KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kesiapan tersebut diumumkan secara bersama-sama oleh lima kementerian utama Arab Saudi yang terlibat langsung dalam pelayanan haji, mulai dari sektor kesehatan, transportasi, teknologi, hingga pelayanan keagamaan.
Dilansir dari Arab News, konferensi pers terkait kesiapan haji digelar di Riyadh pada Rabu dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Arab Saudi.
Baca juga: Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Pemerintah memperkirakan lebih dari 1,5 juta jemaah dari berbagai negara akan datang ke Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah haji tahun ini.
Berbagai persiapan besar dilakukan untuk menghadapi lonjakan jemaah, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perluasan layanan kesehatan digital, cakupan penuh jaringan 5G di kawasan suci, hingga penambahan fasilitas transportasi dan akomodasi.
Salman Al-Dosari mengatakan bahwa sistem penyelenggaraan haji tahun ini dirancang dengan tingkat presisi yang tinggi.
Menurutnya, pemerintah menggunakan teknologi modern berbasis AI untuk menganalisis kepadatan dan pergerakan jutaan jemaah di kawasan suci.
“Kerajaan kini memiliki cakupan jaringan 5G di seluruh kawasan suci,” ujar Al-Dosari.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu:
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan haji sebagai bagian dari program Saudi Vision 2030.
Dalam buku Digital Transformation in Islamic Pilgrimage Management karya Ahmed Al-Mutairi dijelaskan bahwa penggunaan teknologi digital dalam penyelenggaraan haji menjadi kebutuhan penting karena kompleksitas pengelolaan jutaan jemaah dari berbagai negara.
Baca juga: Madinah Siapkan Pusat Cuci Darah 24 Jam untuk Jemaah Haji 2026
Salah satu fokus utama tahun ini adalah penguatan layanan ibadah dan fasilitas keagamaan.
Salman Al-Dosari mengungkapkan bahwa Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah menyiapkan lebih dari 20 ribu masjid di berbagai wilayah.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan lebih dari dua juta mushaf Al-Qur’an sebagai hadiah dari Penjaga Dua Masjid Suci bagi para jemaah.
Menurut Al-Dosari, kesiapan tersebut bertujuan memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman selama berada di Tanah Suci.
Dalam buku Manasik Haji dan Umrah Sepanjang Sunnah Nabi karya Abu Madyan Al-Qurtubi dijelaskan bahwa kenyamanan tempat ibadah menjadi bagian penting dalam membantu kekhusyukan jemaah saat menjalankan manasik.
Arab Saudi juga kembali mengoperasikan program Makkah Route Initiative yang kini memasuki tahun kedelapan.
Program tersebut memungkinkan jemaah menyelesaikan pemeriksaan visa, imigrasi, dan prosedur administrasi sejak berada di bandara negara asal.
Saat ini, program Makkah Route telah diterapkan di 16 negara dan disebut telah membantu lebih dari 1,2 juta jemaah sejak pertama kali diluncurkan.
Kebijakan ini dinilai mampu mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi sekaligus mengurangi antrean panjang di bandara.
Baca juga: Jemaah Haji Diminta Bijak Konsumsi Vitamin C, Ini Aturannya
Saleh Al-Jasser menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan lebih dari tiga juta kursi penerbangan melalui enam bandara utama.
Penerbangan tersebut terhubung dengan lebih dari 300 bandara internasional melalui 104 maskapai penerbangan dunia.
Selain itu:
Transportasi menjadi salah satu aspek paling vital dalam penyelenggaraan haji mengingat jutaan jemaah harus berpindah lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan, khususnya saat fase Armuzna.
Di sektor kesehatan, Fahad Al-Jalajel menegaskan bahwa musim haji tahun ini menjadi salah satu model pelayanan kemanusiaan terbesar di dunia.
Pemerintah Arab Saudi menyiapkan:
Selain layanan konvensional, Arab Saudi juga memperluas sistem kesehatan virtual melalui Rumah Sakit Virtual Seha.
Teknologi drone bahkan digunakan untuk mengirim obat-obatan dan sampel medis ke lokasi tertentu secara cepat.
Tak hanya itu, pemerintah juga memanfaatkan jam tangan pintar untuk memantau kondisi kesehatan jemaah secara real-time.
Dalam buku Crowd Medicine and Mass Gathering Health karya Ziad Memish dijelaskan bahwa pengelolaan kesehatan massa menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan haji karena tingginya risiko kelelahan, dehidrasi, hingga penyakit menular.
Baca juga: Persiapan Puncak Haji di Arafah, Ini Dzikir dan Doa yang Dianjurkan untuk Jamaah
Tawfiq Al-Rabiah mengatakan bahwa seluruh jemaah internasional kini telah menerima kartu identitas digital Nusuk.
Aplikasi Nusuk disebut telah digunakan lebih dari 51 juta pengguna di seluruh dunia.
Melalui aplikasi tersebut, jemaah dapat mengakses:
Arab Saudi juga memperluas program “Haji Tanpa Bagasi” yang memungkinkan koper jemaah dikirim langsung dari bandara keberangkatan menuju hotel di Makkah.
Kebijakan ini diharapkan mempermudah mobilitas jemaah saat tiba di Tanah Suci.
Untuk mendukung pelayanan global, sistem panduan multibahasa juga diaktifkan selama musim haji.
Pemerintah Arab Saudi menyebut khutbah Arafah tahun ini akan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.
Selain itu, peta 3D dan layar digital multibahasa disebar di berbagai titik kawasan suci guna membantu navigasi jemaah.
Langkah ini dinilai penting karena jemaah haji berasal dari ratusan negara dengan latar bahasa berbeda.
Arab Saudi menyatakan kampanye “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” berhasil meningkatkan kepatuhan jemaah terhadap regulasi resmi.
Menurut data pusat kinerja Ada’a Center, tingkat kepuasan jemaah pada musim haji sebelumnya mencapai 91 persen.
Pemerintah berharap peningkatan layanan berbasis teknologi, kesehatan, transportasi, dan keamanan dapat membuat penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih aman, nyaman, dan tertib.
Ibadah haji bukan hanya peristiwa spiritual terbesar umat Islam, tetapi juga salah satu operasi kemanusiaan paling kompleks di dunia.
Dalam buku Fiqih Haji karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji membutuhkan pengelolaan yang sangat matang karena melibatkan jutaan manusia dalam satu ruang dan waktu yang sama.
Oleh karena itu, modernisasi layanan haji yang dilakukan Arab Saudi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang