Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah 2026 Lengkap Niatnya

Kompas.com, 8 Mei 2026, 09:55 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memasuki bulan Zulhijah, umat Islam mulai mempersiapkan diri menyambut berbagai amalan istimewa yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Salah satu yang paling banyak dicari menjelang Idul Adha adalah jadwal puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah 1447 Hijriah.

Ketiga puasa sunnah ini dikenal memiliki keutamaan besar karena dilaksanakan pada hari-hari terbaik dalam Islam.

Bahkan, amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah disebut lebih dicintai Allah SWT dibanding hari-hari lainnya.

Karena itu, mengetahui jadwal puasa Zulhijah 2026 secara tepat menjadi hal penting agar ibadah tidak keliru, terutama bagi umat Islam yang ingin mengamalkan puasa sunnah menjelang Hari Raya Idul Adha.

Lalu, kapan jadwal puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah tahun 2026? Berikut ulasan lengkapnya.

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah

Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Dalam banyak hadis dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah menjadi waktu yang penuh keberkahan dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Nabi Muhammad bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR Bukhari)

Dalam buku Meraih Surga dengan Puasa, H. Herdiansyah Achmad menjelaskan bahwa puasa pada awal Zulhijah termasuk amalan sunnah yang memiliki nilai pahala besar karena dilakukan pada bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Sementara itu, dalam buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin diterangkan bahwa puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi bagian dari ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Zulhijah: Hapus Dosa 2 Tahun

Apa Itu Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah?

Meski sering disebut bersamaan, ketiga puasa ini memiliki waktu dan keutamaan berbeda.

1. Puasa Zulhijah

Puasa Zulhijah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 hingga 7 Zulhijah. Sebagian ulama juga memasukkan puasa hingga tanggal 9 Zulhijah bagi yang mampu menjalankannya.

Puasa ini menjadi bentuk ibadah untuk menyambut hari-hari paling utama dalam Islam sebelum Idul Adha tiba.

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah, sehari sebelum puasa Arafah.

Kata “Tarwiyah” berasal dari tradisi jamaah haji pada masa lalu yang mempersiapkan persediaan air sebelum menuju Arafah. Hari tersebut kemudian dikenal sebagai Yaumut Tarwiyah.

Dalam kitab Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa memperbanyak ibadah pada hari-hari Zulhijah termasuk amalan yang sangat dianjurkan para ulama salaf.

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini memiliki keutamaan sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

Baca juga: Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat & Keutamaannya

Jadwal Puasa Zulhijah 1447 H/2026 M

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Islam, Hari Raya Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada:

Rabu, 27 Mei 2026

Dengan demikian, puasa Zulhijah sudah dapat mulai dikerjakan sejak 1 Zulhijah 1447 H yang diperkirakan bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026. Puasa sunnah ini dapat dilaksanakan hingga 7 Zulhijah atau sampai Minggu, 24 Mei 2026.

Setelah itu, umat Islam dapat melanjutkan dengan puasa Tarwiyah yang jatuh pada Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 H. Puasa ini dikerjakan sehari sebelum puasa Arafah.

Sementara itu, puasa Arafah dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan 9 Zulhijah 1447 H.

Hari tersebut juga menjadi waktu wukuf bagi jemaah haji di Padang Arafah yang merupakan puncak rangkaian ibadah haji.

Adapun Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Meski demikian, penetapan resmi awal Zulhijah dan Idul Adha di Indonesia tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Tata Cara Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah

Secara umum, tata cara ketiga puasa sunnah ini sama seperti puasa pada umumnya, yakni:

  • Berniat sebelum fajar
  • Menahan diri dari makan dan minum
  • Menjaga ucapan serta perbuatan
  • Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa
  • Memperbanyak ibadah dan doa

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa inti puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Puasa sunnah Zulhijah sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Adapun bagi jamaah haji, terutama saat wukuf di Arafah, mayoritas ulama memandang tidak dianjurkan berpuasa agar kondisi fisik tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Puasa Sunnah Apa Saja di Mei 2026? Ini Jadwal dan Niat Lengkapnya

Bacaan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah

Berikut bacaan niat lengkap puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah beserta latin dan artinya.

Niat Puasa Zulhijah

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa Arafah

Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala.”

Mengapa Puasa Arafah Begitu Istimewa?

Di antara seluruh puasa sunnah Zulhijah, puasa Arafah menjadi yang paling dikenal umat Islam.

Selain karena dilaksanakan pada hari wukuf jamaah haji di Padang Arafah, puasa ini juga memiliki keutamaan pengampunan dosa.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa Arafah menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW karena pahala besar yang terkandung di dalamnya.

Tak heran jika menjelang Zulhijah, umat Islam berbondong-bondong mencari jadwal puasa Arafah agar tidak melewatkan kesempatan meraih keutamaan tersebut.

Amalan yang Dianjurkan Selain Puasa

Selain berpuasa, ada beberapa amalan lain yang dianjurkan selama bulan Zulhijah, di antaranya:

  • Memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil
  • Membaca Al Quran
  • Bersedekah
  • Memperbanyak doa dan istighfar
  • Menunaikan kurban bagi yang mampu

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menekankan pentingnya memperbanyak zikir dan amal saleh pada hari-hari utama Islam, termasuk awal Zulhijah.

Amalan Sunnah Keutamaan Besar

Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Selain memiliki keutamaan besar, puasa ini juga menjadi momentum memperbanyak ibadah pada hari-hari terbaik dalam Islam.

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, puasa Tarwiyah diperkirakan jatuh pada 25 Mei 2026, sedangkan puasa Arafah pada 26 Mei 2026.

Karena itu, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala dan keberkahan di bulan Zulhijah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Pernah Overstay di Arab Saudi, JCH Asal Polman Gagal Berangkat Haji 2026 karena Dicekal Imigrasi
Pernah Overstay di Arab Saudi, JCH Asal Polman Gagal Berangkat Haji 2026 karena Dicekal Imigrasi
Aktual
Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
Aktual
Hukum Nikah Siri Tanpa Sepengetahuan Orang Tua, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Kemenag
Hukum Nikah Siri Tanpa Sepengetahuan Orang Tua, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Kemenag
Aktual
Keutamaan Haji Mabrur, Pulang Suci Bak Bayi yang Baru Lahir
Keutamaan Haji Mabrur, Pulang Suci Bak Bayi yang Baru Lahir
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com