KOMPAS.com – Wukuf di Arafah menjadi momen paling penting dalam rangkaian ibadah haji. Bahkan, dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Oleh karena itu, jadwal pelaksanaan wukuf selalu menjadi perhatian utama calon jemaah haji setiap tahunnya, termasuk pada musim haji 2026 atau 1447 Hijriah.
Jutaan umat Islam dari berbagai negara akan berkumpul di Padang Arafah untuk menjalankan rukun haji yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.
Di tempat inilah para jemaah memperbanyak doa, dzikir, istighfar, hingga munajat memohon ampunan kepada Allah SWT.
Lalu, kapan jadwal wukuf di Arafah 2026 dilaksanakan? Bagaimana tata caranya, apa saja amalan yang dianjurkan, dan mengapa wukuf disebut sebagai puncak ibadah haji?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M yang disusun Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada:
Selasa, 26 Mei 2026
bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Wukuf dimulai setelah tergelincir matahari atau masuk waktu Zuhur pada 9 Dzulhijjah dan berlangsung hingga terbit fajar 10 Dzulhijjah.
Dengan demikian, seluruh jemaah haji wajib berada di wilayah Arafah pada rentang waktu tersebut agar hajinya sah.
Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
“Al-hajju ‘Arafah.”
“Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya wukuf dibanding rangkaian manasik lainnya.
Baca juga: Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Secara bahasa, wukuf berarti berhenti atau berdiam diri. Namun dalam ibadah haji, wukuf bermakna hadir dan berada di Padang Arafah pada waktu tertentu sambil memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.
Dalam buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi dijelaskan bahwa wukuf merupakan rukun haji yang paling utama.
Tanpa melaksanakan wukuf, ibadah haji seseorang tidak dianggap sah meskipun seluruh rangkaian lainnya telah dilakukan.
Padang Arafah sendiri merupakan kawasan luas yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Makkah.
Tempat ini setiap tahun dipenuhi jutaan jemaah dari seluruh dunia dengan pakaian ihram berwarna putih.
Suasana Arafah sering disebut sebagai gambaran Padang Mahsyar karena seluruh manusia berkumpul tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun asal negara.
Wukuf tidak hanya menjadi rukun haji, tetapi juga dianggap sebagai inti spiritual perjalanan ke Tanah Suci.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Arafah merupakan tempat paling utama untuk memperbanyak doa dan taubat karena pada hari itu Allah SWT membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain hari Arafah.” (HR. Muslim)
Karena itu, banyak jemaah memanfaatkan waktu wukuf untuk menangis, bermuhasabah, dan memohon ampun atas seluruh dosa-dosa mereka.
Dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa pelaksanaan wukuf biasanya dimulai setelah khutbah Arafah dan salat jamak qasar Zuhur serta Ashar.
Berikut rangkaian umum pelaksanaan wukuf:
Khutbah biasanya berisi nasihat tentang ketakwaan, keikhlasan, persaudaraan Islam, dan makna haji.
Jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Ashar secara jamak qasar taqdim.
Setelah itu, jemaah dianjurkan memperbanyak:
Mayoritas jemaah bertahan di tenda Arafah hingga matahari terbenam sebelum bergerak menuju Muzdalifah.
Baca juga: Dzikir dan Doa Hari Arafah, Bacaan yang Dianjurkan Saat Wukuf
Banyak jemaah perempuan khawatir ketika mengalami haid menjelang wukuf. Namun para ulama menjelaskan bahwa wukuf tetap sah meskipun seseorang sedang berhadas besar atau kecil.
Dalam kitab-kitab fikih dijelaskan bahwa syarat utama wukuf adalah hadir di Arafah pada waktunya, bukan dalam keadaan suci.
Oleh karena itu:
bahkan jemaah yang dirawat di rumah sakit tetap diusahakan mengikuti safari wukuf apabila memungkinkan.
Pemerintah Indonesia setiap tahun menyiapkan program safari wukuf bagi jemaah lanjut usia atau sakit berat.
Melalui program ini, jemaah dibawa menggunakan ambulans atau kendaraan khusus menuju Arafah agar tetap dapat menjalankan rukun haji.
Dalam praktiknya, safari wukuf menjadi solusi penting agar jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu tetap memperoleh kesempatan menyempurnakan ibadah hajinya.
Dalam buku Doa dan Dzikir terbitan Kementerian Agama disebutkan salah satu doa yang dianjurkan saat memasuki Arafah:
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ تُبَاهِي بِهِ الْيَوْمَ مَلَائِكَتَكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Allahumma ilaika tawajjahtu wabika’tashamtu wa‘alaika tawakkaltu. Allahummaj‘alnii mimman tubaahi bihil yauma malaaikataka innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, kepada-Mu aku berpegang teguh, dan kepada-Mu aku bertawakal. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau banggakan di hadapan para malaikat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Amalan Utamanya
Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)
Karena itu, para ulama menganjurkan jemaah untuk memperbanyak doa pribadi, memohon ampunan, keselamatan, keberkahan hidup, hingga husnul khatimah.
Tidak sedikit jemaah yang telah menyiapkan daftar doa sejak sebelum berangkat haji agar dapat dibaca saat wukuf berlangsung.
Sementara jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, umat Islam di seluruh dunia yang tidak berhaji dianjurkan menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Jika jadwal Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, maka puasa Arafah diperkirakan berlangsung pada:
Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah.
Karena cuaca Arafah sangat panas, jemaah biasanya dianjurkan mempersiapkan:
Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH. Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa kesiapan fisik dan mental sangat penting karena fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) merupakan rangkaian paling padat dan melelahkan dalam ibadah haji.
Bagi banyak jemaah, wukuf di Arafah bukan sekadar ritual wajib, tetapi pengalaman spiritual yang sangat menggetarkan.
Di tempat inilah jutaan manusia berkumpul dengan pakaian sederhana, meninggalkan status sosial dan urusan duniawi, lalu berdiri sama di hadapan Allah SWT.
Karena itu, jadwal wukuf di Arafah 2026 menjadi informasi penting yang wajib diketahui setiap calon jemaah haji agar dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih matang dan khusyuk.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang