garuda Indonesia untuk menjaga kondisi kakinya.

Setibanya di Madinah, Fuadah dirujuk ke Saudi German Hospital. Pemeriksaan lanjutan mengungkap tulang di bawah lututnya mengalami patah melingkar.

Ia menjalani operasi selama lima setengah jam, dilanjutkan dengan masa pemulihan intensif bersama tim fisioterapi.

Fuadah Ditemani Sosok “Uwais” Masa Kini

Perjalanan Fuadah tak lepas dari peran putranya, Amri, yang setia mendampingi perjalanan ibadahnya di Tanah Suci.

Baktinya kepada sang ibu mengingatkan kita dengan Uwais Al-Qarni saat menjalankan ibadah haji.

Saat Fuadah ingin menyewa jasa pendorong kursi roda untuk tawaf dan sa’i, namun Amri menolak.

"Jangan, Ma. Biarkan ini menjadi takzim Amri kepada Mama hari ini. Jangankan mendorong, menggendong Mama pun Amri siap. Amri ingat cerita Mama tentang sahabat Nabi, Uwais," ucap Fuadah, menirukan perkataan putranya.

Amri dengan setia mendorong kursi roda ibunya mengelilingi Ka’bah tujuh kali, lalu kembali melakukan umrah untuk dirinya sendiri. Ia bahkan menjalankan dua kali umrah berturut-turut tanpa mengeluh lelah.

Selain itu, Amri juga mengurus seluruh kebutuhan ibunya, termasuk mencuci pakaian sendiri dan menolak menggunakan jasa laundry.

"Tenaganya biarkan habis buat merawat ibunya. Alhamdulillah, saya diberikan 'obat' yang luar biasa dari anak saya. Saya tidak takabur, namun saya bersyukur dengan pendidikan yang saya berikan dari rumah. Allah menunjukkannya di sini," kata Fuadah.

Dukungan Penuh Petugas Haji

Kelancaran ibadah Fuadah juga didukung lingkungan sekitar, termasuk sesama jamaah dan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Teman sekamar membantu kebutuhan harian tanpa pamrih, mulai dari menyiapkan makanan hingga membantu aktivitas pribadi.

Petugas Tim Lansia dan Disabilitas (Landis) serta tim kesehatan PPIH turut memberikan pendampingan intensif sejak di Madinah hingga di Makkah.

"Petugas haji selalu membantu kebutuhan harian calon haji di hotel, mulai dari mandi, hingga hal-hal yang bersifat personal. Tim kesehatan juga melakukan visitasi secara rutin, hingga tiga kali sehari untuk memastikan kondisi fisik jamaah calon haji tetap stabil," papar Sugita Esadora.

Doa Fuadah untuk Sang Putra di Tanah Suci

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Fuadah terus menjalani pemulihan dengan pengawasan tim medis.

Dari kursi rodanya, Fuadah tidak henti memanjatkan doa untuk sang putra.

"Ya Allah, jadikanlah anak saya penyejuk hati keluarga. Jauhkanlah ia dari orang-orang zalim, dan berilah ia kebahagiaan dunia akhirat. Dan semoga, haji kami semua dicatat sebagai haji yang mabrur," doanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Aktual
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Aktual
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com