KOMPAS.com - Musim haji bukan hanya menjadi momentum spiritual terbesar bagi umat Islam dunia, tetapi juga ajang pelayanan kemanusiaan berskala global yang melibatkan ribuan petugas, relawan, hingga pramuka di Arab Saudi.
Tahun ini, Departemen Pendidikan Umum Wilayah Madinah kembali meluncurkan program pengerahan tim pramuka dan sukarelawan untuk membantu pelayanan jemaah haji di sejumlah titik penting selama musim haji berlangsung.
Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), program tersebut melibatkan sekitar 250 pramuka putra dan putri serta lebih dari 800 relawan yang disiagakan untuk membantu para jemaah, khususnya di kawasan Masjid Nabawi dan sejumlah lokasi strategis lainnya di Madinah.
Kehadiran para relawan ini menjadi bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, terutama di tengah terus meningkatnya jumlah jemaah internasional setiap tahun.
Baca juga: Jemaah Haji Palestina dari Tepi Barat Mulai Berangkat ke Arab Saudi, Warga Gaza Masih Terhalang
Para pramuka dan relawan ditempatkan di sejumlah area yang menjadi pusat aktivitas jemaah selama berada di Madinah.
Mereka bertugas membantu pengunjung di sekitar Masjid Nabawi, Masjid Quba, Masjid Miqat, hingga Masjid Qiblatain.
Selain membantu mengatur arus pejalan kaki dan kepadatan jemaah, tim relawan juga memberikan bantuan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, hingga membantu jemaah yang tersesat agar dapat kembali ke rombongan atau penginapan masing-masing.
Layanan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah untuk memastikan dukungan logistik dan kemanusiaan berjalan optimal selama musim haji.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana Arab Saudi tidak hanya mengandalkan aparat resmi, tetapi juga melibatkan unsur pendidikan dan masyarakat dalam mendukung pelayanan ibadah haji.
Bagi Arab Saudi, pelayanan terhadap jemaah haji bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan kehormatan sebagai penjaga dua kota suci Islam.
Oleh karena itu, keterlibatan pelajar pramuka dan relawan pendidikan dinilai memiliki nilai sosial sekaligus spiritual yang besar.
Dalam buku Manajemen Pelayanan Haji karya M. Syukri Albani Nasution dijelaskan bahwa pelayanan haji modern menuntut integrasi antara profesionalisme, pelayanan sosial, dan pendekatan kemanusiaan karena ibadah haji melibatkan jutaan orang dengan latar belakang budaya, bahasa, serta kondisi fisik yang berbeda-beda.
Pendekatan berbasis relawan dinilai mampu menciptakan suasana pelayanan yang lebih ramah dan membantu mengurangi tekanan di lokasi padat jemaah.
Baca juga: Apa Itu Rafats, Fusuk, dan Jidal? Ini Larangan Penting saat Haji
Salah satu fokus utama tim pramuka dan sukarelawan adalah membantu kelompok rentan seperti jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Para relawan membantu mengarahkan jalur pergerakan, memberikan informasi lokasi, hingga mendampingi jemaah yang mengalami kesulitan mobilitas di area masjid dan pusat keramaian.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah jemaah lansia yang menunaikan ibadah haji memang terus meningkat, termasuk dari Indonesia.
Karena itu, dukungan tenaga sukarelawan menjadi elemen penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah.
Dalam buku Hajj and the Muslim Pilgrimage Experience karya Eric Tagliacozzo dijelaskan bahwa pengelolaan keramaian dan pelayanan kelompok rentan menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan haji modern karena tingginya mobilitas jutaan manusia dalam ruang yang relatif terbatas.
Program pramuka dan sukarelawan ini juga menjadi bagian dari upaya Arab Saudi memperkuat budaya volunteerisme di kalangan generasi muda.
Pemerintah Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang aktif mendorong partisipasi sosial masyarakat dalam pelayanan publik, termasuk di sektor haji dan umrah.
Melalui program Vision 2030, Arab Saudi menargetkan peningkatan jumlah relawan nasional hingga jutaan orang dalam berbagai sektor sosial dan pelayanan masyarakat.
Musim haji menjadi salah satu momentum terbesar untuk mengembangkan semangat tersebut karena melibatkan interaksi langsung dengan jutaan Muslim dari seluruh dunia.
Para relawan yang terlibat dalam pelayanan haji kali ini berasal dari unsur pendidikan dan kepanduan yang telah mendapatkan pelatihan khusus terkait pelayanan jemaah dan pengelolaan keramaian.
Baca juga: Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Sebagai bagian dari pemantauan lapangan, Direktur Jenderal Pendidikan Wilayah Madinah, Nasser Al-Abdulkarim, turut melakukan inspeksi langsung ke pusat kegiatan pramuka dan relawan.
Ia meninjau pelaksanaan rencana operasional sekaligus memantau pelayanan yang diberikan kepada jemaah di kawasan Masjid Nabawi.
Nasser Al-Abdulkarim juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat tinggi yang ditunjukkan para relawan dalam membantu tamu Allah selama musim haji.
“Beliau memuji dedikasi serta semangat tinggi yang ditunjukkan oleh tim dalam melayani para jamaah haji,” ujarnya.
Keterlibatan pimpinan pendidikan dalam pemantauan lapangan menunjukkan bahwa program ini tidak sekadar simbolis, tetapi benar-benar menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan haji Saudi.
Penyelenggaraan ibadah haji saat ini semakin berkembang dengan dukungan teknologi digital, manajemen keramaian modern, hingga penguatan jaringan relawan kemanusiaan.
Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir juga memperluas penggunaan kecerdasan buatan, sistem pemantauan digital, aplikasi navigasi jemaah, dan layanan berbasis data untuk membantu kelancaran ibadah.
Namun di tengah kemajuan teknologi tersebut, kehadiran relawan manusia tetap dianggap sangat penting, terutama dalam membantu jemaah yang membutuhkan pendampingan langsung secara emosional maupun fisik.
Dalam buku The Sociology of Pilgrimage karya John Eade dan Michael Sallnow dijelaskan bahwa pengalaman ibadah haji tidak hanya dibentuk oleh ritual spiritual, tetapi juga oleh interaksi sosial, solidaritas, dan bantuan kemanusiaan antar sesama Muslim selama perjalanan ibadah berlangsung.
Oleh karena itu, keterlibatan pramuka dan relawan dalam musim haji dinilai menjadi salah satu wajah penting pelayanan Islam modern yang mengedepankan kepedulian, gotong royong, dan penghormatan terhadap para tamu Allah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang