BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pengembangan ekosistem halal di Banyuwangi, Jawa Timur terus menunjukkan progres yang signifikan.
Tidak hanya mendorong sertifikasi produk halal untuk pelaku UMKM, Pemkab Banyuwangi juga mulai membangun rantai industri halal secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, rumah potong hewan, hingga sektor pariwisata.
Komitmen tersebut mendapat perhatian dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan kalangan akademisi.
Baca juga: LPPOM Siapkan Toko Bahan Baku Halal di 3 Provinsi, UMKM Makin Mudah Dapat Jaminan Halal
Kepala BPJPH Haikal Hasan bahkan menyebut Banyuwangi layak menjadi contoh daerah yang serius mengembangkan industri halal di Indonesia.
“UMKM-nya didorong mendapatkan sertifikat halal, rumah potong hewannya juga. Jadi Banyuwangi itu bisa jadi percontohan,” kata Haikal Hasan saat menghadiri Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (5/5/2026).
Pengembangan halal di Banyuwangi tidak berhenti pada sertifikasi semata.
Pemkab setempat mencoba membangun ekosistem yang saling terhubung agar produk halal memiliki daya saing lebih kuat sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hingga kini, tercatat sudah ada 22.091 sertifikat halal untuk produk UMKM yang proses pengurusannya difasilitasi pemkab.
Selain itu, Banyuwangi juga telah memiliki delapan rumah potong hewan (RPH) dan empat rumah potong unggas yang tersertifikasi halal.
Langkah tersebut dinilai penting karena industri halal tidak hanya berbicara soal label produk, tetapi juga menyangkut proses produksi, distribusi, hingga jaminan kehalalan yang terintegrasi.
Rektor UB Malang, Prof Widodo, menilai Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal karena ditopang sektor UMKM dan pariwisata yang terus berkembang.
“Tidak hanya makanan, tetapi juga tourism dan pariwisatanya. Progres Banyuwangi untuk menjadi kabupaten yang betul-betul mengembangkan ekosistem halal sangat bagus,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pengembangan ekosistem halal diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Ini bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi bagaimana kami membangun ekosistem yang menyeluruh, mulai dari UMKM, infrastruktur, hingga pariwisata halal yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Ipuk.
Baca juga: Produk “Mirip Bir” Kini Bersertifikat Halal, LPPOM MUI Tegaskan Bukan Sekadar Ganti Label
Menurutnya, pengembangan industri halal akan terus diperkuat lewat kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Pemkab berharap penguatan ekosistem halal tidak hanya membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu rujukan pengembangan industri halal di tingkat nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang